<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894</id><updated>2012-02-07T19:31:34.345-08:00</updated><title type='text'>aura insani Hidayatullah</title><subtitle type='html'>Majelis Dzikir, Lembaga Kemanusiaan, Rumah Sehat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-4491069537129860612</id><published>2010-08-31T04:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T04:05:02.833-07:00</updated><title type='text'>Tujuan Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; "&gt;Diturunkannya Syariat Islam kepada manusia tentu memiliki “tujuan” yang sangat mulia. Paling tida, ada “delapan” tujuan. Pertama, memelihara atau melindungi agama dan sekaligus memberikan hak kepada setiap orang untuk memilih antara beriman atau tidak, karena, “Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam” (QS. Al Baqaarah, 2:256). Manusia diberi kebebasan mutlak untuk memilih, “…Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” (QS. Al Kahfi, 18:29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, Islam sangat menghormati dan menghargai hak setiap manusia, bahkan kepada kita sebagai mu’min tidak dibenarkan memaksa orang-orang kafir untuk masuk Islam. Berdakwah untuk menyampaikan kebenaran-Nya adalah kewajiban. Namun demikian jika memaksa maka akan terkesan seolah-olah kita butuh dengan keislaman mereka, padahal bagaimana mungkin kita butuh keislaman orang lain, sedangkan Allah SWT saja tidak butuh dengan keislaman seseorang. Tetapi bila seseorang dengan kesadarannya sendiri akhirnya masuk Islam, maka wajib dipaksa oleh Ulul Amri untuk melaksanakan Syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memilih muslim, maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak melaksanakan kewajibannya. Seandainya ada seorang muslim tidak shalat, hal ini “bukan hanya” urusan pribadi tapi menjadi urusan semua muslim terutama Ulul Amri. Jika ada seorang muslim tidak melaksanakan kewajiban shalat karena dia tidak yakin akan kewajiban shalat, maka Empat Mahzab dan jumhur (mayoritas) ulama sepakat menyatakan yang bersangkutan kafir. Yang karenanya harus dihukumkan kafir, artinya bila dalam tiga hari dia tidak segera sadar, maka dihukumkan sebagai murtad yang halal darahnya sehingga Ulul Amri bisa menjatuhkan hukuman mati. Tapi, seandainya tidak shalatnya yang bersangkutan bukan karena tidak yakin, tapi karena alasan malas misalnya, maka dalam hal ini “tiga” mazhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki) menyatakan yang bersangkutan berdosa besar, sementra Mazhab Hambali tetap mengkafirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana Ulul Amri menerapkan hukum bagi muslim yang tidak shalat karena malas? Pertama, Ulul Amri tentu saja berkewajiban mengingatkannya. Andaikata yang bersangkutan tetap tidak mau shalat padahal sudah diingatkan oleh Ulul Amri, menurut Mahzab Syafei dan Maliki, yang bersangkutan wajib dihukum mati. Imam Hanafi, sependapat dengan Mahzab Syafei dan Maliki, bahwasanya yang bersangkutan tidak bisa dihukumkan kafir, karena memang alasannya malas bukan mengingkari hukum Allah. Tetapi Imam Hanafi tidak sependapat dengan hukuman mati, karena selama tidak kafir berarti haram darahnya. Pandangan beliau, Ulul Amri harus memberikan hukuman kepada yang bersangkutan dengan dipenjara sampai yang bersangkutan sadar dan mau shalat. Sedangkan Mahzab Hambali, berpendapat dan berkeyakinan, bahwa seorang yang mengaku muslim lalu tidak shalat apa pun alasannya apakah karena tidak yakin atau malas, maka yang bersangkutan harus dihukumkan kafir. Beliau berpegang teguh kepada hadits Rasulullah Saw yang menyatakan, “Perbedaan antara muslim dan kafir adalah meninggalkan shalat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, “melindungi jiwa”. Syariat Islam sangat melindungi keselamatan jiwa seseorang dengan menetapkan sanksi hukum yang sangat berat, contohnya hukum “qishash”. Di dalam Islam dikenal ada “tiga” macam pembunuhan, yakni pembunuhan yang “disengaja”, pembunuhan yang “tidak disengaja”, dan pembunuhan “seperti disengaja”. Hal ini tentunya dilihat dari sisi kasusnya, masing-masing tuntutan hukumnya berbeda. Jika terbukti suatu pembunuhan tergolong yang  “disengaja”, maka pihak keluarga yang terbunuh berhak menuntut kepada hakim untuk ditetapkan hukum qishash/mati atau membayar “Diyat” (denda). Dan, hakim tidak punya pilihan lain kecuali menetapkan apa yang dituntut oleh pihak keluarga yang terbunuh. Berbeda dengan kasus pembunuhan yang “tidak disengaja” atau yang “seperti disengaja”, di mana Hakim harus mendahulukan tuntutan hukum  membayar “Diyat” (denda) sebelum qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya dalam hukum qishash tersebut terkandung jaminan perlindungan jiwa, kiranya dapat kita simak dari firman Allah SWT: “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah, 2:179). Bagaimana mungkin di balik hukum qishash dapat disebut, “ada jaminan kelangsungan hidup”, padahal pada pelaksanaan hukum qishash bagi yang membunuh maka hukumannya dibunuh lagi ? Memang betul, bila hukum qishash dilaksanakan maka ada “dua” orang yang mati (yang dibunuh dan yang membunuh), tapi dampak bila hukum ini dilaksanakan, maka banyaklah jiwa yang terselamatkan. Karena seseorang akan berfikir beribu kali bila mau membunuh orang lain, sebab risikonya dia akan diancam dibunuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seorang pencuri terbukti benar bahwa dia mencuri, maka hukuman yang dijatuhkannya adalah potong tangan, maka seumur hidup orang akan mengetahui kalau dia mantan pencuri. Demikian pula, kalau seorang perampok dijatuhi hukuman potong tangan kanan dan kaki kiri secara bersilang, maka dia seumur hidupnya tidak akan dapat membersihkan dirinya bahwa dia mantan perampok. Dampak dari hukuman ini akan dapat membawa ketenangan dan kenyamanan hidup bermasyarakat dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, “perlindungan terhadap keturunan”. Islam sangat melindungi keturunan di antaranya dengan menetapkan hukum “Dera” seratus kali bagi pezina ghoiru muhshon (perjaka atau gadis) dan rajam (lempar batu) bagi pezina muhshon (suami/istri, duda/jand) (Al Hadits). Firman Allah SWT : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” (An Nuur, 24:2). Ditetapkannya hukuman yang berat bagi pezina tidak lain untuk melindungi keturunan. Bayangkan bila dalam 1 tahun saja semua manusia dibebaskan berzina dengan siapa saja termasuk dengan orangtua, saudara kandung dan seterusnya, betapa akan semrawutnya kehidupan ini.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat, “melindungi akal”. Permasalahan perlindungan akal ini sangat menjadi perhatian Islam. Bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah Saw menyatakan, “Agama adalah akal, siapa yang tiada berakal (menggunakan akal), maka tiadalah agama baginya”. Oleh karenanya, seseorang harus bisa dengan benar mempergunakan akalnya. Seseorang yang tidak bisa atau belum bisa menggunakan akalnya atau bahkan tidak berakal, maka yang bersangkutan bebas dari segala macam kewajiban-kewajiban dalam Islam. Misalnya dalam kondisi lupa, sedang tidur atau dalam kondisi terpaksa. Kesimpulannya, bahwa hukum Allah hanya berlaku bagi bagi orang yang berakal atau yang bisa menggunakan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sangat luar biasa fungsi akal bagi manusia, oleh karena itu kehadiran risalah Islam di antaranya untuk menjaga dan memelihara agar akal tersebut tetap berfungsi, sehingga manusia bisa menjalankan syariat Allah dengan baik dan benar dalam kehidupan ini. Demikian pula, agar manusia dapat mempertahankan eksistensi kemanusiaannya, karena memang akallah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk Allah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memelihara dan menjaga agar akal tetap berfungsi, maka Islam mengharamkan segala macam bentuk konsumsi baik makanan, minuman atau apa pun yang dihisap misalnya, yang dapat merusak atau mengganggu fungsi akal. Yang diharamkan oleh Islam adalah khamar. Yang disebut khamar bukanlah hanya sebatas minuman air anggur yang dibasikan seperti di zaman dahulu, tapi yang dimaksud khamar adalah, “setiap segala sesuatu yang membawa akibat memabukkan” (Al Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharaman Khamar sudah sangat jelas, di dalam QS. Al Maidah ayat 90 Allah SWT menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maa-idah,5:90) Ayat ini mengisyaratkan, bahwa seseorang yang dalam kondisi mabuk, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib maka tergolong syaitan, karena sifat syaitani sedang mengusai diri yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau khamar sudah dinyatakan haram, maka keberadaannya baik sedikit maupun banyak tetap haram. Suatu saat salah seorang sahabat mau mencoba mencampur khamar dengan obat, namun karena kehati-hatiannya maka ditanyakanlah tentang hal ini kepada Nabi Saw sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Nabi Saw bersabda: “Thariq bin Suwaid Ra bertanya kepada Nabi Saw tentang khamar dan beliau melarangnya. Lalu Thariq berkata, “Aku hanya menjadkannya campuran untuk obat”. Lalu Nabi Saw berkata lagi, “Itu bukan obat tetapi penyakit”. Bahkan lebih tegas lagi Nabi Saw menyatakan, “Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan” (HR Al Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Daud, Nabi Saw menyatakan, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit sekaligus dengan obatnya, oleh karena itu carilah obatnya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan”. Sedangkan, dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi saw menyatakan, “Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengetahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kerasnya peringatan ini yang dinyatakan, bahwa berjudi dan minum khamar adalah perbuatan syaitan, karena dia lambat laun dapat menghilangkan fungsi akal sehingga tidak mungkin yang bersangkutan bisa melaksanakan kewajibannya sebagai hamba-Nya. Sebaliknya, Allah SWT sangat menghargai orang-orang yang berhasil mengembangkan fungsi akalnya dengan benar sesuai dengan syariat-Nya. Allah SWT berfirman: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS.Az Zumar,39:9). Juga dalam firman-Nya: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ‘Ulama” (QS. Faathir, 35:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima, “melindungi harta”. Yakni dengan membuat aturan yang jelas untuk bisa menjadi hak setiap orang agar terlindungi hartanya di antaranya dengan menetapkan hukum potong tangan bagi pencuri. “Laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Al Maa-idah, 5:38). Juga peringatan keras sekaligus ancaman dari Allah SWT bagi mereka yang memakan harta milik orang lain dengan zalim, “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Jahannam) (QS. An Nisaa, 4:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keenam, “melindungi kehormatan seseorang”. Termasuk melindungi nama baik seseorang dan lain sebagainya, sehingga setiap orang berhak dilindungi kehormatannya di mata orang lain dari upaya pihak-pihak lain melemparkan fitnah, misalnya. Kecuali kalau mereka sendiri melakukan kejahatan. Karena itu betapa luar biasa Islam menetapkan hukuman yang keras dalam bentuk cambuk atau “Dera” delapan puluh kali bagi seorang yang tidak mampu membuktikan kebenaran tuduhan zinanya kepada orang lain. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik berbuat zina dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) dengan delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik”(QS. An Nuur, 24:4). Juga dalam firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat. Dan bagi mereka azab yang besar” (QS. An Nuur,24:23). Dan larangan keras pula untuk kita berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan dan menggunjing terhadap sesama mu’min (QS. Al Hujurat, 49:12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketujuh, “melindungi rasa aman seseorang”. Dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang harus aman dari rasa lapar dan takut. Sehingga seorang pemimpin dalam Islam harus bisa menciptakan lingkungan yang kondusif agar masyarakat yang di bawah kepemimpinannya itu “tidak mengalami kelaparan dan ketakutan”. Allah SWT berfirman: “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (QS. Al Quraisy, 106:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedelapan, “melindugi kehidupan bermasyarakat dan bernegara”. Islam menetapkan hukuman yang keras bagi mereka yang mencoba melakukan “kudeta” terhadap pemerintahan yang sah yang dipilih oleh ummat Islam “dengan cara yang Islami”. Bagi mereka yang tergolong Bughot ini, dihukum mati, disalib atau dipotong secara bersilang supaya keamanan negara terjamin (QS. Al Maa-idah, 5:33). Juga peringatan keras dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Saw menyatakan, “Apabila datang seorang yang mengkudeta khalifah yang sah maka penggallah lehernya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-4491069537129860612?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/4491069537129860612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=4491069537129860612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4491069537129860612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4491069537129860612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/tujuan-syariat-islam.html' title='Tujuan Syariat Islam'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-6955122472578625868</id><published>2010-08-27T03:09:00.001-07:00</published><updated>2010-08-27T03:10:22.270-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Waktu dan Kualitas Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THeO9iEtY-I/AAAAAAAAAHA/qcbXMosjXWE/s1600/al-ashr.gif"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px; " src="http://1.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THeO9iEtY-I/AAAAAAAAAHA/qcbXMosjXWE/s320/al-ashr.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510029856880813026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 17px; font-family:arial, verdana, tahoma, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. Demi masa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lebih lanjut, dalam Al-Qur’an surat Al-Imran (3) ayat 104, Allah berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dengan demikian, hanya orang-orang yang mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang munkarlah orang-orang yang memperoleh keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap muslim yang memahami ayat di atas, tentu saja berupaya secara optimal mengamalkannya. Dalam kondisi kekinian dimana banyak sekali ragam aktivitas yang harus ditunaikan, ditambah pula berbagai kendala dan tantangan yang harus dihadapi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang muslim haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, dirinya menginginkan sebagai ahli ibadah, dengan aktivitas &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;qiyamullail&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;shaum sunnah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;bertaqarrub illallah,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dalam hubungannya secara horizontal, ia menginginkan bermuamalah dengan masyarakat, mencari maisyah bagi keluarganya, menunaikan tugas dakwah di lingkungan masyarakat, maupun di tempat-tempat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Semua itu tentu saja harus diatur secara baik, agar apa yang kita inginkan dapat terlaksana secara optimal, tanpa harus meninggalkan yang lain. Misalnya, ada orang yang lebih memfokuskan amalan-amalan untuk bertaqarrub ilallah, tanpa bermu’amalah dengan masyarakat. Ada juga yang lebih mementingkan kegiatan muamalah dengan masyarakat, tetapi mengesampingkan kegiatan amalan ruhiyahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam hal ini, manajemen waktu untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada haruslah memiliki landasan-landasan berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pengetahuan kaidah yang rinci tentang optimalisasi waktu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap muslim, hendaknya memahami dan mengetahui kaidah-kaidah yang rinci tentang cara mengoptimalkan waktunya. Hal ini bertujuan untuk kebaikan dan kemaslahatan dirinya dan orang lain. Tokoh-tokoh seperti Imam Ibnul Jauzi, Imam Nawawi, dan Imam Suyuthi adalah orang-orang yang menjadi teladan bagi orang-orang yang bisa mengoptimalkan waktu semasa hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memiliki manajemen hidup yang baik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap muslim haruslah pandai mengatur segala urusan hidupnya dengan baik, menghindari kebiasaan yang tak jelas, matang dalam pertimbangan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan pekerjaan. Ia harus berpikir, membuat program, mempersiapkan, mengatur dan melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memiliki Wudhuhul Fikrah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang muslim haruslah memiliki keluasan atau fleksibilitas dalam berpikir, seperti mampu berpikir benar sebelum bertindak, berpengetahuan luas, mampu memahami substansi pemikiran dan paham. Hal itu penting sebagai dasar pengembangan berpikir ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Visioner&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang muslim juga harus memiliki pandangan jauh ke depan, bisa mengantisipasi berbagai persoalan yag akan terjadi di tahun-tahun mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Melihat secara utuh setiap persoalan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap orang yang dapat mengatur waktunya secara optimal, tidak melihat masalah secara parsial. Karena bisa jadi, persoalan itu memiliki kaitan dengan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mengetahui Perencanaan dan skala prioritas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak Isti’jal dalam mengerjakan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mengerjakan sesuatu dengan tidak tergesa-gesa dan berdasar pada ketenangan jiwa yang stabil merupakan landasan yang penting dalam mewujudkan hidup yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sementara, orang yang musta’jil menginginkan agar dalam waktu singkat ia mampu melakukan hal-hal yang terpuji, sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Hal ini jelas tidak sesuai dengan sunah kauniyah, yaitu hukum alam dan kebiasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Berupaya seoptimal mungkin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jika kita menginginkan terwujudnya aktivitas amal shalih, maka secara optimal kita harus mengarahkan diri pada persoalan itu sesuai kemampuan yang ada pada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Spesialisasi dan pembagian pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap muslim haruslah memiliki keahlian tertentu. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ia juga perlu memfokuskan pada keahlian tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Landasan-landasan di atas hanya dapat dipenuhi, jika telah memenuhi syarat sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Disiplin dan Pembiasaan sejak dini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Penanaman disiplin akan waktu, mengahargai waktu sejak kecil merupakan hal penting. Dengan demikian, ia akan terbiasa untuk mengatur hidupnya secara mandiri dan optimal untuk merencanakan berbagai macam aktivitas. Disiplin terkait dengan ibadah, tidur, makan, termasuk senda gurau. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Berilah istirahat hati karena kalau dipaksakan akan membabi buta.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memiliki kecerdasan dan kejeniusan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Munculnya indikasi kecerdasan pada seseorang merupakan faktor penting untuk bisa mewujudkan hal di atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memiliki kondisi fisik dan mental yang positif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Untuk melaksanakan manajemen waktu yang optimal, memang perlu ditunjang dengan adanya keinginan yang kuat, tindakan yang terus menerus, aktif, lapang dada, penuh optimisme, berpengetahuan luas, mampu memadukan berbagai pemikiran dan mampu mengendalikan emosi, seperti sedih, berduka dan susah, di samping memiliki budi pekerti dan akhhlak yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memiliki ketrampilan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pengetahuan yang luas, tanpa diiringi dengan ketrampilan hanya akan menjadi aksi yang tidak kongkret. Banyak orang yang pandai berbicara, tetapi hanya sedikit orang yang bisa bekerja dan menekuni bidang pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-6955122472578625868?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/6955122472578625868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=6955122472578625868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/6955122472578625868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/6955122472578625868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/manajemen-waktu-dan-kualitas-diri.html' title='Manajemen Waktu dan Kualitas Diri'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THeO9iEtY-I/AAAAAAAAAHA/qcbXMosjXWE/s72-c/al-ashr.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-3189371762101776396</id><published>2010-08-27T02:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T02:49:48.242-07:00</updated><title type='text'>Membangun Kepribadian Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THeKF8yi65I/AAAAAAAAAG4/apNtUtGkkjA/s1600/galih+mekah+3.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 98px; height: 130px; " src="http://3.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THeKF8yi65I/AAAAAAAAAG4/apNtUtGkkjA/s320/galih+mekah+3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510024503933201298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 17px; font-family:arial, verdana, tahoma, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia dibanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Allah SWT berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.” (QS. Al Isra: 70)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Urgensi Kepribadian Islami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Menjadi pribadi yang Islami merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam agama Islam. Hal ini karena Islam itu tidak hanya ajaran normatif yang hanya diyakini dan dipahami tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata, tapi Islam memadukan dua hal antara keyakinan dan aplikasi, antara norma dan perbuatan , antara keimanan dan amal saleh. Oleh sebab itulah ajaran yang diyakini dalam Islam harus tercermin dalam setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi-pribadi muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memang, setiap jiwa yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Tapi bukan berarti kesucian dari lahir itu meniadakan upaya untuk membangun dan menjaganya, justru karena telah diawali dengan fitrah itulah, jiwa tersebut harus dijaga dan dirawat kesuciannya dan selanjutnya dibangun agar menjadi pribadi yang islami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ruang Lingkung Kepribadian Islami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sebagai berikut:&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;A. Ruhiyah (Ma’nawiyah)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aspek ruhiyah adalah aspek yang harus mendapatkan perhatian khusus oleh setiap muslim. Sebab ruhiyah menjadi motor utama sisi lainnya, hal ini bisa kita simak dalam firman Allah SWT di Surat Asy-Syams : 7-10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh sangat beruntung orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (QS. Asy Syams: 7-10).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan dalam surat Al Hadid ayat 16:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Belumkah datang waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka berdzikir kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab di dalamnya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik ” QS. Al-&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hadid:16).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ayat-ayat di atas memberikan pelajaran kepada kita akan pentingnya untuk senantiasa menjaga ruhiyah, kerugian yang besar bagi orang yang mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang bisa mengeraskan hati. Bahkan tarbiyah ruhiyah adalah dasar dari seluruh bentuk tarbiyah, menjadi pendorong untuk beramal saleh dan dia juga memperkokoh jiwa manusia dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aspek-aspek yang sangat terkait dengan ma’nawiyah seseorang adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aspek Aqidah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Ruhiyah yang baik akan melahirkan aqidah yang lurus dan kokoh, dan sebaliknya ruhiyah yang lemah bisa menyebabkan lemahnya aqidah. Padahal aqidah adalah suatu keyakinan yang akan mewarnai sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh sebab itu kalau ingin aqidahnya terbangun dengan baik maka ruhiyahnya harus dikokohkan. Jadi ruhiyah menempati posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim karena dia akan mempengaruhi bangunan aqidahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aspek akhlaq&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Akhlaq adalah bukti tingkah laku dari nilai yang diyakini seseorang. Akhlaq merupakan bagian penting dari keimanan. Akhlaq juga salah satu tolok ukur kesempurnaan iman seseorang. Terawatnya ruhiyah akan membuahkan bagusnya akhlaq seseorang. Allah swt dalam beberapa ayat senantiasa menggandengkan antara iman dengan berbuat baik. Rasulullah saw pun ketika ditanya tentang siapakah yang paling baik imannya ternyata jawab Rasulullah saw adalah yang baik akhlaqnya (“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ahsanuhum khuluqan”)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="arabic" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; line-height: 30pt; direction: rtl; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;أي المؤمنين افضل إيمانا ؟ قال احسنهم خلقا. رواه ابو داود والترمذى والنسائ والحاكم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Mukmin mana yang paling baik imannya? Jawab Rasulullah ” yang paling baik akhlaqnya” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bahkan diutusnya Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- pun untuk menyempurnakan akhlaq manusia sehingga menjadi akhlaq yang islami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="arabic" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; line-height: 30pt; direction: rtl; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;َ إًَِنما بعثت لأتمم مكا رم الأخلاق&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tolok ukur dan patokan baik dan tidaknya akhlaq adalah al-Qur’an. Itulah sebabnya akhlaq keseharian Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- merupakan cerminan dari Al-Qur’an yang beliau yakini. Hal ini terbukti dari jawaban Aisyah ra ketika ditanya tentang bagaimana akhlaq Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- , jawab beliau “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akhlaq Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- adalah al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="arabic" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; line-height: 30pt; direction: rtl; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;كان خلقه القرآن&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aspek tingkah laku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Tingkah laku adalah cerminan dari akhlaq yang melekat pada diri seseorang….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;B. Fikriyah (‘Aqliyah)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kepribadian Islami juga ditentukan oleh sejauh mana kokoh dan tidaknya aspek fikriyah. Kejernihan fikrah, kekuatan akal seseorang akan memunculkan amalan, kreativitas dan akan lebih dirasa daya manfaat seseorang untuk orang lain. Fikrah yang dimaksud meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Wawasan keislaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Sebagai seorang muslim menjadi keniscayaan bagi dia untuk memperluas wawasan keislaman. Sebab dengan wawasan keislaman akan memperkokoh keyakinan keimanan dan daya manfaat diri untuk orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pola pikir islami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Pola pikir islami juga harus dibangun dalam diri seorang muslim. Semua alur berpikir seorang muslim harus mengarah dan bersumber pada satu sumber yaitu kebenaran dari Allah swt. Islam sangat menghargai kerja pikir ummatnya. Di dalam al-Qur’an pun sering kita jumpai ayat ayat yang menganjurkan untuk berpikir: “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;afala ta’qiluun, afala tatafakkaruun, la’allakum ta’qiluun, la’allakum tadzakkaruun,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="arabic" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; line-height: 30pt; direction: rtl; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;افلا تعقلون ,أفلا تذكرون, افلا تتفكرون, لعلكم تعقلون,لعلكم تذكرون&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang muslim harus senantiasa menggunakan daya pikirnya. Allah mewujudkan fenomena alam untuk dipikirkan, beraneka macamnya tingkah laku manusia sampai adanya aneka pemikiran dan pemahaman manusia hendaknya menjadi pemikiran seorang muslim. Tetapi satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa tujuan berpikir tidak lain adalah untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ- bukan sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Disiplin (tepat) dan tetap (tsabat) dalam berislam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Sungguh kehidupan ini tidak terlepas dari ujian, rintangan dan tantangan serta hambatan. Ujian tersebut tidak akan berakhir sebelum nafasnya berakhir. Oleh sebab itulah untuk menghadapinya perlu &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;tsabat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dalam berpegang pada syariat Allah swt.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (QS. Al-Hijr: 99)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di surat Ali Imran: 102 Allah SWT menjelaskan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu sebenar-benar taqwa. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(QS. Ali Imran: 102)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Begitu pentingnya tsabat dijalan Allah, sampai Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- mengajarkan do’a kepada ummatnya, sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="arabic" style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; line-height: 30pt; direction: rtl; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك (رواه الترمذى)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati-hati kami untuk tetap berada pada agamaMu “&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;C. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Amaliyah (Harokiyah)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di antara sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sisi amaliyahnya. Amaliyah harakiah yang merubah kehidupan seorang mukmin menjadi lebih baik. Hal ini penting sebab amaliyah adalah satu di antara tiga tuntutan iman dan Islam seseorang. Tiga tuntutan tersebut adalah: &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;al-iqror bil- lisan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (ikrar dengan lisan), &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;at-tashdiq bil-qalb&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; ( meyakini dengan hati), dan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;al-amal bil jawarih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (beramal dengan seluruh anggota badan). Jadi tidak cukup seseorang menyatakan beriman tanpa mewujudkan apa yang diyakininya dalam bentuk amal yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Maka katakanlah “beramallah kamu niscaya Allah dan RasulNya serta orang-orang beriman akan melihat amalanmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;QS. at-Taubah: 105)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Umat Islam dituntut oleh Allah –subhânahu wa ta`âlâ- untuk menunaikan sejumlah amal, baik yang bersifat individual maupun yang kolektif bahkan kewajiban yang sistemik. Kewajiban individual akan lebih khusyu’ dan lebih baik pelaksanaannya jika ditunjang dengan sistem yang kondusif. Shalat, puasa , zakat dan haji misalnya akan lebih baik dan lebih khusyu’ kalau dilaksanakan di tengah suasana yang aman tenteram dan kondusif. Apalagi kewajiban yang bersifat sistemik seperti dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, jihad dsb, mutlak memerlukan ketersediaan perangkat sistem yang memungkinkan terlaksananya amal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pentingnya amaliyah harakiah dalam kehidupan seorang mukmin laksana air. Semakin banyak air bergerak dan mengalir semakin jernih dan semakin sehat air tersebut. Demikian juga seorang muslim semakin banyak amal baiknya, akan semakin banyak daya untuk membersihkan dirinya, sebab amalan yang baik bisa menjadi penghapus dosa. Simaklah QS. Huud: 114&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan yang buruk (dosa), itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(QS. Huud: 114)&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ada sedikitnya tiga alasan kenapa seorang harus beramal:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kewajiban diri pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebagai hamba Allah tentunya harus menyadari bahwa dirinya diciptakan bukan untuk hal yang sia-sia. Baik jin dan manusia Allah ciptakan untuk tujuan yang amat mulia yaitu untuk beribadah, menghamba kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ-. Amalan adalah bentuk refleksi dari rasa penghambaan diri kepada Dzat yang mencipta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(QS. Adz Dzaariyaat: 56)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di samping itu pertanggungjawaban di depan mahkamah Allah nanti bersifat individu. Setiap individu akan merasakan balasan amalan diri pribadinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (QS. an-Najm: 39-41).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kewajiban terhadap keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Keluarga adalah lapisan kedua dalam pembentukan ummat. Lapisan ini akan memiliki pengaruh yang kuat baik dan rusaknya sebuah ummat. Oleh sebab itulah seseorang dituntut untuk beramal karena terkait dengan kewajiban dia membentuk keluarga yang Islami, sebab tidak akan terbentuk masyarakat yang baik tanpa melalui pembentukan keluarga yang baik dan islami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (QS. At-Tahrim :6)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap muslim seharusnya mampu membentuk keluarga yang berkhidmat untuk Islam, seluruh anggota keluarga terlibat dalam amal islami di seluruh bidang kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kewajiban terhadap dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Beramal haraki bagi seorang muslim bukan hanya atas tuntutan kewajiban diri dan keluarganya saja, akan tetapi juga karena tuntutan dakwah. Islam tidak hanya menuntut seseorang saleh secara individu tapi juga saleh secara sosial.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;” (QS. At-Taubah:71)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(QS. Ali Imran: 104)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Juga di dalam surat Fushshilat ayat 33:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(QS. Fushshilat: 33)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Allahu a’lam&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-3189371762101776396?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/3189371762101776396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=3189371762101776396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3189371762101776396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3189371762101776396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/membangun-kepribadian-islami.html' title='Membangun Kepribadian Islami'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THeKF8yi65I/AAAAAAAAAG4/apNtUtGkkjA/s72-c/galih+mekah+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-1604673232149265284</id><published>2010-08-21T10:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:57:11.901-07:00</updated><title type='text'>Akidah Asas Akhlak Mulia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THATYgfPBgI/AAAAAAAAAGw/kqx3VLPrYns/s1600/DSC01128.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " src="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THATYgfPBgI/AAAAAAAAAGw/kqx3VLPrYns/s320/DSC01128.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507923656032847362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; - Dalam pandangan Islam, akidah merupakan azas utama yang diharapkan dapat membentuk kepribadian yang mulia dalam diri seseorang. Dan, dia juga merupakan tonggak untuk kehidupan sebuah masyarakat yang marhamah yakni kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir bathin dalam ridha Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kita sadari betul, bahwa betapa kuatnya pengaruh akidah dalam membentuk pribadi yang mulia dalam membentuk sebuah kehidupan masyarakat yang marhamah. Salah satu dampak akidah dalam mengantarkan seseorang untuk mau menunaikan kewajibannya, di antaranya adalah yang berkaitan dengan harta. Seperti kita maklumi bersama, dalam aturan hukum negara yang tidak berdasar syariat Islam pun diaturlah bahwa setiap warga negara berkewajiban membayar pajak. Yang besaran pajaknya ditetapkan oleh negara. Namun demikian, dalam kenyataannya betapa tidak mudah pihak pemerintah untuk bisa mengumpulkan pajak dari rakyatnya. Padahal, berbagai imbauan telah disebarluaskan tapi tetap saja masih susah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kenapa hal ini bisa terjadi ? Ini terjadi karena masing-masing manusia sesuai de-ngan kecenderungannya yang kuat di antaranya mencintai harta. Akhirnya dia akan cenderung menghindar dari hal-hal yang bisa mengurangi hartanya, termasuk dalam hal ini adalah membayar  pajak. Di dalam Islam, memang ada aturan juga yang menyangkut masalah kewajiban mengenai mengeluarkan sebagian harta yang dikenal dengan infak.  Infak itu sendiri  adalah sebagai aturan dasarnya. Sehingga muncul ada yang hukumnya wajib dan ada pula yang sunnah. Yang wajib di antaranya adalah zakat fitrah, maal, fidyah, kifarat dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kalau kita lihat di dalam aturan Islam, walaupun mungkin juga ada sebagian manusia yang enggan mengeluarkan zakat. Tapi, bagi seorang yang mu'min mustahil itu akan terjadi kalaupun tidak harus dengan ancaman apa-apa dari pihak pemerintah, misalnya. Bahkan di negeri kita ini yang tidak berdasar syariat Islam yang tidak mengatur seorang muslim wajib mengeluarkan zakat, dengan konsekuensi hukum bagi mereka yang tidak mengeluarkan zakat, tapi dalam kenyataannya lebih banyak orang muslim yang mengeluarkan zakat daripada yang membayar pajak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Padahal, tidak ada konsekuensi hukum apa-apa dalam arti konsekuensi hukum duniawi. Demikian pula, tidak ada yang terlibat ikut menghitung harta setiap orang muslim. Tapi, kenyataannya masing-masing dari mereka datang untuk mengeluarkan zakatnya. Ada yang datang ke masjid-masjid atau yayasan-yayasan dan lain sebagainya. Mereka menghitung sendiri dan mereka dengan ikhlas membagikan zakat hartanya itu. Yang bisa mengantarkan seseorang berbuat semacam itu tidak lain adalah keimanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Dengan keimanannya, dia sadar betul bahwa memang harta seseorang manakala dia sudah memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh Islam, nishab dan haul-nya, maka sebagian hartanya terutama yang menyangkut zakat maal itu sudah bukan lagi miliknya, tapi menjadi miliki 8 golongan manusia. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’alaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”(At Taubah, 9 : 60).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Seorang muslim, dia menyadari betul jika hartanya itu sudah memenuhi kriteria nishab dan haul maka minimal 2,5 persen itu sudah bukan harta miliknya lagi, tapi merupakan harta hak milik 8 golongan itu. Yang kalau dia tidak mengeluarkan zakatnya itu berarti dia sudah memakan hak orang lain. Sedangkan ancaman memakan hak orang lain itu ancamannya berat sekali. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang- orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)" (An Nisaa', 4 : 10). Sangatlah berat ancamannya. Bagi seorang mu'min, siapa yang siap menyiapkan bara api neraka jahannam sepenuh perutnya ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,  Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu adalah Dzat Yang Mahabaik, karena itu Dia tidak akan menerima dari hamba-Nya kecuali yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mu'min sebagaimana yang Allah perintahkan kepada para rasul. Lantas beliau mengutip firman Allah SWT : "Wahai para rasul makanlah dari yang baik-baik dan beramal shaleh-lah…" (Al Mu'minuun, 23 : 51). Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik sebagaimana yang telah Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kalian kepada Allah…."(Al Baqarah, 2 : 172)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Intinya, pada awalnya Rasulullah Saw mengingatkan kepada kita bahwa Allah itu adalah Dzat Yang Mahabaik. Dia tidak akan menerima dari hamba-Nya kecuali dari hal yang baik-baik. Pengertian dari hal yang baik-baik di sini adalah baik dalam bentuk ibadah maupun dalam pribadi hamba-Nya itu sendiri. Kemudian Rasulullah Saw menceritakan tentang adanya seorang laki-laki yang sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh, rambutnya kusut, pakaiannya kumal. Di tengah-tengah teriknya padang pasir dia mengulurkan kedua tangannya sambil  berdoa, wahai Tuhan - wahai Tuhan. Dia menjerit-jerit kepada Allah SWT, berdoa memohon agar Allah SWT membebaskan dia dari penderitaannya itu. Para sahabat yang sempat menyaksikan peristiwa itu sempat berkomentar bagaimana mungkin Allah SWT tidak akan mengabulkan doa hamba-Nya yang sudah menderita sedemikian rupa ? Dia telah berdoa memelas seperti itu di tengah teriknya padang pasir, seakan-akan dia tidak mau meninggalkan padang pasir itu sebelum Allah SWT mengabulkan doanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Betapa terkejutnya para sahabat ketika Rasul kemudian mengatakan, bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya ini ? Para sahabat bertanya, kenapa ya Rasul ? Jawab Rasul: dalam kondisi seperti ini Allah tidak mungkin mengabulkan doa dia. Akhirnya Rasul menjelaskan, dulu orang tersebut hidup dalam kecukupan sebelum dia menderita seperti ini. Hanya sayang hartanya itu dia peroleh dengan jalan yang haram. Sehingga pakaian yang dia pakai sebagian dia beli dari harta yang haram, minuman yang dia minum juga dia beli dari uang hasil yang haram, makanan yang dia makan juga dia makan dari harta yang haram, karena itu dia dikenyangkan/dihidupkan sehari-hari dari hasil uang yang haram. Kalau hidupnya sudah bergelimang dengan yang haram-haram seperti itu, bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan doa dia? (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kalau kita boleh tamsilkan, jika hanya sebab seseorang buang angin (kentut) membuat yang bersangkutan tidak bisa berjumpa dengan Allah dalam shalat, sebelum berwudhu terlebih dulu membersihkan bagian yang tidak berhubungan dengan keluarnya angin tadi. Di mana bila dipaksakan shalat tanpa berwudhu, maka shalat kita pasti tidak diterima. Ternyata, keluarnya angin dari tubuh kita pun bisa menghalangi kita berjumpa dengan Allah. Inilah betapa mulia ajaran Islam, betapa Allah itu sangat thoyyib yang tidak akan menerima kecuali yang thoyyib lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Jika hanya sebab kita buang air kecil atau hajat besar, maka seseorang tidak bisa lagi berjumpa dengan Allah lewat shalat sebelum berwudhu. Bila sebab seseorang dalam keadaan junub, oleh sebab melakukan yang halal dan bagian dari ibadah dalam bentuk hubungan suami-istri menyebabkan seseorang tidak bisa menghadap Allah kecuali harus mandi junub terlebih dahulu. Jangankan shalat, I'tikaf di masjid pun haram. Jika hanya sebab seorang wanita sedang kedatangan tamu terhormat dalam tiap bulannya, maka haramlah dia baik melakukan shalat, shaum maupun thawaf. Padahal, kedatangan tamu bulanan itu sendiri merupakan anugerah dari Allah, tapi Allah sendiri mengharamkan bagi wanita untuk tidak shalat, shaum atau thawaf. Kalau hanya sebab kaki kita tersentuh air liur anjing, misalnya, maka harus kita basuh dulu sebanyak 7 kali yang salah satunya dengan tanah, barulah kita bisa shalat. Di mana bila kita biarkan najis tersebut terbawa dalam shalat maka shalat tidak akan diterima Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Jika air liur anjing, buang air besar, buang air kecil, haid atau nifas, laki-laki dan wanita yang sedang keadaan junub, bahkan sampai buang angin tadi telah menghalangi seseorang untuk berjumpa dengan Allah, bagaimana mungkin seseorang akan diterima shalatnya, ibadahnya, didengar dan dikabulkan do'anya oleh Allah kalau yang najis itu bahkan sudah menjadi darah dan daging yang bersangkutan, karena yang dimakan, diminum dan dipakainya adalah sesuatu yang haram ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Lewat keyakinan seperti ini seorang mu'min akan sangat luar biasa berhati-hati dalam hidupnya. Dia tidak akan mungkin korupsi, mencuri, merampok, menipu, berjudi, dan lain sebagainya. Jadi layaklah jika kita mengatakan, bahwa krisis berkepanjangan di negeri ini sebabnya adalah “krisis keimanan”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Wallahu a’lam bish-shawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;b&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-1604673232149265284?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/1604673232149265284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=1604673232149265284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1604673232149265284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1604673232149265284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/akidah-asas-akhlak-mulia.html' title='Akidah Asas Akhlak Mulia'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THATYgfPBgI/AAAAAAAAAGw/kqx3VLPrYns/s72-c/DSC01128.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-3259610488657383428</id><published>2010-08-21T10:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:50:09.577-07:00</updated><title type='text'>Manusia Dan Akal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THARsRnlZhI/AAAAAAAAAGo/axbHh7p9-XQ/s1600/Jamaah+Zikir+Pengobatan.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " src="http://1.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THARsRnlZhI/AAAAAAAAAGo/axbHh7p9-XQ/s320/Jamaah+Zikir+Pengobatan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507921796615464466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;- Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan Allah SWT di samping makhluk-makhluk lain ciptaan-Nya. Di samping adanya perbedaan yang sangat mendasar antara penciptaan binatang dan manusia, ternyata masih ada kesamaan di antara keduanya. Kesamaannya, masing-masing baik binatang maupun manusia itu diciptakan secara fitrah memiliki kecenderungan memenuhi kebutuhan hawa nafsu. Adapun perbedaan yang sangat mendasar dari keduanya adalah dalam proses pemenuhan hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Binatang, oleh karena mereka tidak diberi akal maka naluri kecenderungan pemenuhan hawa nafsunya hanya sebatas fitrahnya. Misalnya, bila lapar lantas mereka pun akan segera mencari makanan untuk dimakan. Setelah kenyang mereka akan diam. Sebelum lapar mereka tidak akan makan, mereka akan makan hanya pada saat mereka betul-betul merasa lapar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Dalam kehidupan binatang, ada yang berusaha menutupi kebutuhan hidupnya dengan sendiri-sendiri, ada pula yang membina kebersamaan di bawah satu kepemimpinan seperti dalam kelompok lebah atau tawon atau An Nahl. Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu) dari perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesung-guhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”(An Nahl, 16 :68-69).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ayat di atas mengingatkan kita akan kebersamaan para lebah untuk menjadi contoh bagi kita, di bawah satu kepemimpinan mereka membina kesatuan, kerja sama yang sangat baik dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh manusia di antaranya madu yang bisa menjadi obat. Demikian pula, kehidupan semut pun dalam membina kebersamaan layaklah kita tiru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Adapun manusia, di samping memiliki kecenderungan hawa nafsu untuk memenuhi kebutuhan hidup baik nafsu makan ataupun nafsu kebutuhan biologis, selain itu pula manusia diberi akal. Semestinya dengan akalnya ini manusia harus lebih bisa mengendalikan hawa nafsunya dibanding dengan binatang. Karena dengan akalnya, manusia harus bisa terbimbing untuk bisa membedakan mana yang menjadi haknya dan mana yang menjadi hak orang lain, mampu membedakan mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan, dan harus mampu pula membedakan mana yang bisa dinikmati dan mana yang tidak boleh dinikmatinya. Sesungguhnya, manusia derajatnya harus lebih baik daripada binatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Tetapi dalam realita kehidupan, menurut Al Madudi, kita selalu menyaksikan hampir pada setiap zaman justru sebagian besar manusia itu lebih tidak terkendali dalam memenuhi kebutuhan hawa nafsunya dibanding dengan binatang. Ini terjadi akibat dari lepasnya kendali dalam dirinya, karena akal yang seharusnya berfungsi mengendalikan hawa nafsu, namun pada prakteknya malah dikendalikan hawa nafsu. Sekan-akan tugas dan fungsi akal hanyalah memikirkan bagaimana caranya untuk memuaskan hawa nafsu. Ini semua bisa terjadi tiada lain karena tidak adanya kendali agama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Di dalam Al Qur’an, dijelaskan bahwa manusia-manusia yang seperti ini tidak ubahnya binatang ternak bahkan jauh lebih rendah daripada binatang. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Al A’raaf, 7 : 179).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Mereka memiliki akal tetapi tidak dipergunakan untuk berfikir pada jalan yang benar, mereka memiliki mata tetapi tidak dipakai untuk melihat yang benar, mereka memiliki pendengaran juga tidak dipakai untuk mendengar kalimat-kalimat Allah yang seharusnya dapat menuntun hidup mereka. Akhirnya mereka tidak ada ubahnya seperti binatang bahkan lebih rendah daripada binatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Lebih lanjut, Al Madudi menyatakan, “Bila kita mau jujur melihat, kita tidak akan pernah menyaksikan ada sekelompok singa yang berusaha menyusun angkatan bersenjatanya untuk menyerang kelompok singa yang lain. Atau juga, kita tidak akan pernah menyaksikan ada seekor anjing yang berusaha untuk memperbudak anjing yang lain. Jujur saja, kita juga tidak akan pernah melihat ada seekor katak yang berusaha menutup mulut katak yang lain dengan tidak memberinya kesempatan untuk bersuara”. Bila dilihat dari sisi ini, ternyata hak asasi binatang (HAB) di dunia binatang itu jauh lebih terpenuhi dengan baik dibanding dengan hak asasi manusia (HAM) dalam kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kata Al Madudi pula, kalau kita berbicara tentang binatang yang diberi gelar oleh manusia dengan gelar “Binatang Buas”. Padahal, sebuas-buasnya binatang tidak akan mengalahkan buasnya manusia. Sejak binatang buas dan manusia itu ada, berapa jumlah korban manusia yang pernah dimakan binatang buas dibandingkan kebuasan manusia atas manusia pada Perang Dunia I, misalnya. Bila dilhat dari sisi ini sebenarnya manusia lebih buas daripada binatang buas itu sendiri. Yakni manusia-manusia yang tidak mau mempergunakan hati, mata dan pendengaran mereka pada jalan yang benar. Mereka betul-betul termasuk, “kal an’aam” (binatang ternak), “bal hum adhallu” (bahkan mereka jauh lebih redah) daripada binatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Pertanyaannya, lantas hal apa yang sekiranya bisa meluruskan tingkah laku manusia yang sudah sedemikian rusak moralnya ? Jawabannya, Islamlah yang menjadi solusinya. Di dalam Al Quran dinyatakan, bahwa Rasulullah Saw ditamsilkan oleh Allah SWT sebagai sosok hamba-Nya yang memang hadir dalam kehidupan ini untuk menjadi suri teladan. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya engkau Muhammad adalah orang yang memiliki akhlak yang sangat agung atau mulia” (Al Qalam, 68 : 4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Rasulullah Saw sendiri menyatakan bahwa: “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah SWT hanyalah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak manusia” (HR. Sa’ad, Bukhari, Baihaqi dari Abu Hurairah). Oleh karena itu, kalau kita lihat risalah Islam baik itu yang menyangkut masalah akidah dan syariah maka seluruh risalah Islam ini bemuara pada pembentukan akhlak. Sehingga akan bisa menjadi ukuran bahwa seseorang itu sudah benar akidah dan ibadahnya bisa dilihat dari akhlaknya. Jadi, yang menjadi parameter atau ukurannya adalah akhlaknya. Sehinggga Ibnu Qayyim pernah menyatakan, bahwa agama itu adalah akhlak, barangsiapa yang bertambah baik akhlaknya berarti dia bertambah baik agamanya. Ini sejalan dengan hadits, di mana Rasululah Saw pernah bersabda: “Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya’ (HR. Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ini adalah sebuah prinsip risalah Islam yang hadir untuk membawa manusia mencapai kepribadian atau akhlak yang mulia agar tidak terseret dalam kehidupan seperti binatang. Pertanyaannya, bagaimana cara Islam bisa membentuk itu semua ? Pembentukannya tiada lain diawali dengan pembentukan keimanan atau akidah, disadarkannya manusia tentang apa yang menjadi tujuan hidupnya. Orang yang “tidak” beragama maka jelas dia tidak akan memiliki tujuan hidupnya. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam)” (Ar Ra’d, 13 : 25).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Hawa nafsu bisa membuat manusia menjadi buta matanya, tuli telinganya dan tumpul  akalnya tidak bisa berfikir ke jalan yang benar. Karena hawa nafsunya sudah menjadi ilah atau tuhannya. Allah SWT berfirman: “Dan siapakah orang yang lebih sesat dari orang yang telah mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah” (Al Qashash, 28 : 50). Dalam firman-Nya pula: “Tidakkah engkau perhatikan mereka orang-orang yang telah menjadikan hawa nafsu mereka itu sebagai ilah atau tuhan” (Al Furqaan, 25 : 43)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ayat di atas menggambarkan kondisi manusia yang hidup tanpa iman, mereka betul-betul sudah menjadikan nafsu mereka sebagai tuhannya. Maka kita tidak bisa banyak berharap akan lahir sifat-sifat kemanusiaan dari manusia-manusia seperti ini. Lebih berbahaya lagi jika orang-orang seperti ini bisa tampil sebagai pemimpin masyarakat, maka dia tidak akan peduli dengan rintihan atau jeritan orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Segala macam cara untuk memperoleh kenikmatan dunia ia jalankan tanpa mau melihat lagi batasan halal dan haram.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Sebaliknya, bagi seorang mu’min tidaklah demikian. Dia akan menyadari betul apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dia menyadari bahwa hidup di alam dunia ini bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan hawa nafsunya, bahkan dia pun sadar betul bahwa hidup di alam dunia ini sendiri bukanlah merupakan tujuan. Yang menjadi tujuan hidupnya tiada lain adalah akhirat dan ridha-Nya. Allah SWT berfirman: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”(Al Qashash, 28 : 77).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Gambaran falsafah hidup seorang muslim terhadap dunia ini digambarkan oleh Allah SWT lewat firman-Nya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun pada waktu sahur”(Ali Imran, 3 : 14-17). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Wallahu a’lam bish-shawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;b&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-3259610488657383428?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/3259610488657383428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=3259610488657383428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3259610488657383428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3259610488657383428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/manusia-dan-akal.html' title='Manusia Dan Akal'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THARsRnlZhI/AAAAAAAAAGo/axbHh7p9-XQ/s72-c/Jamaah+Zikir+Pengobatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-8393612414878800015</id><published>2010-08-21T10:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:46:51.263-07:00</updated><title type='text'>Isra Mi'raj</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THAQ_vKyuHI/AAAAAAAAAGg/kYtiXEw1FzM/s1600/batu_pijakan_nabi_isra_miraj1.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 267px; height: 320px; " src="http://3.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THAQ_vKyuHI/AAAAAAAAAGg/kYtiXEw1FzM/s320/batu_pijakan_nabi_isra_miraj1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507921031453653106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; - Subhaanalladzii asraa bi ‘abdihii lailam minal masjidil haraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahuu li nuriyahuu min aayaatinaa innahuu huwas samii’ul bashiir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Al Israa’, 17 : 1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Momen peringatan hari-hari besar Islam seringkali diperingati, namun terkadang karena kurang pada tempatnya dalam menempatkan posisi akal untuk memahami hal yang bersifat ghaib, maka seringkali kita akhirnya tidak bisa memetik hikmahnya. Padahal, masalah keimanan itu selalu berkaitan dengan hal yang ghaib. Allah SWT berfirman: “Alladziina yu’minuuna bil ghaib” (Al Baqarah, 2 : 3)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinamakan sesuatu itu ghaib manakala tidak bisa direkam oleh indra kita, yang karenanya tidak bisa diolah oleh akal. Sebab fungsi akal adalah mengolah data-data yang sempat direkam oleh indra kita. Sesuatu yang tidak bisa dilihat, didengar dan tidak bisa dirasa, tentu tidak akan bisa dimengerti oleh akal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itu, peristiwa Isra Mi’raj ini termasuk dalam perkara yang ghaib yang harus diterima oleh keimanan terlebih dahulu sebelum akal. Ketika peristiwa Isra Mi’raj terjadi, maka pada saat itu sempat menghebohkan, bahkan sempat pula melahirkan tuduhan orang-orang musyrikin yang semakin gencar yang menuduh Nabi Muhammad Saw itu adalah orang gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini juga sempat mempengaruhi orang-orang Islam pada saat itu. Ketika berita ini sampai kepada Abu Bakar Ash Shidiq Ra dan ummat meminta bagaimana pandangan Beliau, maka hanya satu pertanyaan yang Beliau ajukan kepada para sahabat, “dari mana kalian mendengar terjadinya peristiwa ini ? Kata para sahabat, kami mendengar dari Rasulullah Saw. Lalu Abu Bakar Ra mengatakan, kalau dalam hal ini yang mengatakan Rasulullah Saw, maka kalian tinggal meyakininya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kendati sudah jelas masalah Isra Mi’raj ini berkaitan dengan masalah keimanan, namun kita tetap masih saja bisa menyaksikan tidak sedikit di antara saudara-saudara kita yang tertarik untuk tetap mempersoalkan peristiwa Isra Mi’raj ini dengan pendekatan akal. Sebenarnya tidaklah salah sepenuhnya, tetapi karena kurang tepatnya kita dalam menempatkan posisi akal. Maka seringkali diskusi-diskusi atau seminar-seminar yang diselenggarakan ini tidak mencapai yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, masih sering dipersoalkan oleh sebagian orang, apakah peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah Saw itu hanya sekadar ruh Beliau, ataukah ruh sekaligus jasadnya ? Kalau dikatakan kepada mereka bahwa peristiwa ini hanya ruh Nabi Muhammad Saw, maka biasanya mereka akan mengatakan di mana letak kebesaran peristiwa itu karena terkesan hampir tidak jauh berbeda dengan mimpi. Tapi kalau dikatakan kepada mereka, bahwa peristiwa itu terjadi bukan hanya ruh Nabi Muhammad Saw saja, tapi ruh sekaligus dengan jasadnya, maka mereka akan mengatakan, bagaimana hal itu bisa terjadi ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan ini terjadi semata-mata karena merupakan pendekatan akal belaka yang diutamakan. Menurut mereka, bagaimana mungkin Nabi Muhammad Saw itu bisa pergi-pulang Isra dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Yerusalem) yang kemudian mi’raj melewati sekian lapis langit untuk sampai ke Sidratul Muntaha hanya ditempuh dalam waktu satu malam ?  Padahal menurut  penelitian, bila saja manusia keluar dari perut bumi ini tidak mungkin bisa hidup jika tidak dibekali oksigen. Sementara tidak ada keterangan yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw itu dalam Isra Mi’raj-nya dibekali tabung yang berisi oksigen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kemudian dikatakan kepada mereka bahwa hendaknya ini tidak diukur dengan kemampuan manusia bernama Muhammad, tetapi hendaknya diukur dengan pendampingnya adalah Malaikat Jibril yang notabene malaikat yang diciptakan dari cahaya, maka mereka masih akan berdalih lagi dengan mengatakan, kecepatan cahaya saat ini sudah bisa diukur oleh manusia. Hal ini pun menurut mereka tidak mungkin karena perjalanan sejauh itu hanya ditempuh dalam satu malam. Maka tambah hangatlah diskusi mereka. Inilah merupakan penyakit kronis dari sebagian kehidupan masyarakat kita manakala ada suatu perintah dan larangan dari Allah SWT yang sudah jelas perintah dan larangan-Nya, mereka tidaklah segera melaksanakan perintah dan meninggalkan larangannya, malah disibukkan hanya mendiskusikannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara pendapat sebagian besar ulama menyatakan, bahwa peristiwa ini terjadi sekaligus ruh dan jasad Nabi Muhammad Saw. Alasan yang mendasarinya karena memang sangat jelas ayatnya menyatakan, Subhaanalladzii asraa bi ‘abdihii. Pengertian Abdun pada ayat ini adalah hamba. Adapun yang dinamakan seorang hamba Allah berarti termasuk ruh dan jasadnya. Demikian pula, diri kita ini termasuk hamba Allah yang tentunya termasuk juga di dalamnya ruh dan jasad kita. Andaikata yang di-Isra Mi’raj-kan itu hanya ruh Nabi Muhammad Saw saja, maka ayatnya akan berbunyi, subhanaalladzii asraa bi ruuhi ‘abdihii, Mahasuci Allah yang telah meng-Isra-kan ruh hambanya yang berarti tidak dengan jasadnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan, seandainya memang yang di-Isra Mi’raj-kan oleh Allah itu hanya sekadar ruh Nabi Muhammad Saw saja, maka tidak akan terasa pernyataan Allah SWT dalam lanjutan ayat-Nya yang menyatakan, “li nuriyahuu min aayaatinaa” (Untuk Kami tunjukkan kepada manusia tanda-tanda kekuasaan Kami).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, yang terpenting bagi kita, adakah yang bisa kita petik hikmahnya di balik peristiwa Isra Mi’raj ini ? Sebenarnya ada sesuatu yang bisa kita petik hikmahnya dari peristiwa ini. Bagi kita sebagai seorang mu’min adalah, kita yakin bahwa segala sesuatu yang mustahil menurut akal kita, itu tidak mustahil menurut Allah Yang Mahakuasa. Hikmahnya bagi kita adalah, rasa optimis mesti selalu ada pada diri kita. Sehingga kalau kita dihadapkan pada suatu masalah yang sudah buntu atau tidak mungkin menurut akal kita, tetap saja kita “tidak akan” pesimis, “tidak akan” sampai putus asa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT telah mengingatkan kita melalui firman-Nya: “Jangan sekali-kali kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf, 12:87). Dalam ayat ini rasa putus asa itu identik dengan kekafiran. Sebab orang yang putus asa itu berarti dia sudah tidak beriman atau tidak meyakini lagi bahwa Allah Yang Mahakuasa dapat mengubah segala sesuatunya. Padahal, tidak ada yang mustahil jika Allah SWT menghendakinya. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya “kun”(jadilah) maka jadilah ia”(QS. Yaasiin, 36:82).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paling tidak, ada ”tiga” hal yang bisa kita petik hikmahnya dari peristiwa ini. Hikmah pertama adalah masalah keimanan, yakni menambah keyakinan kita kepada Allah SWT bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Hikmah kedua, kita mesti memahami “hasil” yang dibawa dari perjalanan peristiwa ini adalah diperintahkannya kita menegakkan shalat fardlu lima waktu. Manakala Allah memerintahkan ibadah lain selain shalat, maka Allah cukup berfirman kepada Rasulullah Saw baik itu langsung wahyu atau pun melalui perantara Malaikat Jibril. Tapi, ketika Allah SWT akan memerintahkan shalat, Rasululah Saw terlebih dahulu harus di-mi’raj-kan untuk langsung bertemu dengan-Nya dan menerima perintah-Nya. Ini bermakna betapa pentingnya perintah shalat lima waktu bagi kehidupan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya pernah menyatakan, shalat itu adalah mi’rajnya orang-orang mu’min. Artinya shalat yang kemudian diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita ummat Islam melalui Rasulullah SAW dengan peristiwa Isra Mi’raj itu dijadikan sarana untuk kita bisa mi’raj sehari lima kali untuk menghadap Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun hikmah ketiga, adalah hendaknya kita semua mesti mau memperbaiki diri dan berkaca kepada setiap musibah dan bencana yang sering terjadi. Bukan hanya bencana alam saja yang bisa kita resapi dan kita maknai, melainkan bencana moral yang telah banyak melenceng baik dari tata kehidupan para pejabat eksekutif, yudikatif maupun legislatif hingga masyarakat biasa telah banyak terefleksi dan sungguh telah jauh berpijak dari rel-rel kehidupan yang baik dan hakiki sesuai syariat Islam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga ketiga hikmah di atas menjadi pijakan kita untuk melangkah ke depan yang penuh makna dalam menjalani sisa-sisa hidup kita yang semakin hari tanpa disadari jatah usia kita semakin berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-8393612414878800015?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/8393612414878800015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=8393612414878800015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8393612414878800015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8393612414878800015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/isra-miraj.html' title='Isra Mi&apos;raj'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/THAQ_vKyuHI/AAAAAAAAAGg/kYtiXEw1FzM/s72-c/batu_pijakan_nabi_isra_miraj1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-1880673003245199103</id><published>2010-08-21T10:43:00.001-07:00</published><updated>2010-08-21T10:43:40.390-07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Musibah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; - “Disadari atau tidak, ternyata tidak sedikit orang yang hancur luluh keimanannya hanya karena ketidakmampuannya menghadapi musibah dalam hidup. Salah satu penyebabnya karena salah dalam memahami makna musibah dan salah pula dalam menyikapinya. Kesalahan seseorang dalam memaknai dan menyikapi musibah akibatnya bisa sangat fatal terhadap keimanannya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi seorang mu’min tentu meyakini bahwa, segala sesuatu hanya akan terjadi di dunia ini karena, “Kun Fayakun” Allah, sehingga segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini terutama yang tidak kita inginkan harusnya menjadi bahan “muhasabah” (introspeksi) atau “tazkirah” (peringatan) apa yang sebenarnya sedang Allah rencanakan untuk kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara masalah musibah, sebenarnya musibah adalah sesuatu yang mutlak akan dialami oleh manusia dalam menjalani kehidupannya, baik seseorang itu yang kafir maupun mu'min. Jika musibah menimpa orang yang kafir, pasti itu adalah azab. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia), sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. As Sajdah, 32 : 21). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, jika menimpa orang yang mu'min, pasti itu adalah bentuk kasih-sayang Allah SWT. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw pernah menyatakan, "Jika Allah sudah mencintai suatu kaum maka Allah SWT akan memberikan bala, ujian atau cobaan". Ini semakin mempertegas kepada kita bahwa musibah bagi orang-orang yang mu'min itu sebagai bentuk kasih-sayang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paling tidak, ada "tiga" kemungkinan yang mendasari terjadinya musibah yang menurut Al Qur'an sebagai bentuk kasih-sayang Allah SWT kepada orang-orang mu'min. Pertama, sebagai ujian keimanan bagi orang mu'min. Kasih-sayang Allah kepada hamba-Nya yang mu'min di antaranya ditunjukkan-Nya dengan menurunkan musibah dengan memberikan peluang kepada hamba-hamba-Nya yang mu'min untuk mengikuti ujian dalam proses peningkatan keimanannya. Allah SWT berfirman: "Adakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja oleh Allah untuk menyatakan, "aamannaa" (kami telah beriman) padahal Kami belum lagi memberikan ujian kepada mereka. Sungguh telah Kami uji umat sebelum mereka, dengan ujian itu jelaslah oleh Kami siapa yang benar pengakuan keimanannya itu dan siapa pula yang dusta" (Al Ankabuut, 29 : 2-3).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hakikatnya ujian itu sendiri sebenarnya adalah sesuatu hal yang sangat positif, yang tidak positif adalah jika seseorang yang telah diberi peluang untuk mengikuti ujian lalu ia tidak memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sehingga tidak lulus. Betapa ruginya seseorang jika tidak diberi kesempatan untuk mengikuti ujian. Sebaliknya, alangkah beruntung dan bahagianya seseorang yang telah diberi peluang mengikuti ujian dan berhasil lulus dalam ujiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disadari atau tidak, selama ini kita mungkin telah banyak melakukan kekeliruan dalam memaknai dan menyikapi musibah yang terjadi. Kadang pandangan kita selama ini dalam memaknai dan menyikapi musibah terlalu cenderung pada nilai duniawi. Kemudian kita menganggap ujian itu sebagai bentuk musibah yang sebenarnya sesuatu yang tidak diharapkan. Sehingga ukuran keshalehan seseorang pun kadang dilihat dari kurangnya musibah dalam hidupnya. Ini pandangan yang keliru terhadap makna musibah yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, boleh jadi musibah sebagai bentuk kasih-sayang Allah SWT kepada orang-orang mu'min "bukan" sebagai ujian keimanan, tetapi justru karena Allah SWT sedang memilihkan hal yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang dicintai-Nya. Namun, karena ketidakmampuan untuk bisa memahami hikmah di balik dari suatu peristiwa, lantas kita akhirnya menganggap peristiwa yang terjadi itu sebagai musibah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ketidakmungkinan manusia “memastikan” apa yang akan terjadi (QS. Lukman : 34) maka acapkali kita tidak bisa memahami hikmah di balik peristiwa yang sedang terjadi. Terkadang kita baru bisa merasakan hikmahnya setelah sekian lama mengalaminya. Pada saat peristiwa boleh jadi kita menganggapnya sebagai musibah, tapi setelah berlalu beberapa waktu mungkin seminggu, sebulan bahkan mungkin setelah beberapa tahun, barulah kita menyatakan rasa syukur setelah menyadari hikmahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, seseorang sudah berniat bahkan telah melakukan berbagai macam persiapan untuk menghadiri suatu acara penting yang tempatnya jauh dari domisilinya di antaranya dengan memesan tiket pesawat. Pada saat pemberangkatan, atas takdir-Nya ternyata ia terlambat hanya beberapa menit. Ungkapan perasaan yang muncul saat itu mungkin ungkapan dalam bentuk cacian, makian atau dan lain sebagainya. Setelah beberapa saat kemudian melalui berita yang bersangkutan  mendengar bahwa pesawat yang semula akan ditumpanginya jatuh. Barulah saat itu dia sadar dan bersyukur karena tertinggal pesawat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ketidakmampuan membaca hikmah dari suatu peristiwa, maka sering terjadi orang yang semestinya bersyukur malah mencaci-maki, yang semestinya tertawa malah menangis. Sebaliknya, dia tertawa pada saat seharusnya dia menangis. Semua ini terjadi oleh sebab ketidakmampuan manusia memastikan apa yang akan terjadi, Allah SWT berfirman: "Tidak ada satu jiwa pun yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi besok"(Luqman, 31 : 34).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di lain sisi Allah SWT juga mengingatkan, "Boleh jadi kamu sangat tidak menyukai peristiwa yang menimpa diri kamu, padahal itu sangat baik sekali bagimu. Boleh jadi sesuatu itu yang sangat kamu sukai, padahal sesuatu itu yang sangat tidak baik bagi kamu. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui, kalian tidak tahu apa-apa" (Al Baqarah, 2 : 216). Oleh karena ketidakmampuan kita dalam memahami hikmah dari satu peristiwa yang menimpa kehidupan kita, maka kita menganggap sesuatu itu tidak baik padahal ia sangat baik. Sebaliknya, kita menganggap sesuatu itu tidak baik, padahal ia sangat baik bagi kita. Jadi, sangat mungkin sekali bahwa musibah yang menimpa diri kita saat ini sebenarnya bentuk kasih-sayang-Nya, karena Allah sedang memilihkan sesuatu yang terbaik bagi kita dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, bisa juga musibah yang menimpa kehidupan seorang mu'min "bukan" sebagai ujian keimanan dan "bukan" pula pilihan Allah yang terbaik, tetapi semata-mata azab dari Allah SWT bagi seorang mu’min masih dalam konteks kasih-sayang-Nya. Karena menurut Allah SWT hamba-Nya yang mu'min itu sudah mulai jauh meninggalkan syari’at-Nya di mana yang bersangkutan baru akan sadar jika diturunkan azab sebagai peringatan kepadanya agar ia segera kembali hidup di jalan yang diridhai-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau musibah itu merupakan ujian keimanan, maka kita harus bersyukur. Lebih bersyukur lagi kalau musibah itu adalah pilihan Allah yang terbaik, berarti Allah sedang sangat sayang kepada kita, sedang membimbing dan menunjukkan apa yang terbaik bagi kita. Bahkan, kalau pun musibah itu sebagai azab, tetap saja kita harus bersyukur kepada-Nya karena Allah masih mau mengingatkan agar segera bertaubat dan memperbaiki diri sebelum ajal menjemput kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum tulisan ini saya akhiri, saya mengajak sidang pembaca untuk merenung sejenak terhadap sebuah kisah yang layak kita jadikan "ibrah" (pelajaran) bagi kita, di mana betapa luar biasanya buah keimanan dapat mengecilkan arti musibah duniawi. Dikisahkan salah seorang tabi'in bernama Urwah bin Zabir, yang Allah takdirkan salah satu kakinya dari lutut ke bawah sakit hingga membusuk. Tak lama kemudian didatangkan 4 orang Tabib sebagai upaya penyembuhan. Ternyata hasil diagnosa 4 Tabib menyimpulkan bahwa tidak ada cara lain kecuali harus diamputasi kaki yang membusuk tersebut. Jika tidak, maka dikhawatirkan penyakitnya akan menjalar ke seluruh tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika berita ini disampaikan kepada Urwah, dengan tenang dia mengatakan, kalau memang itu adalah keputusan para Tabib, kenapa tidak segera dilakukan ? Sebelum pelaksanaan operasi, disodorkanlah oleh Tabib minuman kepada Urwah sambil mengatakan, silakan anda minum terlebih dahulu. Ketika Urwah mau meminumnya terciumlah aroma lain, maka dia bertanya, minuman apa ini ? “Arak”, kata Tabib. Maksudnya apa, tanya Urwah. Jawab Tabib: “supaya anda mabuk agar mengurangi sedikit rasa sakit karena sebentar lagi kaki anda akan kami gergaji mulai dari kulit, daging hingga tulang. Dan, tentu saja akan terjadi pendarahan yang luar biasa. Supaya darah tidak terus mengalir, maka sudah kami siapkan "kuali" dengan minyak goreng yang sudah mendidih. Setelah kaki anda dipotong agar jangan terus mengeluarkan darah maka kaki anda itu akan kami masukkan ke dalam kuali agar cepat kering.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab Urwah, “Sungguh sulit diterima akal sehat jika ada seorang mu'min yang beriman kepada Allah lantas dia meminum sesuatu untuk menghilangkan akalnya. Sehingga dia sudah tidak ingat lagi siapa Tuhannya? Betapa saya meragukan keimanan seseorang yang sampai mau meminum khamr sehingga dia tidak sadar bahwa Allah itu ada, bagaimana bisa diyakini keimanan seperti itu. Saya tidak ingin sedikit pun termasuk orang seperti itu, untuk itu buanglah jauh-jauh khamr dari depan mukaku”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lantas apa yang mesti kami lakukan?”, kata Tabib. Urwah berkata: “setelah saya memberi isyarat dengan tangan saya, silakan laksanakan tugas kalian, gergaji kaki saya dan masukkan ke dalam kuali”. Lalu Urwah pun asyik  khusyu’ berzikir sampai kemudian dia angkat tangannya sambil terus berzikir memejamkan mata pertanda dia sudah siap untuk digergaji kakinya. Maka digergajilah kaki Urwah dan langsung dimasukkan dalam kuali. Konon, dia sempat pingsan. Setelah siuman, sambil tetap berbaring di tempat tidur, dia meminta kepada orang di sekelilingnya agar potongan kakinya tersebut setelah dimandikan dan dikafani dan sebelum dikuburkan dapat dihadirkan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibawakanlah potongan kakinya dan sambil berbaring dia angkat potongan kaki itu sambil mengatakan, Ya Allah, Alhamdulillah, selama ini Engkau telah karuniakan saya dua kaki, kelak kaki ini akan menjadi saksi di akhirat nanti. Ya Allah, Demi Allah, saya tidak pernah membawa dia melangkah ke jalan yang tidak Engkau ridhai. Kini, Engkau ambil yang hakikatnya adalah milik-Mu Ya Allah, innalillaahi wa inna ilaihi rajiuun, mudah-mudahan saya masih bisa memanfaatkan kaki yang tersisa ini. Lantas potongan kaki pun diberikan sambil ia meminta dikuburkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyaris tidak ada kesedihan, tapi tiba-tiba Urwah menangis. Orang yang menyaksikan sejak awal itu berkomentar: “kami semula begitu merasa bangga dengan ketegaran anda, lalu kenapa engkau kini menangis, wahai Urwah ?” Beliau menjawab: “Demi Allah, hanya Allah yang Mahatahu, saya bukan menangis karena hilangnya satu kaki saya, yang hakikatnya milik Allah, tapi yang membuat saya menangis hanyalah kekhawatiran, apakah dengan kaki yang hanya tinggal satu ini saya masih bisa beribadah dengan sempurna kepada Allah ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allahu Akbar! Luar biasa keimanan Urwah, dunia menjadi kecil di mata orang mukmin seperti Urwah ini. Siang hari dia menjalani operasi amputasi, malamnya salah satu dari tujuh orang anaknya meninggal dunia. Ketika berita duka ini disampaikan, beliau berkata, saya belum bisa bangkit dari tempat tidur ini, karenanya tolong urus jenazahnya, mandikan, kafani dan shalatkan. Sebelum dikuburkan ijinkan saya memegang sejenak jenazah anak saya. Ketika jenazah putranya disodorkan kepadanya, ia pun memegang jenazah anaknya sambil mengusap kepalanya dan bardoa, “Ya Allah, Alhamdulillah, Engkau telah karuniai saya tujuh anak. Mudah-mudahan sebagai ayah mereka sudah saya laksanakan kewajiban mendidik mereka di jalan yang Engkau ridhai. Ya Allah, sekarang Engkau ambil salah seorang di antara mereka, milik-Mu Ya Allah, bukan milikku. Innalillaahi wa inna ilaihi rajiuun, mudah-mudahan Engkau masih memberikan manfaat untuk 6 anak yang masih tersisa. Allahu Akbar, bagi orang mukmin hanya Allah yang “Akbar” dunia dan segala isinya “kecil” di mata seorang yang mencintai Allah di atas cinta kepada selain Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-1880673003245199103?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/1880673003245199103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=1880673003245199103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1880673003245199103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1880673003245199103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/menyikapi-musibah.html' title='Menyikapi Musibah'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-3869443891932387690</id><published>2010-08-21T10:30:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:31:28.923-07:00</updated><title type='text'>Pengendalian Hawa Nafsu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;aura insan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;i - Cinta kita kepada Allah SWT dan keyakinan bahwa kehidupan di dunia ini suatu saat akan berakhir dan di akhirat nanti masing-masing kita harus mempertanggungjawabkan setiap detik perjalanan hidup di dunia, memiliki andil yang sangat besar dalam mengendalikan kecenderungan hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu saat terjadi dialog antara Rasulullah SAW dengan Hudzaifah Ra. Rasulullah Saw bertanya kepada Hudzaifah. Ya Hudzaifah, bagaimana keadaanmu saat ini? Jawab Hudzaifah: “Saat ini saya sudah benar-benar beriman, ya Rasulullah”. Rasul kemudian mengatakan, “Setiap kebenaran itu ada hakikatnya, maka apa hakikat keimananmu, wahai Hudzaifah?” Jawab Hudzaifah: Ada "dua", ya Rasulullah. Pertama, saya sudah hilangkan unsur dunia dari kehidupan saya, sehingga bagi saya debu dan mas itu sama saja. Dalam pengertian, saya akan cari kenikmatan dunia, lantas andaikata saya dapatkan maka saya akan menikmatinya dan bersyukur kepada Allah SWT.  Tapi, kalau suatu saat kenikmatan dunia itu hilang dari tangan saya, maka saya tinggal bersabar sebab dunia bukanlah tujuan. Bila ia datang maka Alhamdulillah, dan bila ia pergi maka, Innalillaahi wa inna ilaihi raji'un. Yang kedua, Hudzaifah mengatakan, “setiap saya ingin melakukan sesuatu, saya bayangkan seakan-akan surga dan neraka itu ada di depan saya. Lantas saya bayangkan bagaimana ahli surga itu me-nikmati kenikmatan surga, dan sebaliknya bagaimana pula ahli neraka itu merasakan azab neraka jahanam. Sehingga terdoronglah saya untuk melakukan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang-Nya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar jawaban Hudzaifah ini, Rasul langsung saja memeluk Hudzaifah dan menepuk punggungnya sambil berkata,  "pegang erat-erat prinsip keimananmu itu, ya  Hudzaifah, kamu pasti akan selamat dunia akhirat". Bila kita cermati dialog tersebut, paling tidak, ada "dua" hikmah yang bisa kita petik. Pertama, iman kepada Allah, dengan mencintai Allah itu di atas cinta kepada selain Allah. Dan yang kedua, selalu membayangkan akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan di dunia bagi kehidupan yang abadi di akhirat nanti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam beberapa ayat, Allah SWT menjelaskan tentang sifat-sifat orang-orang yang muttaqin, mereka di antaranya adalah yang meyakini akan adanya kehidupan akhirat. Orang yang beriman akan adanya kehidupan akhirat, akan membuat dia mampu mengendalikan kecenderungan hawa nafsunya. Sebaliknya, orang-orang yang tidak meyakini akan adanya kehidupan akhirat, "Mereka tidak pernah takut dengan hisab Kami, dan mereka telah mendustai ayat-ayat Allah dengan dusta yang nyata." (An Naba', 78 : 27-28)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam Alquran, Allah SWT mengisahkan dialog sesama Muslim di akhirat yakni antara Muslim yang ahli surga dengan Muslim berdosa yang masuk dalam neraka jahanam. Muslim yang langsung masuk surga bertanya kepada Muslim berdosa yang masuk ke dalam neraka. “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka ? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kami kematian.” (Al Muddatstsir, 74 : 42-46)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Alquran, kebanyakan orang-orang yang kufur adalah mereka yang akhir hidupnya penuh dengan kemaksiatan. Ini terjadi karena mereka tidak mengimani bahwa kehidupan mereka akan berakhir di alam akhirat dan mereka harus mempertanggungjawabkan seluruh aspek kehidupan mereka selama di dunia. Demikian pula, Allah SWT mengisahkan kesombongan Fir'aun dan orang-orang yang menyembahnya, "Sombonglah Fir'aun itu dengan seluruh pengikutnya di muka bumi tentu dengan alasan yang tidak benar. Dan mereka mengira, bahwa mereka tidak akan pernah kembali kepada Kami." (Al Qashash, 28 : 39)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesombongan Fir'aun berakhir saat sakaratul maut. Saat dia menyadari bahwa dia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Ketika rombongan malaikat yang bengis-bengis itu mendatanginya saat dia sedang berada di tengah laut, yang dikisahkan para malaikat itu langsung memukul wajah dan punggung mereka. Allah SWT berfirman: “..Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (Al An'aam, 6 : 93) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat sakaratul maut itu, Fir'aun menyatakan: “Sekarang saya benar-benar beriman dengan Tuhannya Nabi Musa dan Harun”. Namun saat sakaratul maut pintu taubat sudah ditutup. Karena sudah tidak ada lagi ujian keimanan, sebab yang ghaib termasuk alam dan makhluk ghaib sudah terlihat nyata. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.” (Qaaf, 50 : 22)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari pembalasan/akhirat, yang diharapkan dapat mengendalikan kecenderungan hawa nafsunya untuk hanya mencintai yang dicintai Allah dan membenci yang dibenci Allah, yang hanya mencintai sesuatu di dunia jika yang dicintainya itu dicintai Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah hadis dikisahkan, suatu ketika pada siang hari, Sayidana Umar ra. berkunjung ke rumah Rasulullah SAW di mana saat itu Rasul sedang tidut beristirahat, dengan dada telanjang. Ketika beliau bangun tampaklah pada punggungnya garis-garis merah karena kasarnya alas tidur beliau yang dibuat dari pelepah kurma. Melihat pemandangan ini, Sayidina Umar menangis. Beliau yang terkenal keras saat itu luluh hatinya ketika melihat Rasulullah dalam kondisi seperti itu. Rasul bertanya: “Apa yang membuat kamu menangis wahai Sayidina Umar ? “Umar berkata:” saya malu ya Rasulullah, engkau adalah pemimpin kami, engkau adalah Rasul Allah, manusia pilihan, manusia yang dimuliakan-Nya. Engkau adalah pemimpin ummat, namun engkau tidur di atas alas yang kasar seperti ini, sementara kami yang engkau pimpin tidur di atas alas yang empuk. Saya malu ya Rasusulullah, selayaknya engkau mengambil alas tidur yang lebih dari ini”. Rasul menjawab: “Apa urusan saya dengan dunia ini? Tidak ada! Urusan diri saya dengan dunia ini kecuali seperti orang yang sedang mengembara dalam musim panas menempuh sebuah perjalanan yang cukup panjang, lalu sekejap mencoba bernaung di bawah sebuah pohon yang rindang untuk sekejap melepas lelah. Setelah itu dia pun kemudian pergi meninggalkan tempat peristirahatannya”. Kata Rasul: haruskah saya korbankan kehidupan yang abadi hanya untuk bernaung sejenak menikmati itu? (HR. Ahmad, Ibnu Habban, Baihaqi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain kisah di atas, ada kisah lain yang layak kita renungkan di mana suatu ketika Khalifah Umar kedatangan putranya, Abdullah, yang meminta dibelikan baju baru. Secara spontan saja Sayidina Umar langsung marah sambil mengatakan: “Apakah karena kamu seorang anak Amirul Mu’minin lantas kamu ingin bajumu selalu lebih baik dari anak-anak yang lain ? Jawab Abdullah: Tidak! Saya khawatir malah kondisi saya ini akan menjadi fitnah, menjadi bahan cemoohan orang lain di mana anak Amirul mu’minin pakaiannya tidak pernah ganti-ganti, sebab dia hanya memiliki dua baju, di mana bila yang satu dipakai maka yang satu dicuci dan seterusnya. Sayidina Umar berkata: “Baiklah Nak, saya ingin belikan kamu baju baru hanya saja ayah saat ini tidak punya uang. Untuk itu kamu saya utus menemui “Khoolin Baitul Maal’ (bendahara negara), sampaikan kepada beliau salam dari ayah dan katakan pula bahwa ayah bermaksud mengambil gajinya bulan depan untuk membelikan kamu baju baru. Abdullah langsung menemui bendaharawan negara dengan mengatakan: “Ada salam dari ayah. Dan, ayah minta supaya gaji bulan depan bisa diserahkan saat ini untuk membelikan saya baju baru”. Bendaharawan tersebut mengatakan: “Nak, sampaikan kembali salamku kepada ayahmu, dan katakan bahwa aku tidak bersedia mengeluarkan uang itu”. Tanyakan kepada ayahmu, apakah ayahmu yakin sampai bulan depan beliau masih menjabat Amirul Mu’minin, sehingga berani mengambil uang gajinya bulan depan sekarang ? Andaikata dia yakin sampai bulan depan dia masih Amirul Mu’inin, yakinkah sampai besok dia masih hidup, bagaimana kalau besok ia meninggal dunia padahal gajinya bulan depan sudah dikeluarkan. Mendengar jawaban bendahara negara yang demikian itu, pulanglah Abudullah segera menemui ayahnya sambil menyampaikan pesan dari bendaharawan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar penuturan anaknya, Umar langsung menggandeng tangan anaknya sambil mengatakan, antarkan saya menemui bendaharawan tadi. Begitu sampai di hadapan bendaharawan tersebut, Sayidina Umar langsung memeluknya, sambil mengatakan, terima kasih, saudara telah mengingatkan saya terhadap satu keputusan yang nyaris saja salah. Demikianlah kisah Sayidina Umar dan masih banyak lagi kisah lain dari perjalanan hidup para sahabat yang patut kita teladani untuk menghadapi dinamika kehidupan yang terus berkembang mengikuti perputaran zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT telah mengingatkan tentang bahayanya manusia-manusia yang menjadikan dunia ini sebagai tujuan hidupnya, “Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.” (An Naazi’aat, 79 : 39) “Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi. Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nyadan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” (An Najm, 53 : 29-30)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat yang sedemikian mulianya bisa terwujud tiada lain karena adanya benteng keimanan yang sangat kuat dan kokoh. Semoga kita bisa meneladani apa yang menjadi perilaku Rasul dan para sahabatnya. Amin!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-3869443891932387690?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/3869443891932387690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=3869443891932387690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3869443891932387690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3869443891932387690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/pengendalian-hawa-nafsu.html' title='Pengendalian Hawa Nafsu'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-5973589417240892778</id><published>2010-08-13T19:15:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T19:17:09.168-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX8mEgcKvI/AAAAAAAAAGY/iCR_WGNvh50/s1600/Sms-Ucapan-Puasa-Ramadhan-1431-H.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 301px; " src="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX8mEgcKvI/AAAAAAAAAGY/iCR_WGNvh50/s320/Sms-Ucapan-Puasa-Ramadhan-1431-H.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505083850505333490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani -&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; Ramadhan telah tiba, umat Islam menyambutnya dengan gembira. Pada bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh, sebagai salah satu rukun yang wajib di jalani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibalik kewajiban menahan haus dan lapar serta nafsu mulai dari setelah waktu sahur sampai waktu maghrib, puasa juga menyimpan banyak maslahat bagi manusia. Selain meningkatkan aspek rohani, shaum juga meningkatkan daya tahan tubuh serta meremajakan tubuh dari sel-sel yang telah mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara biokimia sel yang ada dalam tubuh kita dilihat dari segi reproduksinya terbagi dua, yaitu meosis dan mitosis. Meosis terjadi pada sel reproduksi 1 sel membelah jadi 4, sedangkan Mitosis terjadi untuk berbagai jenis sel dari ujung rambut ujung kaki dengan proses pembelahan sel 1 menjadi 2, 2 jadi 4 dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena jumlah sel dalam tubuh kita miliaran maka adanya kerusakan sel dalam tubuh dan perlunya penggantian suku cadang. Tetapi, proses pembelahan sel tidak selalu berjalan mulus dan teratur karena banyaknya gangguan. Ternyata dengan shaum kondisi ini bisa dicegah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama kondisi shaum tubuh kita memerlukan banyak energi, tetapi karena tidak makan dan minum maka sumber energi yang dipakai berasal dari glikogen di dalam hati, juga lapisan lemak di belakang kulit kita. Dengan banyaknya pemakaian cadangan energi dalam tubuh menyebabkan proses pembelahan sel berjalan serentak dan banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun proses ini pun masih dapat terganggu apabila energi cadangan ini untuk keperluan lain, misalnya marah-marah. Karena energi untuk pembelahan sel dimanfaatkan untuk melampiaskan hawa nafsu. Ini salah satu hikmah mengapa selama bulan shaum kita harus menahan marah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses penggantian sel ini juga membutuhkan waktu, lamanya penggantian suku cadang secara menyeluruh dari ujung rambut ke ujung kaki sekitar 30 hari. Ini juga hikmah lain mengapa shaum dijalankan selama satu bulan gunanya memberikan waktu yang cukup bagi terjadinya regenerasi sel secara sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan satu bulan penuh kita menunaikan shaum ramadhan dengan benar dan baik, secara ruhani Allah menjanjikan kita bersih seperti bayi yang baru lahir, selain itu juga secara fisik kita melakukan peremajaan sel dalam tubuh kita.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-5973589417240892778?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/5973589417240892778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=5973589417240892778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5973589417240892778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5973589417240892778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/aura-insani-ramadhan-telah-tiba-umat.html' title=''/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX8mEgcKvI/AAAAAAAAAGY/iCR_WGNvh50/s72-c/Sms-Ucapan-Puasa-Ramadhan-1431-H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-1192507409467995392</id><published>2010-08-13T19:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T19:12:18.485-07:00</updated><title type='text'>Adab Menjalankan Ibadah Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX7Zsn48NI/AAAAAAAAAGQ/Ma-zS5lxKRQ/s1600/buka_puasa_bersama_100813223032.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px; " src="http://2.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX7Zsn48NI/AAAAAAAAAGQ/Ma-zS5lxKRQ/s320/buka_puasa_bersama_100813223032.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505082538424070354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; -Puasa merupakan salah satu ibadah yang paling utama dan agung. Shaum merupakan sarana untuk mendekatkan seorang hamba dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Terlebih, puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang lima. Ibadah yang satu ini memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;div id="newstext" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Menurut Syekh Abdul Azis bin Fathi asSayyid Nada, dalam kitab Mausuu'atul Aadaab al-Islamiyah, keutamaan dan ke agungan ibadah puasa itu bisa diraih ma nakala seorang Muslim menjalankannya dengan cara yang disyariatkan dan memperhatikan adab-adabnya. Berikut ini adab-adab yang perlu diperhatikan seorang Muslim ketika berpuasa:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, niat yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaklah orang yang berpuasa berniat untuk mencari ridha Allah SWT, serta mencari pahala dan balasan yang dijanjikan atas orang yang berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;"Di samping itu, ia pun berniat untuk melaksanakan hak Allah yang diwajibkan atasnya jika itu puasa wajib seperti puasa Ramadhan," tutur Syekh Sayyid Nada. Bisa juga seseorang meniatkan puasanya untuk meraih takwa, sebagaimana yang tercantum dalam Alquran surah Albaqarah ayat 183.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, bersahur walaupun hanya minum seteguk air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Nabi SAW menganjurkan bersahur, bahkan Rasulullah SAW memerintahkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;sahur melalui sabdanya, "Bersahurlah karena pada makan sahur terdapat berkah." (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda, "Perbedaan antara puasa kami dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;(HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Pada hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda, "Bersahurlah walaupu hanya meminum seteguk air." (HR Ibnu Hibban). Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW juga bersabda, "Sebaik-baiknya makanan sahur orang Mukmin adalah kurma."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, mengakhirkan makan sahur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Mengakhirkan makan sahur termasuk sunah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan makan sahur. Rasulullah bersabda, "Bersegeralah berbuka dan akhirkanlah makan sahur." (HR Ibnu 'Adiy).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Menurut Syekh Sayyid Nada, sahur bertujuan agar seseorang lebih kuat dalam berpuasa, lebih banyak berkahnya, serta meneladani perbuatan Nabi SAW. Diriwayatkan dari Zaid bi Tsabit RA, ia berkata, "Kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami bangkit untuk mengerjakan shalat. Anas berkata kepadanya: "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Ia berkata: "Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, tak berlebihan dalam makan sahur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Menurut Syekh Sayyid Nada, makan sahur yang berlebihan dapat memudha ratkan diri seseorang, yakni dapat menyebabkan sakit perut, berat mengerjakan ibadah, dan mungkin bisa membuatnya tidur hingga waktu Zhuhur. Makan sahur berlebihan juga bertentangan dengan hikmah puasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, menjaga anggota tubuh ketika berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ketika berpuasa, kata Syekh Sayyid Nada, seorang Muslim hendaknya menjaga anggota tubuhnya, terutama mata. Karena mata, tutur ulama terkemuka itu, bisa menimbulkan bahaya yang sangat besar, maka wajib menundukkannya dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;"Apabila seseorang menjaga anggota tubuhnya: mata, tangan, lisan, telinga, kemaluan, dan kaki dari apa-apa yang diharamkan Allah selama berpuasa, maka ia akan terbiasa melakukan hal tersebut, sehingga menjadi kebiasaan," paparnya. Menurut Syekh Sayyid Nada, orang yang berpuasa hendaknya menahan pandangan dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT, serta menjaga lisannya dari menggunjing dan mengadu domba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, sabar dan tak berbuat jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Syekh Sayyid Nada menegaskan, janganlah seseorang membalas perbuatan jahat dengan yang semisalnya. Janganlah membalas orang yang mencacinya, tetapi hendaklah tabah, sabar dan menahan diri ketika marah. Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat keji dan jahat. Jika ada orang mencaci atau mengganggunya, hendaklah ia berkata; 'Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa'." (HR Bukhari-Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, memperbanyak amal kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Saat berpuasa, dianjurkan bagi seorang Muslim untuk mengisi waktunya dengan berzikir dan berdoa, memohon ampun, membaca Alquran, memperbanyak sedekah, menyediakan makanan berbuka semata-mata untuk mencari balasan pahala, menyambung tali silaturahim, melakukan kebaikan-kebaikan dan amal-amal yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;, menyegerakan berbuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Menyegerakan berbuka termasuk sunah Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda, " Segerakanlah berbuka ... ". Dalam hadis lainnya, Nabi SAW bersabda, "Manusia tetap berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Bukhari). Selain itu, saat berbuka disunahkan memakan kurma agar lebih meringankan pencernaan dan memberikan lebih banyak manfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-1192507409467995392?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/1192507409467995392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=1192507409467995392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1192507409467995392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1192507409467995392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/adab-menjalankan-ibadah-puasa.html' title='Adab Menjalankan Ibadah Puasa'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX7Zsn48NI/AAAAAAAAAGQ/Ma-zS5lxKRQ/s72-c/buka_puasa_bersama_100813223032.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-8544068914585067879</id><published>2010-08-13T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T19:03:41.679-07:00</updated><title type='text'>20.Manfaat Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX4WMpU39I/AAAAAAAAAGI/QLjePj21Llg/s1600/selamat+menjalankan+ibadah+puasa4.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 252px; " src="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX4WMpU39I/AAAAAAAAAGI/QLjePj21Llg/s320/selamat+menjalankan+ibadah+puasa4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505079179765669842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  border-collapse: collapse; color: rgb(255, 255, 255); line-height: 22px; font-family:Arial;font-size:12px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;aura insani &lt;/b&gt;- Puasa memiliki beberapa manfaat, ditinjau dari segi kejiwaan, sosial dan kesehatan, di antaranya: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;1.      Beberapa manfaat, puasa secara kejiwaan adalah puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Firman Allah Ta 'ala : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (Al-Baqarah: 183) Catatan Penting : Dalam kesempatan ini, kami mengingatkan kepada para saudaraku kaum muslimin yang suka merokok. Sesungguhnya dengan cara berpuasa mereka bisa meninggalkan kebiasaan merokok yang mereka sendiri percaya tentang bahayanya terhadap jiwa, tubuh, agama dan masyarakat, karena rokok termasuk jenis keburukan yang diharamkan dengan nash Al-Qur'anul Karim. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih balk. Hendaknya mereka tidak berpuasa (menahan diri) dari sesuatu yang halal, kemudian berbuka dengan sesuatu yang haram, kami memohon ampun kepada Allah untuk kami dan untuk mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;2.      Termasuk manfaat puasa secara sosial adalah membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong  mereka berbuat  kebajikan. Sebagaimana ia juga menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;3.      Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;4.      Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;5.      Di antara manfaatnya juga adalah mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya, jika berbagai nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuatnya lengah. Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk berdzikir dan berfikir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;6.      Orang kaya menjadi tahu seberapa nikmat Allah atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan, minuman dan tidak pula menikah. Dengan terhalangnya dia dari menikmati hal-hal tersebut pada saat-saat tertentu, serta rasa berat yang ia hadapi karenanya. Keadaan itu akan mengingatkannya kepada orang-orang yang sama sekali tak dapat menikmatinya. Ini akan mengharuskannya mensyukuri nikmat Allah atas dirinya berupa serba kecukupan, juga akan menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;7.      Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa (Lihat kitab Larhaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 163) sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-8544068914585067879?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/8544068914585067879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=8544068914585067879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8544068914585067879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8544068914585067879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/20manfaat-puasa.html' title='20.Manfaat Puasa'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX4WMpU39I/AAAAAAAAAGI/QLjePj21Llg/s72-c/selamat+menjalankan+ibadah+puasa4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-1993452499909952775</id><published>2010-08-13T18:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:56:27.420-07:00</updated><title type='text'>Manfaat Puasa Ramadhan bagi Si Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX3tUNXfUI/AAAAAAAAAGA/SCRSNmzezrg/s1600/puasa+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px; " src="http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX3tUNXfUI/AAAAAAAAAGA/SCRSNmzezrg/s320/puasa+kecil.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505078477421247810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 16px; font-family:arial;font-size:12px;"&gt;&lt;div class="font26 c_ibuanak pb_10" style="text-align: justify;color: rgb(203, 68, 126); font: normal normal normal 26px/normal 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', 'Lucida Sans Unicode', 'AvantGarde Md BT', Arial; padding-bottom: 10px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);   line-height: 20px; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;aura insani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; - Latihan puasa pada anak dapat membentuk karakternya. Berikut beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan anak dari berlatih puasa:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="article_body"&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;* Puasa melatih anak mengatur emosi. Mereka juga belajar mengendalikan diri dan kemauan karena harus menahan lapar pada waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;* Berpuasa membuat anak lebih kreatif. Mereka terkondisi mencari cara untuk mengisi waktu dan mengalihkan rasa lapar ke kegiatan lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;* Dari ritual berpuasa, orangtua bisa menyelipkan makna berpuasa pada anak (salah satunya berempati pada fakir miskin yang tidak setiap hari makan). Anak bisa menghargai dan tidak membuang-buang makanan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; line-height: 20px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;* Selama bulan Ramadhan, orangtua juga bisa melatih anak beribadah lain, seperti salat berjamaah, mengaji bersama, dan hafalan doa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-1993452499909952775?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/1993452499909952775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=1993452499909952775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1993452499909952775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1993452499909952775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2010/08/manfaat-puasa-ramadhan-bagi-si-kecil.html' title='Manfaat Puasa Ramadhan bagi Si Kecil'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_W94Co0mtnH4/TGX3tUNXfUI/AAAAAAAAAGA/SCRSNmzezrg/s72-c/puasa+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-5876023391897396629</id><published>2009-08-29T08:35:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T08:36:03.112-07:00</updated><title type='text'>Shalat &amp; Puasa Di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;!-- img blog--&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;aura insani Hidayatullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Al Lajnah Ad Da’imah lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) pernah ditanya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila seseorang hanya &lt;/em&gt;&lt;em&gt;semangat melakukan puasa dan shalat &lt;/em&gt;&lt;em&gt;di bulan Ramadhan,  namun setelah Ramadhan berakhir dia meninggalkan shalat, apakah puasanya di bulan Ramadhan diterima?”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Shalat merupakan salah satu rukun Islam. Shalat merupakan rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat. Dan hukum shalat adalah wajib bagi setiap individu. Barangsiapa meninggalkan shalat karena menentang kewajibannya atau meninggalkannya karena menganggap remeh dan malas-malasan, maka dia telah kafir. Adapun orang yang melakukan puasa Ramadhan dan mengerjakan shalat hanya di bulan Ramadhan saja, maka orang seperti ini berarti telah melecehkan agama Allah. (Sebagian salaf mengatakan), “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, tidak sah puasa seseorang yang tidak melaksanakan &lt;a title="hanya sholat dan puasa di bulan ramadhan" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hanya-shalat-dan-puasa-di-bulan-ramadhan.html" target="_blank"&gt;shalat&lt;/a&gt; di luar bulan Ramadhan. Bahkan orang seperti ini (yang meninggalkan shalat) dinilai kafir dan telah melakukan kufur akbar, walaupun orang ini tidak menentang kewajiban shalat. Orang seperti ini tetap dianggap kafir menurut pendapat ulama yang paling kuat. Karena Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sendiri telah bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Buraidah Al Aslamiy)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam, tiangnya (penopangnya) adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih dari Mu’adz bin Jabal &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ  الْكُفْرِ وَ الشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلاَةِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Pembatas antara seorang muslim dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim dari Jabir bin ‘Abdillah Al Anshoriy)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan banyak hadits yang semakna dengan hadits-hadits di atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Wa billahit taufiq, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’&lt;br /&gt;Ditandatangani oleh ‘Abdullah bin Mani’ dan ‘Abdullah bin Ghodyan selaku anggota, ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku Wakil Ketua dan ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku Ketua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[Sumber: Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta', pertanyaan ke-3, Fatawa no. 102, 10/139-141]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah kita menyimak tulisan di atas, sudah selayaknya seorang muslim menjaga amalan shalat agar amalan lainnnya pun menjadi teranggap dan bernilai di sisi Allah. Kadar Islam seseorang akan dinilai dari penjagaan dirinya terhadap shalat. Imam Ahmad –&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;- mengatakan, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.” (Lihat &lt;em&gt;Ash Sholah&lt;/em&gt;, hal. 12)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Oleh karena itu, sudah saatnya seorang hamba yang sering melalaikan shalat untuk bertaubat sebenar-benarnya dengan ikhlas karen Allah, menyesali dosa yang telah dia lakukan, kembali rutin mengerjakan shalat dan bertekad untuk tidak meninggalkannya lagi. Semoga Allah memudahkan kita dalam melakukan ketaatan kepada-Nya dan menerima setiap taubat kita. &lt;em&gt;Amin Yaa Mujibas Sa’ilin&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-5876023391897396629?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/5876023391897396629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=5876023391897396629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5876023391897396629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5876023391897396629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2009/08/shalat-puasa-di-bulan-ramadhan.html' title='Shalat &amp; Puasa Di Bulan Ramadhan'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-2603864322462863148</id><published>2009-08-29T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T08:30:38.434-07:00</updated><title type='text'>Amalan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;        &lt;!-- img blog--&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Dzikir Ketika Melihat Hilal&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aura insani Hidayatullah&lt;/span&gt; - Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ketika melihat hilal beliau membaca,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;em&gt;Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah&lt;/em&gt;. [Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah]” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan  bahwa hadits ini hasan karena memiliki penguat dari hadits lainnya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu (Diusilin) Orang Lain&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “&lt;em&gt;Inni shoo-imun, inni shoo-imun&lt;/em&gt; [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). An Nawawi mengatakan, “Termasuk yang dianjurkan adalah jika seseorang dicela oleh orang lain atau diajak berkelahi ketika dia sedang berpuasa, maka katakanlah “&lt;em&gt;Inni shoo-imun, inni shoo-imun&lt;/em&gt; [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“, sebanyak dua kali atau lebih. (&lt;em&gt;Al Adzkar&lt;/em&gt;, 183)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Do’a Ketika Berbuka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ketika berbuka membaca,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;em&gt;Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah&lt;/em&gt; [Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adapun mengenai do’a berbuka yang biasa tersebar di tengah-tengah kaum muslimin: &lt;em&gt;“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu….”&lt;/em&gt;, perlu diketahui bahwa ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam &lt;em&gt;Sunan Abu Daud&lt;/em&gt; no. 2357, Ibnus Sunni dalam &lt;em&gt;‘Amalul Yaum wal Lailah&lt;/em&gt; no. 481 dan no. 482. &lt;strong&gt;Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah&lt;/strong&gt;. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat &lt;em&gt;Dho’if Abu Daud&lt;/em&gt; no. 2011 dan catatan kaki &lt;em&gt;Al Adzkar&lt;/em&gt; yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ سْقَانِى&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqoonii”&lt;/em&gt; [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku] (HR. Muslim no. 2055)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a title="dzikir di bulan ramadhan" href="http://muslim.or.id/ramadhan/dzikir-dzikir-di-bulan-ramadhan.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;em&gt;Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah&lt;/em&gt; [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo'akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Do’a Setelah Shalat Witir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; biasa pada saat witir membaca surat &lt;em&gt;“Sabbihisma Robbikal a’laa”&lt;/em&gt; (surat Al A’laa), &lt;em&gt;“Qul yaa ayyuhal kaafiruun”&lt;/em&gt; (surat Al Kafirun), dan &lt;em&gt;“Qul huwallahu ahad”&lt;/em&gt; (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Subhaanal malikil qudduus”&lt;/em&gt;, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga mengucapkan di akhir witirnya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Allahumma inni a’udzu bika bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”&lt;/em&gt; [Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Do’a di Malam Lailatul Qadar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt; berkata, &lt;em&gt;“Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?”&lt;/em&gt; Beliau menjawab, &lt;em&gt;“Katakanlah:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’&lt;/em&gt; [Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-2603864322462863148?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/2603864322462863148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=2603864322462863148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/2603864322462863148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/2603864322462863148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2009/08/amalan-ramadhan.html' title='Amalan Ramadhan'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-6462238444930598002</id><published>2009-08-29T08:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T08:29:27.563-07:00</updated><title type='text'>Berkahnya Orang Yang Berpuasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;        &lt;!-- img blog--&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aura insani Hidayatullah&lt;/span&gt; - Dari Abu Hurairah, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.’”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 1151)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="more-1228"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam riwayat lain dikatakan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.’”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 1904)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam riwayat Ahmad dikatakan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), ‘Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.’”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pahala yang Tak Terhingga di Balik Puasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari riwayat pertama, dikatakan bahwa setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Kemudian dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Oleh karena itu, amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat-lipat tanpa ada batasan bilangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenapa bisa demikian? Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Allah merahmati beliau- mengatakan,”Karena puasa adalah bagian dari kesabaran”. Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”&lt;/em&gt; (Qs. Az Zumar: 10)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sabar itu ada tiga macam yaitu [1] sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, [2] sabar dalam meninggalkan yang haram dan [3] sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan. Ketiga macam bentuk sabar ini, semuanya terdapat dalam amalan puasa. Dalam puasa tentu saja di dalamnya ada bentuk melakukan ketaatan, menjauhi hal-hal yang diharamkan, juga dalam puasa seseorang berusaha bersabar dari hal-hal yang menyakitkan seperti menahan diri dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala tak terhingga sebagaimana sabar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Amalan Puasa Khusus untuk Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah Ta’ala berfirman, &lt;em&gt;“Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.”&lt;/em&gt; Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk diri-Nya. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kenapa Allah bisa menyandarkan amalan puasa untuk-Nya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;[Alasan pertama]&lt;/strong&gt; Karena di dalam puasa, seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dan berbagai syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Dalam ibadah ihram, memang ada perintah meninggalkan jima’ (berhubungan badan dengan istri) dan meninggalkan berbagai harum-haruman. Namun bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Begitu pula dengan  ibadah shalat. Dalam shalat memang kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. Namun itu dalam waktu yang singkat. Bahkan ketika hendak shalat, jika makanan telah dihidangkan dan kita merasa butuh pada makanan tersebut, kita dianjurkan untuk menyantap makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi dalam amalan puasa terdapat bentuk meninggalkan berbagai macam syahwat yang tidak kita jumpai pada amalan lainnya. Jika seseorang telah melakukan ini semua –seperti meninggalkan  hubungan badan dengan istri dan meninggalkan makan-minum ketika puasa-, dan dia meninggalkan itu semua karena Allah, padahal tidak ada yang memperhatikan apa yang dia lakukan tersebut selain Allah, maka ini menunjukkan benarnya iman orang yang melakukan semacam ini. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu Rajab, “Inilah yang menunjukkan benarnya iman orang tersebut.” Orang yang melakukan puasa seperti itu selalu menyadari bahwa dia berada dalam pengawasan Allah meskipun dia berada sendirian. Dia telah mengharamkan melakukan berbagai macam syahwat yang dia sukai. Dia lebih suka mentaati Rabbnya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena takut pada siksaan dan selalu mengharap ganjaran-Nya. Sebagian salaf mengatakan, “Beruntunglah orang yang meninggalkan syahwat yang ada di hadapannya karena mengharap janji Rabb yang tidak nampak di hadapannya.” Oleh karena itu, Allah membalas orang yang melakukan puasa seperti ini dan Dia pun mengkhususkan amalan &lt;a title="Ganjaran orang yang puasa" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/ganjaran-untuk-orang-yang-berpuasa.html" target="_blank"&gt;puasa&lt;/a&gt; tersebut untuk-Nya dibanding amalan-amalan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;[Alasan kedua]&lt;/strong&gt; Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Amalan puasa berasal dari niat batin yang hanya Allah saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan berbagai syahwat. Oleh karena itu, Imam Ahmad dan selainnya mengatakan, “Dalam puasa sulit sekali terdapat riya’ (ingin dilihat/dipuji orang lain).” Dari dua alasan inilah, Allah menyandarkan amalan puasa pada-Nya berbeda dengan amalan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Sebab Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu dalam riwayat lainnya dikatakan, Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan, “Pada hari kiamat nanti, Allah Ta’ala akan menghisab hamba-Nya. Setiap amalan akan menembus berbagai macam kezholiman yang pernah dilakukan, hingga tidak tersisa satu pun kecuali satu amalan yaitu puasa. Amalan puasa ini akan Allah simpan dan akhirnya Allah memasukkan orang tersebut ke surga.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi, amalan puasa adalah untuk Allah Ta’ala. Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang pun mengambil ganjaran amalan puasa tersebut sebagai tebusan baginya. Ganjaran amalan puasa akan disimpan bagi pelakunya di sisi Allah Ta’ala. Dengan kata lain, seluruh amalan kebaikan dapat menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan oleh pelakunya. Sehingga karena banyaknya dosa yang dilakukan, seseorang tidak lagi memiliki pahala kebaikan apa-apa. Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa hari kiamat nanti antara amalan kejelekan dan kebaikan akan ditimbang, satu yang lainnya akan saling memangkas. Lalu tersisalah satu kebaikan dari amalan-amalan kebaikan tadi yang menyebabkan pelakunya masuk surga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Itulah amalan puasa yang akan tersimpan di sisi Allah. Amalan kebaikan lain akan memangkas kejelekan yang dilakukan oleh seorang hamba. Ketika tidak tersisa satu kebaikan kecuali puasa, Allah akan menyimpan amalan puasa tersebut dan akan memasukkan hamba yang memiliki simpanan amalan puasa tadi ke dalam surga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Dua Kebahagiaan yang Diraih Orang yang Berpuasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam hadits di atas dikatakan, “Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebahagiaan pertama adalah ketika seseorang berbuka puasa. Ketika berbuka, jiwa begitu ingin mendapat hiburan dari hal-hal yang dia rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa, yaitu jiwa sangat senang menjumpai makanan, minuman dan menggauli istri. Jika seseorang dilarang dari berbagai macam syahwat ketika berpuasa, dia akan merasa senang jika hal tersebut diperbolehkan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebahagiaan kedua adalah ketika seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yaitu dia akan jumpai pahala amalan puasa yang dia lakukan tersimpan di sisi Allah. Itulah ganjaran besar yang sangat dia butuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Qs. Al Muzammil: 20)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya).”&lt;/em&gt; (Qs. Ali Imron: 30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.”&lt;/em&gt; (Qs. Az Zalzalah: 7)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ganjaran bagi orang yang berpuasa yang disebutkan pula dalam hadits di atas , “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti kita tahu bersama bahwa bau mulut orang yang berpuasa apalagi di siang hari sungguh tidak mengenakkan. Namun bau mulut seperti ini adalah bau yang menyenangkan di sisi Allah karena bau ini dihasilkan dari amalan ketaatan dank arena mengharap ridho Allah. Sebagaimana pula darah orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti, warnanya adalah warna darah, namun baunya adalah bau minyak kasturi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harumnya bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah ini ada dua sebab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[Pertama] Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah di dunia. Ketika di akhirat, Allah pun menampakkan amalan puasa ini sehingga makhluk pun tahu bahwa dia adalah orang yang gemar berpuasa. Allah memberitahukan amalan puasa yang dia lakukan di hadapan manusia lainnya karena dulu di dunia, dia berusaha keras menyembunyikan amalan tersebut dari orang lain. Inilah bau mulut yang harum yang dinampakkan oleh Allah di hari kiamat nanti karena amalan rahasia yang dia lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[Kedua] Barangsiapa yang beribadah dan mentaati Allah, selalu mengharap ridho Allah di dunia melalui amalan yang dia lakukan, lalu muncul dari amalannya tersebut bekas yang tidak terasa enak bagi jiwa di dunia, maka bekas seperti ini tidaklah dibenci di sisi Allah. Bahkan bekas tersebut adalah sesuatu yang Allah cintai dan baik di sisi-Nya. Hal ini dikarenakan bekas yang tidak terasa enak tersebut  muncul karena melakukan ketaatan dan mengharap ridho Allah. Oleh karena itu, Allah pun membalasnya dengan memberikan bau harum pada mulutnya yang menyenangkan seluruh makhluk, walaupun bau tersebut tidak terasa enak di sisi makluk ketika di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah beberapa keutamaan amalan puasa. Inilah yang akan diraih bagi seorang hamba yang melaksanakan amalan puasa yang wajib di bulan Ramadhan maupun amalan puasa yang sunnah dengan dilandasi keikhlasan dan selalu mengharap ridho Allah. Semoga kita dapat meraih beberapa keutamaan di atas dari amalan puasa Ramadhan yang kita lakukan nanti. Semoga Allah memberi kita selalu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib dan amalan yang diterima.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-6462238444930598002?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/6462238444930598002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=6462238444930598002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/6462238444930598002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/6462238444930598002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2009/08/berkahnya-orang-yang-berpuasa.html' title='Berkahnya Orang Yang Berpuasa'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-4805992349729875785</id><published>2009-08-29T07:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T07:42:53.684-07:00</updated><title type='text'>Shalat Tarawih Di Malam Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;        &lt;!-- img blog--&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aura insani Hidayatullah&lt;/span&gt; - Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat  setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan. (Lihat &lt;em&gt;Al Jaami’ li Ahkamish Sholah&lt;/em&gt;, 3/63 dan &lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9630)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="more-1264"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adapun shalat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan shalat tarawih hanya khusus dikerjakan di bulan Ramadhan. Sedangkan shalat tahajjud menurut mayoritas pakar fiqih adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah bangun tidur dan dilakukan di malam mana saja. (&lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9630)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Bahkan menurut Ahnaf, Hanabilah, dan Malikiyyah, hukum shalat tarawih adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat tarawih merupakan salah satu syi’ar Islam. (&lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9631)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Shalat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertama, akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. (&lt;em&gt;Syarh Muslim&lt;/em&gt;, 3/101)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. (&lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, 6/290)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. (Lihat &lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, 6/290)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua, shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Abu Dzar, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).  Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketiga, shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih. &lt;em&gt;(Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9633)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Tarawih Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”&lt;/em&gt; ‘Aisyah mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Jabir bin ‘Abdillah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, beliau menuturkan, &lt;em&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 raka’at lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Kemudian kami menemui beliau dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, dengan harapan engkau akan shalat bersama kami.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya aku khawatir kalau akhirnya shalat tersebut menjadi wajib bagimu.”&lt;/em&gt; (HR. Ath Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa derajat hadits ini hasan. Lihat &lt;em&gt;Shalat At Tarawih&lt;/em&gt;, hal. 21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;As Suyuthi mengatakan, “Telah ada beberapa hadits shahih dan juga hasan mengenai perintah untuk melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dan ada pula dorongan untuk melakukannya tanpa dibatasi dengan jumlah raka’at tertentu. Dan tidak ada hadits shahih yang mengatakan bahwa jumlah raka’at tarawih yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah 20 raka’at. Yang dilakukan oleh beliau adalah beliau shalat beberapa malam namun tidak disebutkan batasan jumlah raka’atnya. Kemudian beliau pada malam keempat tidak melakukannya agar orang-orang tidak menyangka bahwa shalat tarawih adalah wajib.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibnu Hajar Al Haitsamiy mengatakan, “Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; melaksanakan shalat tarawih 20 raka’at. Adapun hadits yang mengatakan “Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; biasa melaksanakan shalat (tarawih) 20 raka’at”, ini adalah hadits yang sangat-sangat lemah.” (&lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9635)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Adapun yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari hadits Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; shalat di bulan Ramadhan 20 raka’at ditambah witir, sanad hadits itu adalah dho’if. Hadits ‘Aisyah yang mengatakan bahwa shalat Nabi tidak lebih dari 11 raka’at juga bertentangan dengan hadits Ibnu Abi Syaibah ini. Padahal ‘Aisyah sendiri lebih mengetahui seluk-beluk kehidupan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pada waktu malam daripada yang lainnya. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.” (&lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;, 6/295)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Raka’at Shalat Tarawih yang Dianjurkan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumlah raka’at shalat tarawih yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at. Inilah yang dipilih oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang telah lewat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Aisyah mengatakan, &lt;em&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 raka’at.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764). Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat malam yang dilakukan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah 11 raka’at. Adapun dua raka’at lainnya adalah dua raka’at ringan yang dikerjakan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sebagai pembuka melaksanakan shalat malam, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam &lt;em&gt;Fathul Bari &lt;/em&gt;(4/123, &lt;em&gt;Asy Syamilah&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Bolehkah Menambah Raka’at Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Raka’at?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mayoritas ulama terdahulu dan ulama belakangan, mengatakan  bahwa boleh menambah raka’at dari yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit raka’at. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan banyak.” (&lt;em&gt;At Tamhid&lt;/em&gt;, 21/70)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang membenarkan pendapat ini adalah dalil-dalil berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertama, sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at. Jika engkau khawatir masuk waktu shubuh, lakukanlah shalat witir satu raka’at.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua, sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; فَأَعِنِّى عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Bantulah aku (untuk mewujudkan cita-citamu) dengan memperbanyak sujud (shalat).”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 489)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketiga, sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya engkau tidaklah melakukan sekali sujud kepada Allah melainkan Allah akan meninggikan satu derajat bagimu dan menghapus satu kesalahanmu.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 488)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari dalil-dalil di atas menunjukkan beberapa hal:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keempat, Pilihan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang memilih shalat tarawih dengan 11 atau 13 raka’at ini bukanlah pengkhususan dari tiga dalil di atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alasan pertama, perbuatan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidaklah mengkhususkan ucapan beliau sendiri, sebagaimana hal ini telah diketahui dalam ilmu ushul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alasan kedua, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidaklah melarang menambah lebih dari 11 raka’at. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Shalat malam di bulan Ramadhan tidaklah dibatasi oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dengan bilangan tertentu. Yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah beliau tidak menambah di bulan Ramadhan atau bulan lainnya lebih dari 13 raka’at, akan tetapi shalat tersebut dilakukan dengan raka’at yang panjang. …Barangsiapa yang mengira bahwa shalat malam di bulan Ramadhan memiliki bilangan raka’at tertentu yang ditetapkan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, tidak boleh ditambahi atau dikurangi dari jumlah raka’at yang beliau lakukan, sungguh dia telah keliru.” (&lt;em&gt;Majmu’ Al Fatawa&lt;/em&gt;, 22/272)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alasan ketiga, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak memerintahkan para sahabat untuk melaksanakan shalat malam dengan 11 raka’at. Seandainya hal ini diperintahkan tentu saja beliau akan memerintahkan sahabat untuk melaksanakan shalat 11 raka’at, namun tidak ada satu orang pun yang mengatakan demikian. Oleh karena itu, tidaklah tepat mengkhususkan dalil yang bersifat umum yang telah disebutkan di atas. Dalam ushul telah diketahui bahwa dalil yang bersifat umum tidaklah dikhususkan dengan dalil yang bersifat khusus kecuali jika ada pertentangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelima, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; biasa melakukan shalat malam dengan bacaan yang panjang dalam setiap raka’at. Di zaman setelah beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, orang-orang begitu berat jika melakukan satu raka’at begitu lama. Akhirnya, ‘Umar memiliki inisiatif agar shalat tarawih dikerjakan dua puluh raka’at agar bisa lebih lama menghidupkan malam Ramadhan, namun dengan bacaan yang ringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tatkala ‘Umar mengumpulkan manusia dan Ubay bin Ka’ab sebagai imam, dia melakukan shalat sebanyak 20 raka’at kemudian melaksanakan witir sebanyak tiga raka’at. Namun ketika itu bacaan setiap raka’at lebih ringan dengan diganti raka’at yang ditambah. Karena melakukan semacam ini lebih ringan bagi makmum daripada melakukan satu raka’at dengan bacaan yang begitu panjang.” (&lt;em&gt;Majmu’ Al Fatawa&lt;/em&gt;, 22/272)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keenam, telah terdapat dalil yang shahih bahwa ‘Umar bin Al Khottob pernah mengumpulkan manusia untuk melaksanakan shalat tarawih, Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad Daari ditunjuk sebagai imam. Ketika itu mereka melakukan shalat tarawih sebanyak 21 raka’at. Mereka membaca dalam shalat tersebut ratusan ayat dan shalatnya berakhir ketika mendekati waktu shubuh. (Diriwayatkan oleh ‘Abdur Razaq no. 7730, Ibnul Ja’di no. 2926, Al Baihaqi 2/496. Sanad hadits ini shahih. Lihat &lt;em&gt;Shahih Fiqh Sunnah&lt;/em&gt;, 1/416)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Begitu juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa mereka melakukan shalat tarawih sebanyak 11 raka’at. Dari As Saa-ib bin Yazid, beliau mengatakan bahwa ‘Umar bin Al Khottob memerintah Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad Daariy untuk melaksanakan shalat tarawih sebanyak 11 raka’at. As Saa-ib mengatakan, &lt;em&gt;“Imam membaca ratusan ayat, sampai-sampai kami bersandar pada tongkat karena saking lamanya. Kami selesai hampir shubuh.”&lt;/em&gt; (HR. Malik dalam &lt;em&gt;Al Muqatho’&lt;/em&gt;, 1/137, no. 248. Sanadnya shahih. Lihat &lt;em&gt;Shahih Fiqih Sunnah&lt;/em&gt; 1/418)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Berbagai Pendapat Mengenai Jumlah Raka’at Shalat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi, shalat tarawih 11 atau 13 raka’at yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; bukanlah pembatasan. Sehingga para ulama dalam pembatasan jumlah raka’at shalat tarawih ada beberapa pendapat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapat pertama, yang membatasi hanya sebelas raka’at. Alasannya karena inilah yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Inilah pendapat Syaikh Al Albani dalam kitab beliau &lt;em&gt;Shalatut Tarawaih&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapat kedua, shalat tarawih adalah 20 raka’at (belum termasuk witir). Inilah pendapat mayoritas ulama semacam Ats Tsauri, Al Mubarok, Asy Syafi’i, Ash-haabur Ro’yi, juga diriwayatkan dari ‘Umar, ‘Ali dan sahabat lainnya. Bahkan pendapat ini adalah kesepakatan (ijma’) para sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al Kasaani mengatakan, “‘Umar mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyam Ramadhan lalu diimami oleh Ubay bin Ka’ab &lt;em&gt;radhiyallahu Ta’ala ‘anhu&lt;/em&gt;. Lalu shalat tersebut dilaksanakan 20 raka’at. Tidak ada seorang pun yang mengingkarinya sehingga pendapat ini menjadi ijma’ atau kesepakatan para sahabat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ad Dasuuqiy dan lainnya mengatakan, “Shalat tarawih dengan 20 raka’at inilah yang menjadi amalan para sahabat dan tabi’in.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibnu ‘Abidin mengatakan, “Shalat tarawih dengan 20 raka’at inilah yang dilakukan di timur dan barat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Ali As Sanhuriy mengatakan, “Jumlah 20 raka’at inilah yang menjadi amalan manusia dan terus menerus dilakukan hingga sekarang ini di berbagai negeri.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al Hanabilah mengatakan, “Shalat tarawih 20 raka’at inilah yang dilakukan dan dihadiri banyak sahabat. Sehingga hal ini menjadi ijma’ atau kesepakatan sahabat. Dalil yang menunjukkan hal ini amatlah banyak.” (Lihat &lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9636)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapat ketiga, shalat tarawih adalah 39 raka’at dan sudah termasuk witir. Inilah pendapat Imam Malik. Beliau memiliki dalil dari riwayat Daud bin Qois, dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan riwayatnya shahih. (Lihat &lt;em&gt;Shahih Fiqh Sunnah&lt;/em&gt;, 1/419)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapat keempat, shalat tarawih adalah 40 raka’at dan belum termasuk witir. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh ‘Abdurrahman bin Al Aswad shalat malam sebanyak 40 raka’at dan beliau witir 7 raka’at. Bahkan Imam Ahmad bin Hambal melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan tanpa batasan bilangan sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah. (Lihat &lt;em&gt;Kasyaful Qona’ ‘an Matnil Iqna’&lt;/em&gt;, 3/267)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesimpulan dari pendapat-pendapat yang ada adalah sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Semua jumlah raka’at di atas boleh dilakukan. Melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan berbagai macam cara tadi itu sangat bagus. Dan memang lebih utama adalah melaksanakan shalat malam sesuai dengan kondisi para jama’ah. Kalau jama’ah kemungkinan senang dengan raka’at-raka’at yang panjang, maka lebih bagus melakukan shalat malam dengan 10 raka’at ditambah dengan witir 3 raka’at, sebagaimana hal ini dipraktekkan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sendiri di bulan Ramdhan dan bulan lainnya. Dalam kondisi seperti itu, demikianlah yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun apabila para jama’ah tidak mampu melaksanakan raka’at-raka’at yang panjang, maka melaksanakan shalat malam dengan 20 raka’at itulah yang lebih utama. Seperti inilah yang banyak dipraktekkan oleh banyak ulama. Shalat malam dengan 20 raka’at adalah jalan pertengahan antara jumlah raka’at shalat malam yang sepuluh dan yang empat puluh. Kalaupun seseorang melaksanakan shalat malam dengan 40 raka’at atau lebih, itu juga diperbolehkan dan tidak dikatakan makruh sedikitpun. Bahkan para ulama juga telah menegaskan dibolehkannya hal ini semisal Imam Ahmad dan ulama lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, barangsiapa yang menyangka bahwa shalat malam di bulan Ramadhan memiliki batasan bilangan tertentu dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sehingga tidak boleh lebih atau kurang dari 11 raka’at, maka sungguh dia telah keliru.” (&lt;em&gt;Majmu’ Al Fatawa&lt;/em&gt;, 22/272)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari penjelasan di atas kami katakan, hendaknya setiap muslim bersikap arif dan bijak dalam menyikapi permasalahan ini.  Sungguh tidak tepatlah kelakuan sebagian saudara kami yang berpisah dari jama’ah shalat tarawih setelah melaksanakan shalat 8 atau 10 raka’at karena mungkin dia tidak mau mengikuti imam yang melaksanakan shalat 23 raka’at atau dia sendiri ingin melaksanakan shalat 23 raka’at di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang yang keluar dari jama’ah sebelum imam menutup shalatnya dengan witir juga telah meninggalkan pahala yang sangat besar. Karena jama’ah yang mengerjakan shalat bersama imam hingga imam selesai –baik imam melaksanakan 11 atau 23 raka’at- akan memperoleh pahala shalat seperti shalat semalam penuh. &lt;em&gt;“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam &lt;em&gt;Al Irwa’&lt;/em&gt; 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Semoga Allah memafkan kami dan juga mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Yang Paling Bagus adalah yang Panjang Bacaannya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah penjelasan di atas, tidak ada masalah untuk mengerjakan shalat 11 atau 23 raka’at. Namun yang terbaik adalah yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, namun berdirinya agak lama. Dan boleh juga melakukan shalat tarawih dengan 23 raka’at dengan berdiri yang lebih ringan sebagaimana banyak dipilih oleh mayoritas ulama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 756)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Abu Hurairah, beliau berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُصَلِّىَ الرَّجُلُ مُخْتَصِرًا &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang shalat mukhtashiron.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Hajar –rahimahullah- membawakan hadits  di atas dalam kitab beliau Bulughul Marom, Bab “Dorongan agar khusu’ dalam shalat.”&lt;/em&gt; Sebagian ulama menafsirkan &lt;em&gt;ikhtishor&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;mukhtashiron&lt;/em&gt;) dalam hadits di atas adalah shalat yang ringkas (terburu-buru), tidak ada thuma’ninah ketika membaca surat, ruku’ dan sujud. (Lihat &lt;em&gt;Syarh Bulughul Marom&lt;/em&gt;, Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim, 49/3, &lt;em&gt;Asy Syamilah&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, tidak tepat jika shalat 23 raka’at dilakukan dengan kebut-kebutan, bacaan Al Fatihah pun kadang dibaca dengan satu nafas. Bahkan kadang pula shalat 23 raka’at yang dilakukan lebih cepat selesai dari yang 11 raka’at. Ini sungguh suatu kekeliruan. Seharusnya shalat tarawih dilakukan dengan penuh khusyu’ dan thuma’ninah, bukan dengan kebut-kebutan. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Salam Setiap Dua Raka’at&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para pakar fiqih berpendapat bahwa shalat tarawih dilakukan dengan salam setiap dua raka’at. Karena tarawih termasuk shalat malam. Sedangkan shalat malam dilakukan dengan dua raka’at salam dan dua raka’at salam. Dasarnya adalah sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ulama-ulama Malikiyah mengatakan, “Dianjurkan bagi yang melaksanakan &lt;a title="Shalat tarawih" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih.html" target="_blank"&gt;shalat tarawih&lt;/a&gt; untuk melakukan salam setiap dua raka’at dan dimakruhkan mengakhirkan salam hingga empat raka’at. … Yang lebih utama adalah salam setelah dua raka’at.” (Lihat &lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9640)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Istirahat Tiap Selesai Empat Raka’at&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para ulama sepakat tentang disyariatkannya istirahat setiap melaksanakan shalat tarawih empat raka’at. Inilah yang sudah turun temurun dilakukan oleh para salaf. Namun tidak mengapa kalau tidak istirahat ketika itu. Dan juga tidak disyariatkan untuk membaca do’a tertentu ketika melakukan istirahat. Inilah pendapat yang benar dalam madzhab Hambali. (Lihat &lt;em&gt;Al Inshof&lt;/em&gt;, 3/117)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dasar dari hal ini adalah perkataan ‘Aisyah yang menjelaskan tata cara shalat malam Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai catatan penting, tidaklah disyariatkan membaca dzikir-dzikir tertentu atau do’a tertentu ketika istirahat setiap melakukan empat raka’at shalat tarawih, sebagaimana hal ini dilakukan sebagian muslimin di tengah-tengah kita yang mungkin saja belum mengetahui bahwa hal ini tidak ada tuntunannya dalam ajaran Islam. (Lihat &lt;em&gt;Shahih Fiqih Sunnah&lt;/em&gt;, 1/420)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ulama-ulama Hambali mengatakan, “Tidak mengapa jika istirahat setiap melaksanakan empat raka’at shalat tarawih ditinggalkan. Dan tidak dianjurkan membaca do’a-do’a tertentu ketika waktu istirahat tersebut karena tidak adanya dalil yang menunjukkan hal ini.” (Lihat &lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9639)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Surat yang Dibaca Ketika Shalat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada riwayat mengenai bacaan surat tertentu dalam shalat tarawih yang dilakukan oleh Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Jadi, surat yang dibaca boleh berbeda-beda sesuai dengan keadaan. Imam dianjurkan membaca bacaan surat yang tidak sampai membuat jama’ah bubar meninggalkan shalat. Seandainya jama’ah senang dengan bacaan surat yang panjang-panjang, maka itu lebih baik berdasarkan riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada anjuran dari sebagian ulama semacam ulama Hanafiyah dan Hambali untuk mengkhatamkan Al Qur’an di bulan Ramadhan dengan tujuan agar manusia dapat mendengar seluruh Al Qur’an ketika melaksanakan shalat tarawih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kesalahan-Kesalahan Dalam Shalat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyeru Jama’ah dengan &lt;em&gt;“Ash Sholaatul Jaami’ah”&lt;/em&gt;. Ulama-ulama hanabilah berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan &lt;em&gt;“Ash Sholaatul Jaami’ah”&lt;/em&gt;. Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). (Lihat &lt;em&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah&lt;/em&gt;, 2/9634)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dzikir Jama’ah dengan Dikomandoi. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat mengatakan, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dizkir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (&lt;em&gt;Majmu’ Fatawa Ibnu Baz&lt;/em&gt;, 11/189).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bubar Sebelum Imam Selesai Shalat Malam. Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Siapa yang shalat (malam) bersama imam hingga ia selesai, maka ditulis untuknya pahala melaksanakan shalat satu malam penuh.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Tirmidzi, Shahih). Jika seseorang bubar terlebih dahulu sebelum imam selesai, maka dia akan kehilangan pahala yang disebutkan dalam hadits ini. Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikian sedikit pembahasan kami seputar shalat tarawih. Semoga Allah memberi taufik kepada kita agar dapat menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan amalan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Wa shallaatu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Alhamdulillahi robbil ‘alamin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-4805992349729875785?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/4805992349729875785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=4805992349729875785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4805992349729875785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4805992349729875785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2009/08/shalat-tarawih-di-malam-ramadhan.html' title='Shalat Tarawih Di Malam Ramadhan'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-5235004893882444228</id><published>2009-08-29T07:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T07:40:12.231-07:00</updated><title type='text'>Puasa Namun Tidak Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;        &lt;!-- img blog--&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aura insani Hidaytullah&lt;/span&gt; - Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin -&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;- pernah ditanya: &lt;em&gt;“Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="more-1251"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beliau &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.”&lt;/em&gt; (Qs. At Taubah [9]: 11)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alasan lain adalah sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 82)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;" class="arab"&gt; الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan &lt;a title="puasa tapi tidak shalat" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-tetapi-tidak-shalat.html" target="_blank"&gt;shalat&lt;/a&gt; merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘Abdullah bin Syaqiq –&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;- (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” [Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari 'Abdullah bin Syaqiq Al 'Aqliy; seorang tabi'in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat &lt;em&gt;Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab&lt;/em&gt;, hal. 52, -pen]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh sebab itu, kami katakan, “Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.” Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-5235004893882444228?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/5235004893882444228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=5235004893882444228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5235004893882444228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5235004893882444228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2009/08/puasa-namun-tidak-shalat.html' title='Puasa Namun Tidak Shalat'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-1330820240435724975</id><published>2008-07-20T09:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T09:56:32.168-07:00</updated><title type='text'>Manfaat Wudhu</title><content type='html'>&lt;font size="2"&gt;&lt;em class="info" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; color: rgb(107, 107, 107); font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;”Sungguh ummat-Ku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya.” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;Selain memiliki banyak keutamaan, wudhu ternyata sangat bermanfaat terhadap kesehatan. Dr Ahmad Syauqy Ibrahim, peneliti bidang penderita penyakit dalam dan penyakit jantung di London mengatakan, ”Para Pakar sampai pada kesimpulan mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan, dan insomnia (susah tidur).” &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;Dalam buku &lt;em&gt;Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah&lt;/em&gt; dijelaskan, ilmu kontemporer menetapkan setelah melalui eksperimen panjang, ternyata orang yang selalu berwudhu mayoritas hidung mereka lebih bersih, tidak terdapat berbagai mikroba. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;Rongga hidung bisa mengantarkan berbagai penyakit. Dari hidung, kuman masuk ke tenggorokan dan terjadilah berbagai radang dan penyakit. Apalagi jika sampai masuk ke dalam aliran darah. Barangkali inilah hikmah dianjurkannya &lt;em&gt;istinsyaaq&lt;/em&gt; (memasukkan air ke dalam hidung) sebanyak tiga kali kemudian menyemburkannya setiap kali wudhu. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;Ada pun berkumur-kumur dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi. Berkumur menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel. Sementara membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberi manfaat menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri. Apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit. Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah penyakit tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;Dari segi rohani, wudhu menggugurkan ‘daki-daki’ yang menutupi pahala. Bersama air wudhu, dosa-dosa kita dibersihkan, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, tatkala ia membasuh wajahnya keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya bersamaan dengan air itu atau dengan tetesan terakhirnya. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;Apabila dia membasuh dua tangannya maka akan keluar seluruh dosa yang dilakukan tangannya bersamaan dengan air itu atau tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh dua kakinya maka keluarlah seluruh dosa yang telah dilangkahkan oleh kakinya bersama air atau tetesannya yang terakhir sehingga dia selesai wudhu dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR Muslim) Maka, berbahagialah orang-orang yang selalu menjaga wudhunya dan menjaga hatinya tetap suci. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-1330820240435724975?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/1330820240435724975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=1330820240435724975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1330820240435724975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/1330820240435724975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/manfaat-wudhu.html' title='Manfaat Wudhu'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-4224611737749566090</id><published>2008-07-20T09:53:00.001-07:00</published><updated>2008-07-20T09:53:41.055-07:00</updated><title type='text'>AL-ASMA'UL HUSNAA (NAMA-NAMA INDAH DAN AGUNG)</title><content type='html'>&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ALLAH - Nama Ilahi yang serba komprehensif. Nama panggilan Ketuhanan yang    merupakan asal-usul segenap Nama lain-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-RAHMAN - Yang Maha Pemurah. Ia yang melimpahkan Kemurahannya kepada    segenap Makhluk-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-RAHIEM - Yang Maha Penyayang. Ia melimpahkan Kemurahannya kepada semua    orang yang beriman.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MALIK - Yang Maha Kuasa dan Merajai. Ia Raja seluruh alam semesta.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-QUDDUS - Yang Maha Suci dari Sifat Kekurangan. Atau Yang Maha Kudus.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AS-SALAAM - Yang Maha Sejahtera (memberi keselamatan). Yang Maha Suci dari    Sifat Buruk. "Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal."    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUKMIN - Yang membenarkan rasul-rasul-Nya dan menepati Janji-Nya; Yang    Memberi keamanan kepada Makhluk-Nya. Atau Maha Pelindung Iman, atau Maha    Pelindung Mukminin. Dia mengaktifkan Nama ini di dalam diri mukminin sehingga    terpelihara imannya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUHAIMIN - Yang memperhatikan, menjaga, serta menaungi Hamba-Hamba-Nya    dalam segala keadaan. Atau Yang Maha Pelindung, khususnya Pelindung iman.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-AZIZ - Yang Maha Kuat dan Mengalahkan segala sesuatu dan tidak dapat    dikalahkan oleh apapun. Atau Yang Maha Mulia, atau pun Yang Maha Jaya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-JABBAR - Yang dapat Memaksakan Kehendak-Nya atas semua Makhluk-Nya;    Yang Maha Perkasa. Yang Kehendak-Nya tidak terkalahkan atau diingkari.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUTAKABBIR - Yang patut Dipuja karena Keagungan Sifat-Sifat-Nya; Yang    Memiliki Kebesaran. Atau Yang Maha Bangga, atau Yang Maha Agung. Hanya Tuhan,    Yang Berkuasa atas segala Hidup, berhak berbangga.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-KHALIK - Yang Maha Pencipta. Yang Maha Kuasa Menciptakan segala    sesuatu, seluruh alam semesta, dan segala Makhluk di dalamnya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BARI' - Yang menjadikan segala sesuatu. Atau Yang Maha Pengembang.    Tuhan merencanakan Makhluk-Nya dan menuntunnya melalui tahap-tahap dalam    proses perkembangannya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUSHAWWIR - Yang Memberi Rupa dan Bentuk kepada segala sesuatu. Secara    aktif, Tuhan mencetak segala sesuatu dan membentuknya seraya Ciptaan-Nya    menempuh segala tahap dalam proses perkembangannya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-GHAFFAR - Yang Maha Kuasa Menutupi segala kesalahan Hamba-Hamba-Nya    dengan mengampuni dosa-dosa mereka. Melalui Kuasa Nama ini, Tuhan mengampuni    orang yang berdosa.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-QOHHAR - Yang dapat Menaklukkan segala sesuatu; Yang dapat Memaksakan    segala yang menjadi Kehendak-Nya. Atau Yang Maha Penekan. Tuhan menaklukan dan    mengakhiri segala sesuatu.&amp;nbsp;    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WAHHAB - Yang Maha Kuasa Memberi segala sesuatu kepada Makhluk-Nya.    Tuhan memberi Kurnia-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-ROZZAQ - Yang Memberi Rezeki. Tuhan adalah satu-satunya Pemberi Rezeki.     &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-FATTAH - Yang Maha Kuasa Membuka Perbendaharaan Rahmat-Nya kepada semua    Makhluk. Tuhan jualah yang membuka jalan ke arah segala pengembangan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-'ALIEM - Yang Maha Mengetahui. Atau Yang Serba Mengetahui. Tiada suatu    pun yang luput dari Pengetahuan-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-QOBIDH - Yang Maha Kuasa Menyempitkan. Dia yang menyempitkan atau    menyusutkan sesuatu untuk mempersulit urusan Makhluk-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BASITH - Yang Maha Kuasa Melapangkan. Dia yang mempermudah segala    urusan Makhluk-Nya atau sebaliknya membiarkan mereka berkembang.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-KHOFIDH - Yang Maha Kuasa Merendahkan Martabat sesiapa yang    dikehendaki-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-ROFI' - Yang Maha Kuasa Mengangkat Martabat sesiapa yang    dikehendaki-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MU'IZZ - Yang meninggikan derajat sesiapa yang dikehendaki-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUDZILL - Yang menghinakan kedudukan sesiapa yang dikehendaki-Nya. Yang    mampu meninggikan martabat juga mampu menurunkannya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AS-SAMIE' - Yang Maha Mendengar. Tiada suatu pun yang luput dari    Pendengaran-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BASHIER - Yang Maha Melihat. Tiada suatu pun yang luput dari    Pengamatan-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAKAM - Yang menetapkan Keputusan-Nya atas segala sesuatu. Tuhan adalah    Hakim seluruh umat manusia, terutama pada Hari Kiamat.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-'ADLU - Yang Maha Adil. Tuhan adil dalam Keputusan-Nya dan membagikan    hukuman dan pahala dengan segala cermat-Nya, sehingga di seluruh alam semesta,    termasuk Keputusan-Nya, tidak terdapat ketimpangan atau deviasi yang kecil    sekali pun.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-LATHIEF - Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang samar dan pelik.    Yang bersifat santun dan lembut kepada Hamba-Hamba-Nya. Ia yang Maha Pemurah,    mengagumkan, dan terlalu halus untuk dilihat dengan mata kepala. ("Tuhan Allah    sulit ditebak, tetapi Ia tidak jahat." Albert Einstein.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-KHOBIER - Yang Maha Mengetahui Hakikat segala sesuatu. Karena Ia Maha    Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Mendengar, niscaya Tuhan memantau segala    kejadian.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HALIEM - Yang tetap dapat menahan amarah. Atau Yang Maha Lemah Lembut.    Atau Yang Maha Penyabar. Tuhan baru tega menghukum bila digusarkan    terus-menerus.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-'ADHIEM - Yang Maha Besar; Yang Maha Luhur; Yang Maha Agung. Ia Raja    alam semesta dan Maha Besar dari sudut martabat.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-GHAFUR - Yang Maha Pengampun. Dia memaafkan segala dosa yang disesali    pelakunya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ASY-SYAKUR - Yang Maha Mensyukuri Hamba-Hamba-Nya yang taat dengan    memberikan pahala atas setiap perbuatan yang baik.. Tuhan menerima syukur    mereka yang bersyukur kepada-Nya. Sampai tingkat tertentu, Ia sekali gus    pengucap syukur serta perbuatan mengucapkan syukur.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-'ALIY - Yang Maha Tinggi Martabat-Nya. Ia Tuhan Yang bertakhta    jauh-jauh di atas.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-KABIER - Yang Maha Besar. Ia teramat Besar dari sudut ukuran ruang dan    waktu.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAFIEDZ - Yang Memelihara dan Menjaga semua Makhluk-Nya. Ia melindungi    segala sesuatu, terutama Sabda-Nya (Alquran), sampai tiba ajalnya, dengan    pengertian bahwa Alquran akan bertahan sampai akhir segala zaman.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUQIET - Yang Menjadikan segala apa yang dibutuhkan oleh    Makhluk-Makhluk-Nya., seperti makanan, minuman dan sebagainya. Atau Yang Maha    Pemelihara. Di antara ketiga fase hidup (Kreasi, Hidup, dan Pemusnahan), Nama    ini bertalian dengan fase kedua.&amp;nbsp;    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HASIEB - Yang memberi kecukupan dengan kadar perhitungan yang tepat.    Juga berarti Juru Hitung, yang menunjukkan bahwa Tuhan mencipta berdasarkan    perhitungan yang amat sangat halus (oleh Al-Muhshi).    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-JALIEL - Yang memiliki segala Sifat kebenaran dan kebesaran. Juga    menyangkut segi Ilahi sebagai Yang Maha Pemurka.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-KARIEM - Yang Maha Mulia, yang melimpahkan karunia kepada    Makhluk-Makhluk-Nya tanpa diminta sebelumnya. Karena Ia jua yang memberikan    kita segala milik yang kita punyai, maka Kemurahan-Nya tak terhingga.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-RAQIEB - Yang Selalu Mengawasi dan Memperhatikan segala sesuatu, dan    tiada suatu pun yang luput dari Pegawasan-Nya. Ia memantau, menyelia, dan    mengontrol. (Banyak di antara penemuan teknologi mutakhir menjelmakan Nama    ini.)    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUJIEB - Yang dapat mengabulkan doa Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha    Pengabul Doa.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WASI' - Yang Maha Luas Kekayaan-Nya dan Pemberian-Nya kepada    Hamba-Hamba-Nya. Yang Maha Besar dari sudut keluasan atau permuaian.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAKIEM - Yang Maha Bijaksana. Ia Asal-Usul, Pemilik, dan Pembagi segala    sifat kearifan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WADUD - Yang Mencintai dan Mengasihi. Tuhan adalah Cinta Kasih dan    Pembagi-nya—Pengasih, Kasih, dan Kekasih.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MAJIED - Yang Maha Mulia dan Maha Besar Kemurahan-Nya kepada    Hamba-Hamba-Nya. Ia teramat Ajaib dan patut dipuja, dan oleh karena itu paling    patut diagungkan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BA'ITS - Yang Maha Kuasa Membangkitkan sesiapa yang sudah wafat. Tuhan    membangkitkan ahli kubur pada Hari Kiamat. Ia juga menciptakan hidup baru dan    menghidupkan kembali segala sesuatu yang hanya dikira mati.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ASY-SYAHIED - Yang menyaksikan segala sesuatu. Karena Ia Yang Serba Sadar    dan Yang Maha Pengawas, maka Tuhan adalah Saksi akan segala kejadian sejagat    raya, termasuk perbuatan kita yang kecil sekali pun.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAQ - Yang Haq; Yang Maha Benar; Yang Menunjukkan Kebenaran. Ia inti    terdalam seluruh alam dan sama sekali luput dari segala sifat dusta dan    kesilapan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WAKIEL - Yang dapat mengurusi dan menyelesaikan segala urusan    Hamba-Hamba-Nya. Melalui Nama ini kita percaya kepada Tuhan, dan melalui Nama    ini Ia memberi rezeki asalkan kita telah berusaha sendiri (memenuhi kewajiban    dan mengambil tindakan pencegahan seperlunya).    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-QOWIYU - Yang Maha Kuat lagi Perkasa. AtauYang Tak Terbatas.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MATIEN - Yang Maha Kokoh dan Maha Sempurna Kekuatan-Nya. Ia Yang    Bertahan, yang Maha Melawan, atau Yang Maha Pemberani. (Nama ini terwujud    dalam bahan adikeras sebangsa intan.)    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WALIYU - Yang Maha Melindungi dan Menolong serta membela    Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha Sahabat lagi Pelindung. Tuhan merupakan    Sahabat setia terhadap segenap Sahabat-Nya    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAMIED - Yang Patut dipuja dan dipuji. Segala puja dan puji adalah    Milik-Nya jua.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUHSHI - Dengan Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, Dia menghitung    dan memelihara segala ada, baik yang besar maupun yang kecil sekali pun,    hingga tiada suatu pun yang luput dari Perhitungan dan Pemeliharaan-Nya. Atau    Yang Maha Penghitung atau pun Yang Maha Perancang. Ia sumber ilmu matematika,    dan oleh sebab itu sumber segala ilmu pengetahuan alam (lihat juga Al-Hasieb).    Menurut Leopold Kronecker, seorang ahli matematika tersohor, "Tuhan hanya    menciptakan nomor; selain itu, segala sesuatu adalah ciptaan manusia." Atau,    yang lebih tepat, di alam semesta ini Tuhan mewujudkan ilmu matematika-Nya    yang tinggi serta Kalkulasi dan Proporsi Ilahi, sehingga tugas manusia ialah    hanya menemukan dan meniru Kemuliaan-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUBDI'U - Yang menjadikan segala sesuatu dari tiada. Segala apa yang    diambil oleh Tuhan dapat dikembalikan-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MU'IED - Yang mengembalikan lagi segala sesuatu yang telah lenyap.    Melalui Kekuatan Nama ini, semua doa kita untuk arwah tercinta yang telah    tiada akan dikabulkan oleh-Nya pada Hari Kebangkitan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUHYI - Yang Maha Kuasa Menghidupkan segala sesuatu yang sudah mati. Ia    memberi hayat kepada segala Makhluk hidup.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUMIET - Yang Maha Kuasa mematikan apapun yang hidup. Atau Yang Maha    Pencipta Maut, atau Yang Maha Pemusnah. Segala sesuatu yang hidup akhirnya    ditakdirkan mati oleh-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAYYU - Yang Maha Tetap Hidup. Hanya Tuhan jualah yang mempunyai Hidup    abadi, karena Ia tidak lahir dan tidak mati pula.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-QOYYUM - Yang berdiri sendiri dan tetap mengurusi Makhluk-Makhluk-Nya.    Ia untuk selama-lamanya berdiri tegak, siaga, dan awas.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WAAJID - Yang Maha Kaya dengan Penemuan dan dapat melaksanakan segala    sesuatu yang dikehendaki. Ia memberi bentuk badani kepada segala sesuatu yang    terdapat di dunia ini.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MAAJID - Yang Mempunyai Kemuliaan dan Maha Tinggi dari segala    Kekurangan. Satu-satunya Ada yang patut diagungkan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WAAHID - Yang Maha Tunggal. Atau Yang Maha Tersendiri dalam bentuk dan    jenis. Atau Yang Maha Pemersatu. Segala kelipat-gandaan tersatu di dalam    Diri-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-AHAD - Yang Maha Esa. Yang Maha Tunggal, tanpa salinan, (maksudnya    tidak ditinjau dari sudut urutan angka matematika, tetapi sebagai "Ia Yang    tidak diserupai oleh sesama satu pun.")    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ASH-SHOMAD - Yang menjadi tujuan segala makhluk dan tempat meminta sesuatu    yang menjadi kebutuhan mereka. Atau Yang Maha Abadi. Segenap Makhluk    menyeru-Nya dalam kekurangan, dan Dia, yang bebas dari segala kebutuhan,    menyediakan kebutuhan mereka.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-QODIR - Yang sanggup melaksanakan semua hal yang dikehendaki. Tuhan    Maha Kuasa. (Sezarah dari segala Sifat Nama ini terwujud pada laut lepas, ilmu    Ilahi, dan bidang keuangan.)    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUQTADIR - Yang sangat berkuasa. Kekuasaan-Nya menguasai segala yang    kuasa.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUQODDIM - Yang Maha Kuasa Mendahulukan. Atau Yang Maha Pemercepat.    Bila dikehendaki-Nya, Tuhan sanggup mempercepat segala urusan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MU'AKHKHIR - Yang Maha Kuasa Mengakhirkan. Atau Yang Maha Pemerlambat.    Sebaliknya, Ia sanggup memperlambat segala urusan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-AWWAL - Yang pertama Ada-Nya sebelum segala sesuatu ada.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-AAKHIR - Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah (berakhir).    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ADH-DHAHIR - Yang Lahir - Yang dapat dilihat kekuasaan-Nya. Segala sesuatu    yang ada di luar.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BATHIN - Yang Batin - Yang tidak dapat dilihat Zat-Nya. Segala sesuatu    yang ada di dalam.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WAALI - Yang mengendalikan dan menguasai segala macam urusan    Makhluk-Nya. Direktur seluruh alam.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUTA'AAL - Yang Pencapaian-Nya berada di puncak ketinggian yang amat    tinggi dan tidak dapat diatasi atau dilampaui oleh siapa atau apa pun.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BARRU - Yang Maha Baik dan membuat segala macam kebajikan. Sumber    segala kebaikan. Segala sesuatu yang baik berasal dari-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-TAUWAAB - Yang menerima tobat dan memberi maaf kepada Makhluk yang    berdosa. Setelah menerima tobatnya, Ia mengampuni mereka.&amp;nbsp;    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUNTAQIM - Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya yang bersalah dengan    menyiksa. Tuhan tidak meridai perbuatan jahat, dan lambat laun mesti membalas    dendam-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-AFUWWU - Yang Maha Memberi Maaf, asalkan pendosa bertobat.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-RO'UF - Yang Maha Belas Kasih dan Penyayang. Belas Kasih ialah    Tanda-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;MALIKUL-MULKI - Yang memiliki segala kekuasaan di alam ini, dan dengan    Kekuasaan-Nya melaksanakan segala hal yang dikehendaki. Atau Pemilik Kerajaan.    Atau Pemilik Abadi segala Kedaulatan. Atau pun Pemilik Kerajaan Allah.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;DZUL JALAALI wal IKROM - Yang memiliki sifat Kebesaran, Keagungan,    Kemuliaan, serta Kemurahan. Tuhan Segala Keagungan dan Kemurahan. Dia Lebih    Besar, Penuh Rahmah, dan Maha Pemurah.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUQSITHU - Yang Maha Adil dalam Hukum-Nya. Ilmu ekonomi juga berasal    dari Nama ini. Ekonomi Ilahi bersifat adil dan cermat.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-JAAMI'U - Yang dapat mengatur dan mengumpulkan segala sesuatu. Tuhan    mempersatukan segala sesuatu (yang beraneka segi) di dalam Diri-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-GHONIYYU - Yang tidak membutuhkan sesuatu apapun. Yang Maha Mandiri.    Sedemikian agung Kekayaan-Nya sehingga besarnya seluruh alam semesta ibarat    kepala peniti saja.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MUGHNI - Yang dapat memberikan segala kebutuhan Makhluk dan Maha Kuasa    Memberikan Kekayaan kepada Hamba-Nya. Ia melimpahkannya kepada siapa saja    menurut Kehendak-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-MAANI'U - Yang dapat mencegah dan mempertahankan sesuatu. Pada    akhirnya, hanya Tuhan jualah yang mampu menahan sesuatu sehingga batal.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ADH-DHAARRU - Yang dapat mendatangkan bahaya dan memberikan kemelaratan.    Hanya Tuhan jualah yang mampu mengganggu atau menyusahkan Makhluk-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ANN-NAAFI'U - Yang dapat memberikan manfaat. Atau Yang Maha Menguntungkan.    Hanya Tuhan jualah yang mampu menolong atau menyembuhkan Makhluk-Nya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AN-NURU - Yang memberi cahaya kepada segala sesuatu. "Allah yang menerangi    langit dan bumi." (Q24.35) Makhluk pertama ialah Nur Ruh Muhammad, yang muncul    dari Nur Ilahi Yang Purba. Itu berarti bahwa Rasul adalah Makhluk yang    terdekat pada Tuhan, dilihat dari sudut ontologis (hakikat hidup), dan tidak    hanya dari sudut temporal (berkenaan dengan waktu).    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-HAADI - Yang memberi petunjuk. Tuhan dapat menuntun kita sepanjang    jalan yang lurus (atau benar).    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BADIE'U - Yang menciptakan alam semesta dalam bentuk yang indah yang    belum pernah dibuat oleh siapa pun. Atau Yang Tiada Bertara. Ia yang    menimbulkan segala sesuatu.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-BAQI - Yang Maha Kekal Wujud-Nya. Atau Maha Selamat. Atau Yang Maha    Tetap. Meskipun segala sesuatu akan habis, tetapi Ia takkan berkesudahan.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AL-WARITSU - Yang tetap ada setelah segala makhluk tiada. Atau Yang Maha    Waris. Pada saat segala sesuatu kembali kepada-Nya, Ia akan berada di tempat    untuk menerimanya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;AR-ROSYIEDU - Yang Maha Pandai dan Bijaksana. Atau Yang Maha Penyuluh.    Atau Yang Maha Pemandu yang merintis Jalan yang Benar. Nama ini dikaruniakan    kepada segenap nabi, rasul, wali Allah, ahli hikmah, dan syekh yang patut    dipercaya.    &lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;font size="2"&gt;ASH-SHOBURU - Yang Maha Sabar. Tuhan adalah sumber segala Kesabaran.    Banyak Nama-Nya, namun Dia telah ridha mengungkapkan yang di atas kepada    Hamba-Hamba-Nya sebagai Nama-Nya yang paling berguna baginya.&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-4224611737749566090?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/4224611737749566090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=4224611737749566090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4224611737749566090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4224611737749566090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/al-asmaul-husnaa-nama-nama-indah-dan.html' title='AL-ASMA&apos;UL HUSNAA (NAMA-NAMA INDAH DAN AGUNG)'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-3099578186109791030</id><published>2008-07-20T09:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T09:51:24.481-07:00</updated><title type='text'>Kiat jitu mempercantik wajah dgn TAHAJUD</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar wajahnya putih alami dan berseri. Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini?&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Apa kiatnya? Yaitu &lt;b&gt;shalat tahajjud&lt;/b&gt; di malam hari.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. &lt;span id="more-17"&gt;&lt;/span&gt;Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Shalat Tahajjud&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;â€œDan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Agar Bisa Shalat Tahajjud?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;1. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara sesudah Shalat Isyaa. [5]&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;2. Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6]&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;3. Tidur sebentar di siang hari&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;4. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid’ah&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;5. Berkeinginan kuat untuk shalat malam&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;6. Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling berta’awun&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-3099578186109791030?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/3099578186109791030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=3099578186109791030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3099578186109791030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3099578186109791030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/kiat-jitu-mempercantik-wajah-dgn.html' title='Kiat jitu mempercantik wajah dgn TAHAJUD'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-4071000750472296276</id><published>2008-07-20T09:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T09:48:58.953-07:00</updated><title type='text'>DAHI : SALAH SATU ANGGOTA SUJUD  (BILANGAN  225)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Sujud adalah salah satu rukun &lt;i&gt;fi‘li&lt;/i&gt;    (perbuatan) daripada rukun-rukun dalam sembahyang. Menurut sesetengah    kitab seperti Mughni al-Muhtaj dan Hasyiah I‘anah ath-Thalibin, sujud    merupakan rukun yang ke tujuh dalam sembahyang. &lt;/font&gt;   &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Sujud dalam sembahyang merupakan fardhu    berdasarkan al-Quran, hadis dan ijmak ulama. Firman Allah Ta‘ala&amp;nbsp; dalam    surah al-Hajj:&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: -97.5pt; margin-left: 97.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;   &lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;Tafsirnya: &lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font size="2"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Wahai    orang-orang yang beriman, ruku‘lah serta sujudlah (mengerjakan    sembahyang).”&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;(Surah al-Hajj: ayat 77)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;   &lt;font size="2"&gt;Manakala hadis yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah &lt;i&gt;   Radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; Rasulullah &lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Shallallahu    ‘alaihi wasallam&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;font size="2"&gt; bersabda:&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;   &lt;span lang="AR-SA" style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;   &lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;Maksudnya: &lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font size="2"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Apabila    kamu hendak mendirikan sembahyang, maka bertakbirlah, kemudian bacalah    sesuatu yang mudah yang ada bersama kamu dari al-Qur’an. Kemudian    ruku‘lah sehingga kamu thuma’ninah dalam ruku‘. Kemudian bangunlah (dari    ruku‘) sampai kamu tegak berdiri (i‘tidal). Kemudian sujudlah sehingga    kamu thuma’ninah &lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam sujud. Kemudian    bangunlah (dari sujud) sampai kamu thuma’ninah dalam duduk. Dan    lakukanlah demikian itu &amp;nbsp;dalam setiap sembahyangmu.”&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;(Hadis riwayat al-Bukhari)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Yang    dimaksudkan dengan &lt;i&gt;thuma’ninah&lt;/i&gt; ketika sujud itu ialah hendaklah    setiap satu daripada anggota sujud itu tetap seketika pada tempatnya.    Jumhur mengatakan adalah wajib &lt;i&gt;thuma’ninah&lt;/i&gt; ketika sujud    berdasarkan hadis di atas. Menurut sebilangan ulama, kadar masa &lt;i&gt;   thuma’ninah &lt;/i&gt;ketika sujud&lt;i&gt; &lt;/i&gt;itu ialah kadar bacaan satu tasbih    sujud iaitu:&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Berdasarkan dalil daripada al-Qur’an dan    hadis, maka ulama sepakat mengatakan bahawa sujud itu adalah fardhu    dalam sembahyang.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;Makna Sujud&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -1.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Sujud dari segi bahasa antaranya bermaksud    merendahkan diri; menundukkan kepala; hina (merendahkan kedudukan);    miring (condong) ke suatu tempat dan meletakkan dahi ke bumi.&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Maka perbuatan sujud    seseorang itu ialah bilamana dia menundukkan atau merendahkan kepalanya    ke hadapan dan membongkokkan badannya ke bawah (tanah).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -1.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Sebagai tambahan, sujud yang bermaksud    merendahkan diri dan menundukkan kepala sebagaimana sujud yang    diperintahkan ke atas para malaikat kepada Nabi Adam &lt;i&gt;‘Alaihissalam&lt;/i&gt;.    Firman Allah Ta‘ala dalam surah al-Baqarah:&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;   &lt;font face="Verdana"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;font size="2"&gt;Tafsirnya&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;font size="2"&gt;:    “&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada    malaikat: “Tunduklah (beri penghormatan) kepada Nabi Adam”. Lalu mereka    sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takbur,    dan menjadilah ia dari golongan yang kafir.”&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;(Surah al-Baqarah: ayat 34)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Ulama telah sepakat bahawa sujud yang    diperintahkan ke atas para malaikat kepada Nabi Adam itu bukanlah sujud    ibadat. Ini kerana melakukan sujud selain kepada Allah Ta‘ala membawa    kepada kufur.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Manakala makna sujud dari segi syarak    ialah menyentuh sebahagian dahi seorang yang sembahyang itu ke atas    tempat sujud, samada tempat sujud itu tanah atau selainnya. Adapun    bilangan sujud dalam sembahyang itu ialah sebanyak dua kali dalam setiap    rakaat. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -97.5pt; margin-left: 97.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Anggota Sujud &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -97.5pt; margin-left: 97.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;   &lt;font size="2"&gt;Anggota sujud itu ada tujuh sepertimana yang telah    disebutkan dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas &lt;i&gt;   Radhiallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; bahawa Rasulullah &lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;   Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;font size="2"&gt; bersabda:&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span dir="ltr" style="color: rgb(64, 64, 128); background-color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -1.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;Maksudnya:&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font size="2"&gt;    “&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh    tulang, iaitu: pada dahi dan Baginda menunjuk dengan tangan Baginda    kepada hidung Baginda, dua tangan, dua lutut dan jari-jari dari dua    telapak kaki….”&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;(Hadis riwayat al-Bukhari)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -97.5pt; margin-left: 97.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Tertib Sujud &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -97.5pt; margin-left: 97.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Menurut Imam asy-Syirazi &lt;i&gt;Rahimahullah&lt;/i&gt;,    sunat melakukan sujud itu dengan meletakkan kedua-dua lutut terlebih    dahulu, kemudian diikuti dengan kedua tangan, kemudian dahi dan hidung.    Sekiranya dia meletakkan kedua tangannya dahulu sebelum kedua lututnya,    maka itu adalah memadai cuma dia meninggalkan sunat &lt;i&gt;hai’at&lt;/i&gt;. Ini    berdasarkan kepada hadis Wa’il bin Hujr&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;   dia berkata:&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: -97.5pt; margin-left: 97.5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -1.2pt; margin-left: 1.2pt;"&gt;   &lt;span class="style11"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   Maksudnya: &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;“&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Saya    melihat Nabi &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;i&gt;   &lt;font size="2"&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;   &lt;span class="style11"&gt;&lt;i&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   jika Baginda sujud, Baginda meletakkan dua lutut Baginda sebelum dua    tangan Baginda. Dan jika Baginda bangun&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: red; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;   &lt;font size="2"&gt;(dari sujud), Baginda mengangkat dua tangan Baginda    sebelum dua lutut Baginda.”&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="srch1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;   &lt;span class="style11"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;   &lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;(Hadis riwayat Abu Daud)&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;   &lt;span class="style11"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;   &lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Menurut at-Tirmidzi, al-Khathabi&lt;span style="color: red;"&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;al-Qadhi Abu ath-Thayyib dalam    kitab al-Majmu‘, tertib cara inilah yang disepakati oleh &lt;i&gt;jumhur&lt;/i&gt;    ulama&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt; Sementara itu Ibnu Mundzir juga    berpendapat demikian.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Menurut asy-Syaikh al-Baijuri, beginilah    tertib sujud yang &lt;i&gt;akmal&lt;/i&gt; (lebih sempurna). As-Sayyid al-Bakri pula    mengatakan adalah makruh menyalahi tertib sujud yang telah disebutkan di    atas.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Demikian secara ringkas dijelaskan    mengenai hukum sujud dalam sembahyang, anggota sujud dan tertibnya.    Adapun penjelasan selepas ini mengenai sujud hanya akan ditumpukan    kepada salah satu daripada anggota sujud sahaja, iaitu dahi.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Hukum Sujud Pada    Dahi&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hukum sujud pada dahi ketika sembahyang    adalah wajib tanpa perselisihan ulama dan lebih &lt;i&gt;awla&lt;/i&gt; (baik) jika    seseorang itu sujud pada keseluruhan dahi tersebut. Ini kerana yang    dituntut ketika sujud itu ialah menyentuh sebahagian dahi seorang yang    sembahyang itu ke atas tempat sujud. Namun jika kurang dari itu&lt;/font&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;,    maka itu adalah memadai dan hukumnya adalah makruh (&lt;i&gt;karahah tanzih&lt;/i&gt;).    Inilah perkataan Imam asy-Syafi‘e dalam kitab al-Umm dan juga pendapat    para ulama Syafi’e. &lt;/font&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   Maksud &lt;i&gt;karahah tanzih&lt;/i&gt; itu ialah perkara yang dituntut oleh syara‘    meninggalkannya, akan tetapi tuntutan itu tidak sampai ke tahap wajib.    Jika dilakukan juga perkara tersebut, maka hukumnya tidak berdosa hanya   &lt;i&gt;khilaf al-awla &lt;/i&gt;(menyalahi yang utama).&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Oleh kerana itu, jika dia sujud pada &lt;i&gt;   jabin&lt;/i&gt;, iaitu tepi dahi; atau pipi; atau pelipis, iaitu bahagian di    antara mata dengan telinga;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;atau&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;pada atas kepala; atau pada    hidungnya sahaja dan dia tidak meletakkan sebahagian apa pun daripada    dahinya pada tempat sujud, maka perbuatan sujudnya itu adalah tidak    memadai. Beginilah juga yang di&lt;i&gt;nash&lt;/i&gt;kan dalam kitab al-Umm.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Di samping itu, tidak memadai perbuatan    sujud itu dengan hanya sekadar menyentuh atau meletakkan dahi ke atas    tempat sujud. Bahkan wajib ditetapkan seketika&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;dahi pada tempat sujud dan diberikan    sedikit&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;   tekanan berat daripada kepala dan tengkuk pada dahi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Sujud Pada Dahi Yang Tertutup&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berkata Imam    asy-Syafi‘e &lt;i&gt;Rahimahullah&lt;/i&gt; dan para ulama Syafi‘e: “Wajib dibuka    (yakni tiada ditutup) kawasan dahi supaya dahi itu bersentuhan secara    langsung dengan tempat sujud.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kewajiban    membuka kawasan dahi ini berdasarkan hadis Khabab bin al-Art, dia    berkata:&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;Maksudnya&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;:    “&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Kami mengadu kepada Rasulullah &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi    wasallam&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="style11"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;    mengenai rasa yang sangat panas (yang kami rasai ketika sembahyang) pada    dahi dan telapak tangan kami, namun aduan kami tidak dipedulikan.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;”&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;   &lt;font size="2"&gt;(Hadis riwayat al-Baihaqi)&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;   &lt;span style="color: rgb(64, 64, 128);"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;   &lt;font size="2"&gt;Jika sekiranya dahi itu tidak wajib dibuka, pasti    Rasulullah&lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt; Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;font size="2"&gt;    mengizinkan mereka menutupnya. Berdasarkan itu, maka tidak sah sujud    pada dahi yang tertutup sepertimana contoh-contoh berikut:&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 128);"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;Sujud pada dahi yang tertutup oleh    topi atau songkok, maka tiada sah sujud.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;   &lt;font size="2"&gt;Sujud pada rambut yang jatuh menutupi dahi, maka tidak    sah sembahyang.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="2"&gt; &lt;/font&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Berlainan dengan rambut yang    tumbuh pada dahi, maka itu tidak mengapa kerana rambut itu umpama kulit.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;Sujud dengan meletakkan dahi di    atas tangan sendiri atau sujud pada gulungan hadapan serban juga tidak    sah sembahyang tanpa percanggahan ulama. &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Sujud Pada Dahi Yang Terhalang Oleh &lt;i&gt;   Ha’il&lt;/i&gt; (Lapik) &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Pada kebiasaannya, seseorang yang    sembahyang itu akan sujud dengan meletakkan dahinya pada suatu tempat    sujud seperti atas sejadah atau seumpamanya. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Namun apabila seseorang itu &lt;/font&gt;   &lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   sujud pada &lt;i&gt;ha’il,&lt;/i&gt; iaitu&lt;i&gt; &lt;/i&gt;sesuatu lapik yang menghalang dahi    dari menyentuh tempat sujud, maka perbuatan sujudnya itu tidaklah    memadai.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;b&gt;   &lt;font size="2"&gt;Adakah Sah Sujud Di Atas &lt;/font&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2"&gt;Ha’il   &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;font size="2"&gt;(Lapik)?&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hukum sah atau tidak perbuatan sujud di    atas &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; itu berbeza mengikut keadaan &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; tersebut,    samada &lt;i&gt;ha’il &lt;/i&gt;itu ditanggung, iaitu dengan cara &lt;i&gt;malbus &lt;/i&gt;   (dijadikan pakaian) ataupun tidak ditanggung. Kemudian &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; yang    dijadikan pakaian itu, adakah ia bergerak mengikut perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;    (orang yang sembahyang) ataupun tidak. Penerangannya adalah seperti    berikut&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;b&gt;   &lt;font size="2"&gt;1. &lt;i&gt;Ha’il&lt;/i&gt; Yang Dijadikan Pakaian Oleh &lt;i&gt;Mushalli&lt;/i&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;   &lt;font size="2"&gt;Contoh dan hukum sujud di atas suatu lapik yang&lt;/font&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   &lt;i&gt;malbus&lt;/i&gt;, iaitu yang dijadikan pakaian, ada dua keadaan:&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;a.&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pakaian Yang    Turut Bergerak Dengan Perbuatan &lt;i&gt;Mushalli&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Misalnya    hujung baju atau hujung serban dan kedua-dua hujung baju dan serban    tersebut bergerak dengan perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt; semasa berdiri dan    duduk atau selain dari berdiri dan duduk. Maka jika dia sujud di atas    hujung baju atau serban tersebut, ulama sepakat mengatakan tidak sah    sembahyangnya.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="2"&gt; Begitu juga hujung selendang    pada bahu.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;b. Pakaian Yang Tidak Bergerak Dengan    Perbuatan &lt;i&gt;Mushalli&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Misalnya hujung pakaian atau hujung serban    yang terlalu panjang&lt;span style="color: black;"&gt; yang tidak bergerak    mengikut perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;, maka &lt;/span&gt;itu tidak mengapa&lt;span style="color: black;"&gt;    dan menurut &lt;i&gt;qaul&lt;/i&gt; shahih sembahyangnya adalah sah. Ini adalah    kerana pakaian yang terlalu panjang tadi dihukumkan seperti sesuatu yang   &lt;i&gt;munfashil &lt;/i&gt;(tidak bersambung) dengan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Menurut al-Khatib, jika seseorang itu    sembahyang dalam keadaan duduk lalu dia sujud atas pakaian yang tidak    bergerak dengan perbuatannya dalam hal keadaan dia sembahyang duduk,    sedangkan jika dia sembahyang berdiri nescaya pakaian itu bergerak, maka    itu tidak mengapa. Demikianlah juga menurut Ibnu Hajar al-Haitami: sah    sembahyangnya. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Bagaimana pula perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;    yang menyebabkan sesuatu pakaian yang dipakai itu bergerak? Mengikut    Ibnu Hajar al-Haitami memadailah pakaian itu bergerak dengan perbuatan   &lt;i&gt;mushalli &lt;/i&gt;ketika sembahyang dan bukannya dengan kekuatan.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Jika dia sujud di atas &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; dengan    senghaja dan mengetahui tentang haramnya, maka batal sembahyangnya.    Adapun jika dia lupa atau lalai, maka tidak batal sembahyangnya akan    tetapi wajib dia mengulangi sujudnya tadi. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;b&gt;   &lt;font size="2"&gt;2. &lt;i&gt;Ha’il&lt;/i&gt; Yang &lt;i&gt;Munfashil&lt;/i&gt; Dari &lt;/font&gt;&lt;i&gt;   &lt;font size="2"&gt;Mushalli&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;font size="2"&gt; &amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Maksud &lt;i&gt;munfashil &lt;/i&gt;di sini adalah    sesuatu yang tidak bersambung dengan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt; dan tidak    ditanggung olehnya. Berikut diberikan contoh &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;   munfashil&lt;/i&gt; dan hukum sujud di atasnya:&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;Sujud di atas tangan orang lain    adalah sah kerana tangan tersebut bukan &lt;i&gt;mahmul &lt;/i&gt;(ditanggungnya).   &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;·&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;   &lt;font size="2"&gt;S&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="2"&gt;ujud&lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt;    di atas hujung baju atau hujung serban orang lain adalah sah, begitu    juga sembahyangnya sah, jika ada&lt;i&gt; &lt;/i&gt;ciri &lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt;   perbuatan&lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt; sujud.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;   &lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;Begitu juga sujud di atas tongkat    atau saputangan yang ada ditangannya. &amp;nbsp;Akan tetapi tidak sah sujud jika    saputangan itu ada pada serban atau pada leher kerana ia adalah &lt;i&gt;   malbus&lt;/i&gt; (menjadi pakaian) bagi &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;.&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; margin-left: 0.5in;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jika pada    tempat sujudnya itu ada sehelai daun, kemudian dia sujud di atasnya.    Ketika dia mengangkat dahi daripada sujud, daun&lt;span style="color: black;"&gt;    itu masih terus melekat pada dahi&lt;/span&gt;nya&lt;span style="color: black;"&gt;.    Dalam keadaan ini, sujud yang pertama adalah sah. Namun daun tersebut    wajib dibuang atau ditanggalkan pada sujud yang kedua. Jika tidak    ditanggalkan, maka tidak sah sujudnya yang kedua itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Jelasnya, &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; itu jika tidak    ditanggung oleh &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;, sekalipun ia bergerak mengikut    pergerakan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt;, maka ia tidak memberi kesan ke atas sahnya    perbuatan sujud. Sebagai contoh, seseorang sujud di atas katil yang    bergerak ketika dia sembahyang, maka ini tidak mengapa kerana katil itu    bukan ditanggungnya. Yang memberi kesan pada sah atau tidak perbuatan    sujud itu ialah kembali kepada &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt; yang ditanggungnya.&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Mengangkat Dahi    Ketika Sujud &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Jika seseorang sujud di atas sesuatu    (benda atau permukaan) yang kasar yang menyakiti dahinya, lalu dia    menjauhkan, memindahkan atau menggerakkan dahinya daripada tempat sujud    tadi tanpa mengangkat dahi tersebut, maka perbuatan ini tidak mengapa.   &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Walau bagaimanapun hukum berulangkali    mengangkat dan meletakkan dahi ketika sujud kerana sesuatu sebab atau    keuzuran, misalnya sujud pada permukaan yang kasar yang menyakiti dahi,    dilihat dari dua keadaan, iaitu:&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;1. Mengangkat Dahi Sebelum Adanya &lt;i&gt;   Thuma’ninah&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Jika dia terus mengangkat dahinya itu dari    tempat sujud yang disebutkan di atas sebelum ada &lt;i&gt;thuma’ninah&lt;/i&gt;,    maka perbuatannya itu tidak mengapa. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;2. Mengangkat Dahi Setelah Adanya &lt;i&gt;   Thuma’ninah&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Adapun jika keadaan sebaliknya, yakni    sesudah &lt;i&gt;thuma’ninah&lt;/i&gt;, maka perbuatan mengangkat dahi dan    meletakkannya berulang kali boleh membatalkan sembahyang kerana    melebih-lebihkan bilangan sujud. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Maka dapat difahami bahawa perbuatan    mengangkat dahi dan mengembalikannya semula ke tempat sujud tanpa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;   sebarang keuzuran atau sebab boleh membatalkan sembahyang secara mutlak.&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Meletakkan Hidung Ke Tempat Sujud &lt;/b&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   Hukum meletakkan hidung bersama-sama dengan dahi ketika sujud hanyalah    sunat. Sunat juga meletakkan dahi dan hidung secara serentak tanpa    mana-mana anggota yang dua ini mendahului ke atas satu yang lain.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style11"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;&lt;font size="2"&gt;   Sebaliknya jika dia sujud dengan hanya meletakkan hidung sahaja, tanpa    sedikit pun menyentuh mana-mana bahagian daripada dahi, maka tidaklah    memadai sepertimana yang telah diterangkan terdahulu. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;span style="font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Sebagai    kesimpulan sujud merupakan rukun &lt;i&gt;fi‘li &lt;/i&gt;(perbuatan) dan fardhu    dalam sembahyang. Ulama sepakat bahawa hukum sujud pada dahi yang    terbuka, yakni tiada tertutup, adalah wajib. Maka sujud pada dahi yang    tertutup oleh &lt;i&gt;ha’il &lt;/i&gt;(halangan atau lapik) adalah tidak sah.    Contohnya tidak sah sujud di atas songkok yang menutupi dahi dan yang    seumpamanya seperti serban atau rambut. Begitu juga tidak sah sujud   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="2"&gt;dengan meletakkan dahi&lt;/font&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;    di atas tangan sendiri.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;font size="2"&gt;Hukum    sujud pada dahi yang terhalang oleh lapik&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang ditanggung, iaitu    yang dijadikan pakaian, tergantung samada pakaian itu bergerak dengan    perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt; dalam sembahyang ataupun tidak. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;   &lt;font size="2"&gt;Secara ringkas,&lt;span style="color: black;"&gt; sujud di atas    pakaian yang&lt;/span&gt; bergerak dengan perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt; adalah    tidak sah. Sujud&lt;span style="color: black;"&gt; di atas pakaian&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang disebutkan tadi, jika dilakukan tanpa    senghaja atau kerana lalai dan lupa, maka wajib mengulangi sujud sahaja    tanpa membatalkan sembahyang. Sebaliknya jika dilakukan &lt;/span&gt;dengan    senghaja dan mengetahui tentang ketidakharusannya, maka batal    sembahyangnya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-right: 5pt;"&gt;   &lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Manakala sujud    di atas pakaian yang terlalu panjang yang tidak bergerak dengan    perbuatan &lt;i&gt;mushalli&lt;/i&gt; adalah sah. Begitu juga dengan &lt;i&gt;ha’il&lt;/i&gt;    yang &lt;i&gt;munfashil&lt;/i&gt;, iaitu yang tidak ditanggung atau tidak dijadikan    pakaian, maka sah sujud di atasnya.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-4071000750472296276?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/4071000750472296276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=4071000750472296276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4071000750472296276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4071000750472296276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/dahi-salah-satu-anggota-sujud-bilangan.html' title='DAHI : SALAH SATU ANGGOTA SUJUD  (BILANGAN  225)'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-5322186460226553735</id><published>2008-07-15T01:04:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T01:04:36.788-07:00</updated><title type='text'>Rahasia tidur dan sholat tahajud</title><content type='html'>&lt;div class="itemhead"&gt;                                   &lt;small class="metadata"&gt;        &lt;a href="http://dhyanthea.blogspot.com/2007/09/rahasia-tidur-dan-sholat-tahajud.html#comments" class="commentslink" title="Comment on Rahasia tidur dan sholat tahajud"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="chronodata"&gt;&lt;span class="item-control blog-admin pid-1615971925"&gt;&lt;a style="border: medium none ;" href="post-edit.g?blogID=21638565&amp;amp;postID=4539378392825029597" title="Edit Post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;         &lt;/span&gt;                   &lt;/small&gt;     &lt;/div&gt;             &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_GHoQgLtzLl8/Rt5GheIkoLI/AAAAAAAAAC0/MIJnCJTUtlc/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 127px;" src="http://bp1.blogger.com/_GHoQgLtzLl8/Rt5GheIkoLI/AAAAAAAAAC0/MIJnCJTUtlc/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106596568323367090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis Barat seperti Dr Ray Meddis, seorang profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM .&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis Barat yaitu cukup selama TIGA JAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (Atlet lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kajian ahli pengobatan Barat, Sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk syurga karena ibadah malamnya dan kurang tidur malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud : "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W. telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur&lt;br /&gt;2. Tunaikan solat Isya' sebelum tidur.&lt;br /&gt;3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.&lt;br /&gt;4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah S.A.W.&lt;br /&gt;5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkene penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari China - Dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan Lioning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAPAT AHLI SASTRA BARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: " The woods are lovely, dark and deep but I have promises to keep and miles to go before I sleep." Maksudnya " Taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur."&lt;br /&gt;"The heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night." - Longfellow Maksudnya " Pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur." Ini jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA SHOLAT TAHAJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang sholat tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan.Bahkan pernah waktu di sekolah,ada temen yang nanya ke guru agama,”Bu kalau melaksanakan sholat tahajud apa kita nantiunya nggak masuk nagin?”( he..he...pertanyaan bodoh bukan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya  Sholat tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain .&lt;br /&gt;Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfera bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.&lt;br /&gt;Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfera bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat.Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada - kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.&lt;br /&gt;Ketika ruku' dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.&lt;br /&gt;Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, peha, kaki bagian bawah dan otto-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk - pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita memberi salam , kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Surah al-Isra' 17: 79)&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya mohon maaf ,saya memposting tulisan ini bukan berarti saya sudah berhasil melaksanakannya dengan sempurna.Tapi saya berharap ,semoga tulisan ini bisa menginspirasi atau memotivasi kita untuk bisa hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya .sayapun saat ini sedang berjuang dan berusaha melawan segala kemalasan untuk mengaplikasinak tulisan ini.Dari dulu saya pingin sekali bisa tidur hanya 3 jam sehari tapi sampai saat ini belum mampu, masih mencoba dan mencoba….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-5322186460226553735?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/5322186460226553735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=5322186460226553735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5322186460226553735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/5322186460226553735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/rahasia-tidur-dan-sholat-tahajud.html' title='Rahasia tidur dan sholat tahajud'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_GHoQgLtzLl8/Rt5GheIkoLI/AAAAAAAAAC0/MIJnCJTUtlc/s72-c/image004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-8122063660561273494</id><published>2008-07-15T00:59:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T00:59:59.267-07:00</updated><title type='text'>Shalat Sunnah Tasbih.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 15px; margin-right: 11px; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;            Shalat Tasbih adalah shalat untuk    mensucikan Allah dari segala sekutunya agar menambah kuat iman kita dan    terhindar dari perbuatan syirik. Tidak mempunyai waktu tertentu, asal tidak    dilakukan pada waktu yang dilarang.jumlah rakaatnya empat.Jika dilakukan pada    siang hari empat rakaat dengan sekali salam dan jika dilakukan pada malam hari    maka empat rakaat dengan dua kali salam  ( setiap dua rakaat dua kali salam    ).S abda Nabi saw : " Jika kamu mampu shalat Tasbih setiap hari maka    lakukanlah, jika tidak mampu maka tiap hari jum'at atau setahun sekali atau    seumur hidup sekali " ( HR.Abu Daud dan Ibnu Majah ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 15px; margin-right: 11px; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;         Cara Melaksakan Shalat Sunnah Tasbih :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;ul style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Niat dalam hati berbarengan dengan            Takbiratul Ihram&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; "Aku niat shalat sunah Tasbih karena            Allah"&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Membaca doa Iftitah, surat Al Fatihah            dan salah satu surat didalam Al Qur'an. Afdhalnya, rakaat pertama            membaca surat At Takatsur dan rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas.            Membaca tasbih 15 X sebelum Ruku.&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Ruku' dan membaca tasbih ruku' tiga            kali, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; I'tidal dan membaca bacaannya,            kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Sujud pertama dan membaca tasbih            sujud tiga kali, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Duduk diantara dua sujud dan membaca            bacaannya, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Sujud kedua dan membaca tasbih sujud            tiga kali, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Duduk sejenak (duduk Istirahat)            seperti duduk diantara dua sujud dan membaca tasbih 10 X&lt;/span&gt;           &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;           &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 11px;"&gt;           &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&gt; Setelah membaca Tasyahhud lalu            membaca tasbih 10 X kemudian memberi salam dua kali.Rakaat-rakaat            selanjutnya seperti kelakuan diatas, sehingga tiap satu rakaat 75            tasbih dikalikan empat rakaat jumlahnya 75 X 4 = 300 tasbih&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-8122063660561273494?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/8122063660561273494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=8122063660561273494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8122063660561273494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8122063660561273494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/shalat-sunnah-tasbih.html' title='Shalat Sunnah Tasbih.'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-3000253105222155977</id><published>2008-07-15T00:58:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T00:58:29.051-07:00</updated><title type='text'>Mari Sholat Dhuha</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga ALLAH mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;Saudara-saudaraku semuanya ayo ayo ayo ... yang lagi pada sibuk kerja, yang lagi sibuk di kantor, sibuk di rumah, sibuk ngeblog hehehehe.., sibuk ngurusin belanjaan, sibuk ngurusin dagangan, sibuk ngurusin yang lainnya...istirahat sejenak yuk.. Mari sama2 melakukan shalat Dhuha yuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tinggalkan sejenak segala aktifitas barang 10 menit untuk menjalankan sholat dhuha, selagi kita masih mampu melakukannya. Karena semua aktifitas tidak akan ada habis2nya, sebelum ajal menjemput kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ayo lakukan sekarang ? karena besuk belum tentu masih ada dan belum tentu bisa lakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Apa itu Shalat Dhuha ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu untuk melakukan sholat Dhuhur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adapun hukum dari sholat dhuha adalah muakkad (yang ditekankan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sholat dhuha biasanya dilakukan sebanyak 2 rakaat, namun bisa juga dilakukan 2 rakaat lagi, 2 rakaat lagi dan 2 rakaat lagi, hingga berjumlah 8 rakaat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sholat Dhuha selalu dilaksanakan Rasulallah selama hidupnya. "Telah berkata Abu Huraerah : Kekasih saya (Nabi Muhammad SAW) telah berwasiat tiga perkara kepada saya, yaitu : Puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang Dhuha dua rakaat, sembahyang witir sebelum tidur" (HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedangkan surah yang disunahkan untuk di baca adalah surah Al-Dhuha, al-Syams. Namun apabila tidak hafal dengan surah itu bisa digantikan dengan surah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;al Kafirun dan al-Ikhlas atau surah yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Mengapa surah al-Ikhlas ? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;Karena dengan membaca surah al-Ikhlas setara dengan membaca sepertiga Al-Quran dan dengan membaca surah Al -Kafirun setara dengan membaca seperempat al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Shalat Dhuha merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan merasa berat bahkan akan merasakan terlalu berat, karena disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja, sedang kerja untuk meluangkan sedikit waktu melaksanakannya. Mengapa berat ? Karena belum terbiasa dan belum tahu keistimewaannya. Jadikan kebiasan maka tidak akan merasakan berat, jadikan itu kebutuhan, karena kalau kebutuhan belum terpenuhi kita kan merasa selalu ada yang kurang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keutamaan shalat dhuha dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota tubuh (setiap sendi) yang ada padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Pada tiap-tiap persendian itu ada shodaqahnya, setiap tasbih (subhanallah/maha suci Allah) adalah shadaqah, setiap tahmid (Alhamdulillah/segala puji bagi Allah) adalah shadaqah, setiap tahlil (laa ilaha illallahu/tiada Tuhan selain Allah) adalah shadaqah, setiap takbir (Allahu Akbar/Allah Maha Besar) adalah shadaqah dan setiap amal ma'ruf nahyil munkar itu juga shadaqah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;Keistimewaan lain Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dalam limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai, walaupun tantangan hidup di hadapannya, karena ia telah sadar semua itu adalah ketetapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada doa setelah shalat Dhuha, nada-nada yang kita ucapkan seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulallah Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha (milik)-Mu, kecantikan ialah kecantikan (milik)-Mu, keindahan itu keindahan (milik)-Mu, kekuatan itu kekuatan (milik)-Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik)-Mu dan perlindungan itu perlindungan-Mu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah, dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Itulah keistimewaan shalat Dhuha, didunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, diakheratpun/di hari kiamat orang itu dipanggil Tuhan untuk dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana sabda Nya di dalam hadis Qudsi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Sesungguhnya di dalam surga, ada pintu yang dinamakan pintu Dhuha, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang Dhuha ? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam surga dengan rahmat Allah". (Riwayat Thabrani dari Abu Hurairah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan demikian dari sekarang sholat dhuha jangan sampai terlewatkan, mudah2an bermanfaat. Amin.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-3000253105222155977?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/3000253105222155977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=3000253105222155977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3000253105222155977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/3000253105222155977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/mari-sholat-dhuha.html' title='Mari Sholat Dhuha'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-8122174221591739006</id><published>2008-07-15T00:22:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T00:22:18.108-07:00</updated><title type='text'>4 Nasehat Utama</title><content type='html'>&lt;span class="meta"&gt;&lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag"&gt;Islam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/learning/" rel="tag"&gt;Learning&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/life/" rel="tag"&gt;Life&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/personal/" rel="tag"&gt;Personal&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/reflection/" rel="tag"&gt;Reflection&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/tips-and-tricks/" rel="tag"&gt;Tips and Tricks&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/todays-lesson/" rel="tag"&gt;Today's Lesson&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;                                                            &lt;p&gt;Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai  penawar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan “Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah”, supaya kamu dapat jawaban kepadanya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-91"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dunia itu racun,zuhud itu obatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harta itu racun,zakat itu obatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu obatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu obatnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad S.A.W bersabda: Ada 4 di pandang sebagai ibu, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Orang Yang Tidak Melakukan Solat:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asar : Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-8122174221591739006?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/8122174221591739006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=8122174221591739006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8122174221591739006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8122174221591739006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/4-nasehat-utama.html' title='4 Nasehat Utama'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-8063759482462424895</id><published>2008-07-15T00:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T00:19:07.959-07:00</updated><title type='text'>Tunaikan Sholat Dhuha</title><content type='html'>&lt;span class="meta"&gt;&lt;a href="http://hilmiarifin.com/tag/islam/" rel="tag"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur, logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan kita, InsyaAllah, akan mendapat ridho dari Allah SWT. Amiin. &lt;p&gt;Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini - masyaaalloh - sebagai berikut (terjemahan):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-89"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,&lt;br /&gt;dan keagungan itu adalah keagunganMU,&lt;br /&gt;dan keindahan itu adalah keindahanMU,&lt;br /&gt;dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,&lt;br /&gt;dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,&lt;br /&gt;Ya Allah, jika rizkiku masih ! di atas langit, maka turunkanlah,&lt;br /&gt;jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah,&lt;br /&gt;jika masih sukar, maka mudahkanlah,&lt;br /&gt;jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,&lt;br /&gt;jika masih jauh, maka dekatkanlah,&lt;br /&gt;Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.&lt;br /&gt;Amiin Ya Robbal Alamiin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu’ dan tawaddhu’ (dengan kerendahan hati). InsyaAllah kita akan menjadi orang yang:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tawaddhu’ [penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong (tinggi hati) - apapun pangkat dan kedudukan kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah , sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insyaalloh, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan. (Al-Hadist). InsyaAllah !!!&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Demikianlah dan semoga risalah kecil ini akan menjadi “sesuatu yang dapat menggugah” kita utk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-8063759482462424895?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/8063759482462424895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=8063759482462424895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8063759482462424895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8063759482462424895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/tunaikan-sholat-dhuha.html' title='Tunaikan Sholat Dhuha'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-8594427275295182978</id><published>2008-07-15T00:16:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T00:16:52.112-07:00</updated><title type='text'>Pengertian dan Penjelasan Shalat Sunat Tahajud, Dhuha, Istikhoroh, Tasbih, Taubat, Hajat, Safar</title><content type='html'>&lt;span class="submitted"&gt;&lt;/span&gt;Persamaan Kata :&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Shalat = Salat = Sholat = Solat&lt;br /&gt;Sunat = Sunah&lt;br /&gt;Tahajud = Tahajjud&lt;br /&gt;Dhuha = Duha&lt;br /&gt;Istikharah = Istikhoroh = Istikoroh&lt;br /&gt;Safar = Shafar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Shalat Sunat Tahajud&lt;br /&gt;Shalat sunat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu tengah malam di antara shalat isya dan Shalat shubuh setelah bangun tidur. Jumlah rokaat shalat tahajud minimal dua rokaat hingga tidak terbatas. Saat hendak kembali tidur sebaiknya membaca ayat kursi, surat al ikhlas, surat al falaq dan surat an nas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Shalat Sunat Dhuha&lt;br /&gt;Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga jam 10.00 waktu setempat. Jumlah roka'at shalat dhuha minimal dua rokaat dan maksimal dua belas roka'at dengan satu salam setiap du roka'at. Manfaat dari shalat dhuha adalah supaya dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki. Saat melakukan sholat dhuha sebaiknya membaca ayat-ayat surat al-waqi'ah, adh-dhuha, al-quraisy, asy-syamsi, al-kafirun dan al-ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Shalat Sunat Istikhoroh&lt;br /&gt;Shalat istikhoroh adalah shalat yang tujuannya adalah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dalam menentukan pilihan hidup baik yang terdiri dari dua hal/perkara maupun lebih dari dua. Hasil dari petunjuk Allah SWT akan menghilangkan kebimbangan dan kekecewaan di kemudian hari. Setiap kegagalan akan memberikan pelajaran dan pengalaman yang kelak akan berguna di masa yang akan datang. Contoh kasus penentuan pilihan :&lt;br /&gt;- memilih jodoh suami/istri&lt;br /&gt;- memilih pekerjaan&lt;br /&gt;- memutuskan suatu perkara&lt;br /&gt;- memilih tempat tinggal, dan lain sebagainya&lt;br /&gt;Dalam melakukan shalat istikharah sebaiknya juga melakukan, puasa sunat, sodakoh, zikir, dan amalan baik lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Shalat Sunat Tasbih&lt;br /&gt;Shalat tasbih adalah solat yang bertujuan untuk memperbanyak memahasucikan Allah SWT. Waktu pengerjaan shalat bebas. Setiap rokaat dibarengi dengan 75 kali bacaan tasbih. Jika shalat dilakukan siang hari, jumlah rokaatnya adalah empat rokaat salam salam, sedangkan jika malam hari dengan dua salam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Shalat Sunat Taubat&lt;br /&gt;Shalat taubat adalah shalat dua roka'at yang dikerjakan bagi orang yang ingin bertaubat, insyaf atau menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya dengan bersumpah tidak akan melakukan serta mengulangi perbuatan dosanya tersebut. Sebaiknya shalat sunah taubat dibarengi dengan puasa, sodaqoh dan sholat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Shalat Sunat Hajat&lt;br /&gt;Shalat Hajat adalah shalat agar hajat atau cita-citanya dikabulkan oleh Allah SWT. Shalat hajat dikerjakan bersamaan dengan ikhtiar atau usaha untuk mencapai hajat atau cita-cita. Shalat sunah hajat dilakukan minimal dua rokaat dan maksimal duabelas bisa kapan sajadengan satu salam setiap dua roka'at, namun lebih baik dilakukan pada sepertiga terakhir waktu malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Shalat Sunat Safar&lt;br /&gt;Shalat safar adalah solat yang dilakukan oleh orang yang sebelum bepergian atau melakukan perjalanan selama tidak bertujuan untuk maksiat seperti pergi haji, mencari ilmu, mencari kerja, berdagang, dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah supaya mendapat keridhoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-8594427275295182978?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/8594427275295182978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=8594427275295182978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8594427275295182978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/8594427275295182978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/pengertian-dan-penjelasan-shalat-sunat.html' title='Pengertian dan Penjelasan Shalat Sunat Tahajud, Dhuha, Istikhoroh, Tasbih, Taubat, Hajat, Safar'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-53388077642961620</id><published>2008-07-15T00:09:00.001-07:00</published><updated>2008-07-15T00:09:56.434-07:00</updated><title type='text'>Harta yang Halal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda :\"Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.\" (HR Bukhari). Empat belas abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadis ini, kini kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan di mana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, perampokan, perjudian, dan sebagainya. Banyak orang yang menjadi korban karenanya.&lt;/p&gt; Allah SWT sebenarnya telah memanggil semua manusia untuk tidak makan kecuali yang halal: \"Wahai manusia! Makanlah yang halal dan baik dari makanan yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu (QS 2:168). Lebih khusus lagi Allah memanggil hamba-Nya yang mukmin untuk segara meraih harta yang halal: \"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik, yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar menyembah kadapa-Nya (QS 2:172). Lebih khusus lagi, Allah memanggil rasul-Nya untuk melakukan hal yang sama sebagai contoh bagi umatnya: \"Wahai para rasul! makanlah dari (makanan) yang baik, dan kerjakanlah amal saleh, sungguh Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan\" (QS 23:51). Tidak cukup dengan bentuk perintah, Allah menguatkan lagi ajakan tersebut dengan bentuk larangan: \"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik dari yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas\" (QS. 5:87).  Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari ayat-ayat di atas:&lt;br /&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;Allah yang menciptakan manusia tentu Dialah yang paling tahu apa yang terbaik bagi tubuh manusia. Barang-barang yang Allah haramkan itu bisa dipastikan bila dilanggar akan merusak. Dan kita telah menyaksikan betapa orang yang korupsi sedikit atau banyak telah menghancurkan negara dan nasib berjuta rakyat, sebagaimana orang yang mabuk-mabukan telah merusak dirinya, akalnya, dan masa depannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Harta yang haram ada dua macam: Pertama, haram secara zat, seperti daging babi, bangkai, meniuman yang memabukkan. Kedua, haram secara proses pendapatan, seperti harta hasil korupsi, curian, judi, dan sebagainya. Kedua macam harta ini sama-sama membawa malapetaka bagi manusia dan kemanusiaan. (3) Memperoleh harta secara halal adalah perjuangan yang sangat mulia, karena pada ayat di atas (QS 2:172), Allah menganggapanya sebagai: Pertama, ekspresi keimanan. Kedua, bukti mensyukuri nikmat-Nya. Ketiga, tindak kehambaan kepada-Nya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali susuatu yang baik. Kemudian Nabi bercerita tentang seorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut, pakaiannya kotor, ia menadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata: Ya Rabb! Ya Rabb! Sedangkan makanan, menuman, dan pakaiannya haram. Mana mungkin, kata Nabi, permohonannya akan dikabulkan oleh Allah (HR Muslim). Ketika menyebut hadis ini Imam Ibn Katsir mengatakan: Makanan halal adalah penyebab diterimanya doa dan ibadah, sebagaimana makanan haram penyebab ditolaknya doa dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; (Amir Faishol Fath )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-53388077642961620?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/53388077642961620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=53388077642961620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/53388077642961620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/53388077642961620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/harta-yang-halal.html' title='Harta yang Halal'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-2503611905279204371</id><published>2008-07-15T00:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T00:08:11.989-07:00</updated><title type='text'>Tadzkirah Penanggulangan HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya." &lt;/i&gt;(Al-Anfal:25)&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya Islam adalah ajaran yang penuh rahmat (rahmatan lil'alamiin) yang diperlukan sebagai pedoman dalam berbagai ragam kehidupan bermasyarakat khususnya didalam rangkaian upaya meningkatkan kualitas sumber daya insani di tanah air guna mencapai khaira ummah yang dicirikan pembentukan manusia seutuhnya. Ulama, utamanya kaum Ulama Indonesia menjadi pewaris dan penerus perjuangan Rasulullah (waratsatul anbiya) secara bersungguh-sungguh berkehendak untuk berperan serta dalam ikhtiar mulia peningkatan daya insani di Indonesia. Secara sadar ulama juga berkewajiban mengantisipasi kemungkinan kendala yang dihadapi dalam ikhtiar tersebut khususnya dengan adanya ancaman di bidang kesehatan masyarakat melalui kecenderungan kuatnya penyebaran HIV/AIDS. Hal ini sejalan dengan hakekat ajaran Islam yang amat mengedepankan prinsip kebersamaan dalam kebajikan dan ketakwaan (ta'awun 'alal birri wat taqwa). Dewasa ini di Indonesia telah dihadapkan pada ancaman AIDS dan dituntut untuk membuat pilihan secara tegas guna pencegahan virus maut tersebut sehingga dapat terhindar dari konsekwensi-konsekwensi lain di bidang budaya, sosial, ekonomi, dan politik yang bukan mustahil akan meruntuhkan suatu bangsa. Virus HIV/AIDS setelah memasuki kelompok perilaku resiko tinggi dengan tinggkat yang bertambah dengan cepat dan telah memulai penyebaran kepada penduduk pada umumnya. Bahkan menurut dugaan, Indonesia telah meninggalkan fase pertumbuhan linier dari wabah itu dan saat ini sedang dalam fase mewabah yang dicirikan oleh pertumbuhan yang amat cepat eksplosif. Wabahnya tak lagi tercegah tetapi sangat boleh jadi dampaknya dapat dipersempit, tanpa suatu perhatian khusus dengan menempatkan prioritas intervensi-intervensi strategis yang melibatkan semua pihak pada kurun beberapa tahun ke depan Indonesia akan mempunyai penyebaran cepat yang sama terjadi di negara-negara lain.  Mempertimbangkan dengan seksama keadaan dan kemudharatan yang secara potensial dapat ditimbulkan serta kepentingan kemaslahatan dan penanggulangan HIV/AIDS tersebut. Muzakarah Nasional Ulama yang berlangsung selama lima hari pada tanggal 26-31 Nopember 1995 di Bandung sepakat menyikapi dengan tadzkirah sebagai berikut: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masyarakat, khususnya umat Islam Indonesia dengan keimanan yang diyakininya dituntut secara sungguh untuk mampu menghindari perbuatan-perbuatan tercela yang memungkinkan berjangkitnya virus HIV/AIDS atas dirinya, keluarga dan masyarakat karena deteksi penyeberannya yang masih amat sulit. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat, khususnya umat islam Indonesia dengan keimanan yang diyakininya dituntut secara sungguh-sungguh untuk menyikapi diri secara sebagaimana layaknya manusia yang bermartabat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat, khususnya umat islam indonesia dengan keimanan yang diyakininya dituntut untuk memahami dengan seksama ancaman dan bahaya HIV/AIDS, utamanya dengan memperkokoh ketahanan keluarga sakinah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemerintah sebagai pengemban amanat rakyat dalam melaksanakan pembangunan nasional supaya menegakkan prinsip etika moral dan agama dengan menangkal penetrasi nilai-nilai negatif yang umunya terjadi pada era globalisasi dewasa ini. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seluruh potensi masyarakat, khususnya ulama dan zu'ama dalam menanggulangi HIV/AIDS hendaknya dapat bekerjasama dengan mewujudkan kegiatan penanggulangan tersebut sebagai ibadah dan tanggungjawab ke[ada Allah SWT. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;i&gt;"Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan bertaubat, serta hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan Kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan. Sesungguhnya Engkaulah Yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." &lt;/i&gt;(Al-Mumtahanah: 4-5).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-2503611905279204371?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/2503611905279204371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=2503611905279204371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/2503611905279204371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/2503611905279204371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/tadzkirah-penanggulangan-hivaids.html' title='Tadzkirah Penanggulangan HIV/AIDS'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-4015907956410307595</id><published>2008-07-15T00:03:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T00:04:20.136-07:00</updated><title type='text'>Aqiqah, Hukum dan Manfaatnya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Aqiqah merupakan salah satu syariat Islam. Dalil  disyari’atkannya aqiqah adalah hadis nabi s.a.w., antara lain:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  عَقَّ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا (رواه أبو داوود)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;i&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;“Dari Ibnu Abbas r.a., sesungguhnya rasulullah s.a.w.  mengaqiqahkan (cucunya) Hasan dan Husein dengan masing-masing satu kambing”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;  HR. Abu Dawud&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt;عن  عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ  عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ (رواه الترمذي  وصححه)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;i&gt;“Dari Aisyah r.a., sesungguhnya rasulullah s.a.w. memerintahkan kepada para  sahabat untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua kambing yang besar dan  anak perempuan satu kambing”&lt;/i&gt; HR. al-Tirmidzi, dan menurutnya hadis ini  shahih.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ  غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ  رَأْسُهُ وَيُسَمَّى (رواه أحمد وصححه الترمذي)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;“Dari Samurah r.a., nabi  s.a.w. bersabda: setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih  untuknya pada hari ke 7 kelahirannya, dan dicukur rambutnya dan diberi nama”&lt;/i&gt;  HR. Ahmad, dan dianggap shahih oleh at-Tirmidzi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Menjawab pertanyaan bapak tentang hukum aqiqah, perlu bapak ketahui  bahwa ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Secara ringkas bisa saya  uraikan sbb: &lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   Pelaksanakan aqiqah wajib hukumnya. Pendapat ini merupakan pendapat mazhab    Zhahiriyah.  Alasannya, hadis-hadis di atas dengan jelas memuat kata perintah    untuk melaksanakan aqiqah bagi anak yang dilahirkan. Setiap kata perintah    dalam &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; menunjukkan hukum wajib terhadap suatu hal yang    diperintahkan, selagi tidak ada &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; lain yang menyatakan bahwa hal    yang diperintahkan tadi tidak wajib. Menurut mazhhab ini, dalam hal aqiqah    tidak ditemukan &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; yang menunjukkan bolehnya tidak melaksanakan    aqiqah. Oleh karenanya hukumnya tetap wajib. Dalam hal ini Ibnu Hazm, ulama    mazhab Zhahiriyah, menyatakan:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; أمره عليه السلام بالعقيقة فرض كما ذكرنا لا يحل لاحد أن يحمل شيئا من أوامره عليه  السلام على جواز تركها الا بنص آخر وارد بذلك والا فالقول بذلك كذب وقفو لما لا علم  لهم به&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;المحلى ج7 ص 526)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;i&gt;“perintah rasulullah s.a.w. untuk melaksanakan aqiqah menunjukkan bahwa  hukumnya wajib, karenanya tidak boleh bagi siapapun untuk mengartikan lain dari  perintah beliau, misalnya menyatakan bolehnya tidak melaksanakannya, kecuali ada  nash yang jelas menunjukkan hal tersebut. Jika tidak ada nash, maka pendapat  seperti itu jelas keliru, yang tidak didasarkan atas ilmu”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   Hukumnya Sunnah. Pendapat ini merupakan pendapat sebagian besar ulama (&lt;i&gt;jumhur    ulama&lt;/i&gt;), misalnya mazhab Syafi’iyyah, mazhab Malikiyah, dan sebagian besar    Mazhab Hanabilah. Alasannya, bahwa kalimat perintah dalam hadis-hadis di atas    tidak menunjukkan hukum wajib, tapi menunjukkan hukum sunnah, karena ada hadis    lain yang menunjukkan bahwa aqiqah tidak wajib, sbb:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; margin-left: 36pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ أُرَاهُ عَنْ جَدِّهِ قَالَ سُئِلَ  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَقِيقَةِ فَقَالَ لَا  يُحِبُّ اللَّهُ الْعُقُوقَ كَأَنَّهُ كَرِهَ الِاسْمَ وَقَالَ مَنْ وُلِدَ لَهُ  وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْهُ فَلْيَنْسُكْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ  مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ (رواه أبو داوود)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari  kakeknya, radhiallahu anhum, ketika ditanya tentang aqiqah, rasulullah s.a.w.  menjawab: Allah SWT tidak menyukai kata aqiqah (seakan beliau tidak suka  menyebut istilah tersebut), beliau melanjutkan: siapa yang mempunyai anak dan  ingin mendapatkan pahala, maka lakukanlah (aqiqah tersebut), bagi anak laki-laki  dua ekor kambing dan bagi anak perempuan satu ekor kambing”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  HR. Abu Dawud&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;Selain itu, kelompok ini juga beralasan bahwa aqiqah  tidak disebabkan oleh &lt;i&gt;nazar&lt;/i&gt; dan pelaksanaan hukum pidana, oleh karenanya  hukumnya tidak wajib, sebagaimana disampaikan oleh al-Imam an-Nawawi sbb: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; margin-left: 36pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; ولانه إراقة دم من غير جناية ولا نذر فلم يجب كالاضحية (المجموع شرح المهذب ج &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt;  ص &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt;342&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt; &lt;i&gt;“(tidak wajib)  karena (aqiqah adalah) mengalirkan darah (menyembelih  kambing) tidak disebabkan oleh adanya hukum pidana, dan tidak disebabkan oleh  nazar, karenanya hukumnya tidak wajib, seperti hukum berkurban”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   Hukumnya Makruh. Pendapat ini merupakan pendapat mazhab Hanafiyah. Alasannya,    bahwa aqiqah merupakan tradisi jahiliyah dan diteruskan ketika datang Islam,    akan tetapi kemudian tradisi ini dihapus dengan syariah kurban (&lt;i&gt;udhhiyah&lt;/i&gt;).    Dalilnya adalah hadis berikut:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; margin-left: 36pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; عَنْ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَسَخَ الأَضْحَى  كُلَّ ذَبْحٍ وَصَوْمُ رَمَضَانَ كُلَّ صَوْمٍ وَالْغُسْلُ مِنَ الْجَنَابَةِ كُلَّ  غُسْلٍ وَالزَّكَاةُ كُلَّ صَدَقَةٍ ». رواه الدار قطني&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt; &lt;i&gt;“Dari Ali r.a., rasulullah s.a.w. bersabda: kurban mengganti (hukum) setiap  sembelihan (misalnya untuk aqiqah), puasa Ramadhan mengganti semua puasa, mandi  janabah menganti setiap mandi, dan zakat menasakh semua sedekah”&lt;/i&gt; HR. Daru  Quthni&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Dalam kitab &lt;i&gt;Badai’ as-Shanai’&lt;/i&gt;, kitab mazhab Hanafiyah,  disebutkan sbb:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; margin-left: 36pt;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; وَالْعَقِيقَةُ كَانَتْ قَبْلَ الْأُضْحِيَّةِ فَصَارَتْ مَنْسُوخَةً بِهَا،  وَالْعَقِيقَةِ مَا كَانَتْ قَبْلَهَا فَرْضًا بَلْ كَانَتْ فَضْلًا وَلَيْسَ  بَعْدَ نَسْخِ الْفَضْلِ إلَّا الْكَرَاهَةُ.&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; (بدائع  الصنائع ج 11 ص 12)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Aqiqah disyari’atkan sebelum datangnya syari’at kurban,  setelah turun syari’at kurban maka syari’at aqiqah digantikan oleh syari’at  kurban. Sebelum turunnya syariat kurban, hukum aqiqah tidaklah wajib, tapi hanya  merupakan keutamaan saja. Suatu keutamaan jika telah diganti oleh syariat  lainnya maka hukumnya menjadi makruh”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;             Dari ketiga pendapat tersebut MUI lebih condong kepada pendapat  kedua yang menyatakan bahwa aqiqah hukumnya sunnah. &lt;span lang="ES-MX"&gt;Menurut  MUI, dalil dan argumentasi (&lt;i&gt;hujjah&lt;/i&gt;) kelompok kedua ini lebih kuat. &lt;/span&gt; Hadis yang dipakai dalil oleh mazhab Hanafiyah adalah hadis yang &lt;i&gt;dha’if&lt;/i&gt;  (lemah) oleh karenanya tidak bisa dijadikan sandaran untuk menetapkan suatu  hakum. Al-Imam as-Syafi’i &lt;i&gt;rahimahumullah&lt;/i&gt; menyatakan:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; قال الشافعي رحمه الله "افرط في العقيقة رجلان رجل قال انها واجبة ورجل قال انها  بدعة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;"  (المجموع ج &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;  ص &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; 447&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “Dalam hal aqiqah ada dua kelompok orang yang kebablasan, pertama yang  menyatakan aqiqah wajib, dan kedua yang menyatakan aqiqah bid’ah”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;             Pertanyaan kedua tentang Manfaat aqiqah. Perlu kita yakini bahwa  setiap yang disyariatkan oleh Allah SWT pasti akan membawa manfaat bagi yang  melaksanakannya, termasuk aqiqah. Para ulama telah mengungkap berbagai hikmah  dari aqiqah, misalnya sebagaimana yang diuraikan oleh imam ar-Ramli, salah satu  ulama besar mazhab Syafi’iyyah, dalam kitabnya &lt;i&gt;Nihayah al-Muhtaj syarh  al-Minhaj&lt;/i&gt; sbb: &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Traditional Arabic;" lang="AR-SA"&gt; وَالْمَعْنَى فِيهِ إظْهَارُ الْبِشْرِ وَالنِّعْمَةِ وَنَشْرُ النَّسَبِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; “hikmah dari aqiqah adalah untuk menampakkan rasa gembira dan rasa syukur atas  nikmat yang telah dianugerahkan. Dan untuk menyiarkan kepada publik tentang  adanya ikatan nasab (antara orang tua dan anak yang dilahirkan)”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Keterangan imam ar-Ramli tersebut menegaskan bahwa selain  sebagai ungkapan rasa syukur orang tua atas nikmat dianugerahi seorang anak,  aqiqah juga dapat menjadi media untuk mengumumkan kepada publik bahwa anak yang  telah dilahirkan tersebut adalah bagian dari keluarga tersebut, sehingga di  kemudian hari jika ada perkara perdata, misalnya masalah waris ataupun  pernikahan, maka publik bisa menjadi saksi dari hal tersebut. Tentu saja ini  sangat bermanfaat bukan saja bagi orang tua, tapi juga bagi si anak. &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pertanyaan ketiga, yakni bila seorang bayi yang baru lahir  meninggal, apakah kedua orang tuanya juga beraqiqah? &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sebelum menjawab, saya ingin mengingatkan bahwa sebagaimana  disebutkan dalam hadis di atas bahwa aqiqah sebaiknya dilakukan pada hari ke  tujuh setelah kelahiran. Namun demikian, setelah hari ke tujuh lewat tetap saja  disunnahkan untuk melaksanakan aqiqah, karena menurut sebagian riwayat yang  shahih bahwa rasululah s.a.w. sendiri melaksanakan aqiqah bagi dirinya ketika  umur 40 tahun. &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Nah, waktu tujuh hari dari masa kelahiran inilah yang  menjadi titik pangkal perbedaan ulama dalam menghukumi apakah masih tetap  disunnahkan aqiqah ketika bayinya meninggal. Menurut sebagian besar ulama  Syafi’iyyah, jika bayi meninggal, baik sebelum atau setelah umur tujuh hari,  tetap disunnahkan untuk diaqiqahkan. Tetapi ada juga ulama Syafi’iyah yang  berpendapat bahwa syari’at aqiqah menjadi gugur seiring dengan meninggalnya si  anak tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sedangkan menurut ulama Malikiyah apabila umur anak yang  meninggal tersebut kurang dari tujuh hari, maka tidak disunnahkan untuk  diaqiqahkan, karena belum mencapai usia tujuh hari yang merupakan waktu  dianjurkannya untuk melaksanakan aqiqah, sebagaimana diisyaratkan dalam hadis di  atas. Akan tetapi apabila meninggalnya setelah umur 7 hari maka tetap  disunnahkan untuk diaqiqahkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pertanyaan terakhir, dapatkah biaya pembelian kambing untuk  aqiqah didapatkan dari meminjam?&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Perlu saya sampaikan bahwa aqiqah, sebagaimana uraian di  atas, hukumnya adalah sunnah. Artinya, bagi orang yang tidak mempunyai kelebihan  dana untuk beraqiqah, maka tidak usah dipaksakan, misalnya dengan meminjam.  Allah SWT tidak men&lt;i&gt;taklif&lt;/i&gt;kan (membebankan) sesuatu kecuali sesuai  kemampuanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di samping itu, kalau belum mampu diaqiqahkan pada saat umur  7 hari, maka boleh dilaksanakan setelah itu, ketika kondisi keuangan sudah  memungkinkan. Bahkan kalau misalnya orang tua belum mampu mengaqiqahkan anaknya  sampai orang tua tersebut meninggal, maka juga tidak berdosa. Si anak setelah  besar dan mampu tetap disunnahkan untuk mengaqiqahkan dirinya, sebagaimana yang  dilakukan oleh rasulullah s.a.w. Namun demikian apabila orang tua tetap  mengaqiqahkan anaknya walaupun dari hasil meminjam, maka aqiqah tersebut tetap  sah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-4015907956410307595?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/4015907956410307595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=4015907956410307595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4015907956410307595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/4015907956410307595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/aqiqah-hukum-dan-manfaatnya.html' title='Aqiqah, Hukum dan Manfaatnya'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-9150113129246541773</id><published>2008-07-03T02:23:00.001-07:00</published><updated>2008-07-03T02:23:57.627-07:00</updated><title type='text'>Memblok Situs Pornografi</title><content type='html'>&lt;div class="bg1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="style54"&gt;&lt;strong&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, ..." [QS An-Nuur ayat 30-31]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="style54"&gt;Pornografi adalah salah satu masalah yang sangat besar pada zaman ini. Berbagai kerusakan yang sangat menyedihkan telah nampak dengan sangat jelas sebagai akibat dari pornografi ini. Pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, dan sebagainya yang disebabkan rangsangan dari berbagai media pornografi terus terjadi. Sudah sering kita dengar berita anak kecil memperkosa temannya, atau berita pemerkosaan yang disertai pembunuhan, atau lainnya, semua telah jelas sebabnya : pornografi.&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt; &lt;u&gt;Internet memiliki dua sisi, dan pornografi adalah salah satu sisi negatifnya. Internet, sebagai salah satu media bebas yang sangat mudah diakses, sangat memberi andil besar dalam penyebarannya.&lt;/u&gt; &lt;strong&gt;Berbagai materi berbahaya seperti gambar-gambar &amp;amp; film-film sex/ porno, foto-foto dan video-video sex / porno, bahkan cerita-cerita berbau sex / porno beredar luas di internet.&lt;/strong&gt; &lt;span class="style55"&gt;Anda, teman Anda, anak-anak Anda, semua terancam bahaya ini. Jika tidak segera diatasi, minimal dicegah, tentunya akan terjadi kerusakan yang sangat parah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Karenanya kita harus segera bertindak, sekarang juga. Mari mulai dari sekarang kita membantu mencegah beredarnya pornografi di lingkungan kita dengan memasang software anti porno-grafi yang kini banyak beredar.&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Salah satu yang disarankan adalah sebuah software porn blocker hasil karya anak bangsa, Ahlul Faradish Resha, dari UGM Jogja. Beliau adalah salah seorang muslim prestatif yang memiliki karya nyata yang bermanfaat bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Software ini berfungsi untuk mencegah akses situs-situs porno-grafi dari tempat komputer terseubut terpasang. Dapat dipasang sendiri, atau dengan strategi client-server. Cukup bermanfaat, dan hebatnya lagi : GRATIS.&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Bagi Anda yang ingin mendapat info lebih jelasnya, silakan lihat di blog pribadi beliau di alamat &lt;a href="http://ahlul.web.id/persembahan-lagi-untuk-anti-pornografi/" target="_blank"&gt;http://ahlul.web.id/persembahan-lagi-untuk-anti-pornografi/&lt;/a&gt;. Jika masih kurang puas, ada juga software lainnya karya negara luar yang bisa dilihat di &lt;a href="http://netnanny.com/" target="_blank"&gt;http://netnanny.com/&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Kedua software tersebut akan melakukan blocking dengan cerdas terhadap situs-situs dan blog yang dinilai berbahaya dan mengandung unsur-unsur berbau sex / pornografi. Dengan demikian, komputer telah di-install software tersebut (lebih) aman dan tidak dapat disalahgunakan untuk mengakses berbagai materi berbahaya seperti gambar-gambar, foto-foto dan video-video sex / porno, termasuk cerita-cerita berbau mesum. Karenanya, segera download software tersebut dan mulailah untuk memerangi pornografi di internet. &lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Sebagai tambahan, jika Anda memiliki blog / situs, Anda juga bisa membantu dengan memasang banner gerakan anti pornografi yang diadakan oleh situsbersih.com. Sedikit banyak insyaaAllah membangun kesadaran anti pornografi.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://situsbersih.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="situsbersih" border="0" height="36" src="http://islam-download.net/images/situsbersih1.png" width="130" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://situsbersih.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="situsbersih" border="0" height="37" src="http://islam-download.net/images/situsbersih2.png" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="style54"&gt;Semoga usaha kita yang sederhana ini ini membawa manfaat yang banyak. Dan semoga usaha kita ini mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Subahanahu wa Ta'ala. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-9150113129246541773?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/9150113129246541773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=9150113129246541773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/9150113129246541773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/9150113129246541773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/memblok-situs-pornografi.html' title='Memblok Situs Pornografi'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7144536163636502894.post-7925452897493553726</id><published>2008-07-03T02:10:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T02:11:45.572-07:00</updated><title type='text'>DOA SEORANG MUSLIM DIKABULKAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah subhanahu wata'ala berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (البقرة: 186) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa-sanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepa-daKu." (Al-Baqarah: 186).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan Allah  subhanahu wata'ala  berfirman, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."&lt;/i&gt; (Al-Mukmin: 60).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;مَا عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللهَ بِدَعْوَةٍ، إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إِيَّاهَا، أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: إِذًا نُكْثِرُ؟ قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Tidaklah seorang Muslim di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah dengan sebuah doa melainkan Allah pasti mengabulkan permintaannya, atau Dia menyingkirkan keburukan darinya (sebagai gantinya) dengan sebesar permintaannya (dari sisi kualitas dan kuantitas), selama dia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau pemutusan silaturrahim'. Maka seorang laki-laki dari suatu kaum berkata, 'Kalau begitu kami akan memperbanyak (doa)'. Nabi menjawab, 'Allah (memiliki karunia) lebih banyak (daripada permintaanmu)'.&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Takhrij Hadits: Hasan Shahih.&lt;/b&gt; Diriwayatkan oleh Ahmad 5/329; at-Tirmidzi, &lt;i&gt;Kitab ad-Da'awat, Bab Fi Intizhar al-Faraj,&lt;/i&gt;  5/566, no. 3573; Abu Nu'aim dalam &lt;i&gt;Hilyah al-Auliya&lt;/i&gt;`5/137; al-Baihaqi dalam &lt;i&gt;asy-Syu'ab,&lt;/i&gt; no. 1131; al-Baghawi, no. 1387: dari jalur Muhammad bin Yusuf, Ibnu Tsauban menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Makhul, dari Jubair bin Nufair, dari Ubadah dengan hadits tersebut. &lt;/div&gt;Abu Nu'aim berkata, "Zaid bin Waqid dan Hisyam bin al-Ghaz meriwayatkannya dari Makhul semisalnya". Saya berkata, "Ath-Thabrani meriwayatkan &lt;i&gt;mutaba'ah&lt;/i&gt; ini dalam &lt;i&gt;al-Mu'jam al-Ausath,&lt;/i&gt; no. 147, dan juga dalam &lt;i&gt;ad-Du'a`&lt;/i&gt;, no. 86 dari jalur Maslamah bin Ali dari keduanya. Maslamah ini adalah seorang yang &lt;i&gt;matruk &lt;/i&gt;(ditinggalkan) maka &lt;i&gt;mutaba'ah&lt;/i&gt;nya tidak bernilai sedikit pun. Al-Baghawi mengatakan hadits tersebut, "Hadits hasan &lt;i&gt;gharib"&lt;/i&gt;. Saya berkata, "Disebabkan oleh Ibnu Tsauban maka di dalamnya terdapat pembicaraan, tapi ia tidak turun dari derajat hasan. At-Tirmidzi berkata, dan kemudian disepakati oleh an-Nawawi dan al-Albani, "Hadits hasan shahih". Saya berkata, "Hasan shahih dengan &lt;i&gt;syahid&lt;/i&gt;nya berikutnya." &lt;br /&gt;At-Tirmidzi berkata, "Hadits ini hasan shahih."&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan diriwayatkan oleh al-Hakim Abu Abdillah dalam &lt;i&gt;al-Mustadrak 'Ala ash-Shahihain &lt;/i&gt;dari riwayat Abu Sa'id al-Khudri, dan dia menambahkan di dalamnya, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;أَوْ يَدَّخِرَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلَهَا.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"....atau Dia menyimpankan pahala semisal untuknya." &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Takhrij Hadits: Shahih.&lt;/b&gt; Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 29161; Ahmad 3/18; Abu Ya'la, no. 1019; al-Hakim 1/493; al-Baihaqi dalam &lt;i&gt;asy-Syu'ab&lt;/i&gt;, no. 1128 dan 1130: dari beberapa jalur, dari Ali bin Ali ar-Rifa'i, dari Abu al-Mutawakkil an-Naji, dari Abu Sa'id al-Khudri dengan hadits tersebut.Sanad ini hasan disebabkan oleh ar-Rifa'i, pada dirinya terdapat pembicaraan, tapi haditsnya tidak turun dari derajat hasan. Hadits tersebut telah di&lt;i&gt;mutaba'ah,&lt;/i&gt; maka ath-Thabrani telah meriwayatkannya dalam &lt;i&gt;al-Mu'jam ash-Shaghir,&lt;/i&gt; no. 1025: dari jalur Sa'id bin Basyir, dari Qatadah, dari Abu al-Mutawakkil. Dan Sa'id adalah seorang yang dhaif, apalagi haditsnya dari Qatadah. Al-Baihaqi meriwayatkannya dalam &lt;i&gt;asy-Syu'ab,&lt;/i&gt; no. 1129: dari jalur Sulaiman at-Taimi, dari Abu ash-Shiddiq an-Naji, dari Abu Sa'id. Dan yang zahir bahwa dia tidak terjaga sebagaimana yang dikatakan oleh al-Baihaqi. Akan tetapi hadits tersebut shahih dengan terkumpulnya jalur-jalur ini. Al-Hakim dan al-Albani menshahih-kannya. Al-Mundziri dan al-Haitsami menguatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam &lt;i&gt;Shahih al-Bukhari&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt;, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُوْلَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Doa akan dikabulkan untuk salah seorang dari kalian selama tidak tergesa-gesa (minta dikabulkan). Di mana dia berkata, 'Saya telah berdoa, namun belum dikabulkan untukku'."&lt;/i&gt;  (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, &lt;i&gt;Kitab ad-Da'awat, Bab Yustajabu li al-'Abdi Ma Lam Ya'jal,&lt;/i&gt; 11/140, no. 6340; dan Muslim, &lt;i&gt;Kitab adz-Dzikr, Bab Yustajabu li ad-Da'i Ma Lam Ya'jal,&lt;/i&gt; 4/2095, no. 2735.)&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sumber: dikutib dari Buku “Ensiklopedia Dzikir dan Do’a Al-Imam An-Nawawi Takhrij &amp;amp; Tahqiq: Amir bin Ali Yasin. Diterbitkan oleh: Pustaka Sahifa Jakarta. Oleh: Abu Nabiel)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7144536163636502894-7925452897493553726?l=www.aurainsani.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.aurainsani.com/feeds/7925452897493553726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7144536163636502894&amp;postID=7925452897493553726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/7925452897493553726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7144536163636502894/posts/default/7925452897493553726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.aurainsani.com/2008/07/doa-seorang-muslim-dikabulkan.html' title='DOA SEORANG MUSLIM DIKABULKAN'/><author><name>aura insani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02091175236878302412</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_W94Co0mtnH4/SIRTXD_1OLI/AAAAAAAAABs/ddSAEX57lDM/S220/aura+insani+hidayatullah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
